Maap nimbrung. Memang sensibel sekali, untuk RRC, juga Indonesia, dll. Di 
Amriks juga masih ada banyak negara bagiannya yang masih memakai hukuman mati. 
Mereka yg didalam death row itu yang membunuh, korbannya satu atau lebih 
manusia. Lah korupsi itu
  apalagi yang kelas kakap atau kelas teri dibawah Rp 25 juta kalau dampaknya 
dihitung, korbannya kan di Indonesia puluhan atau ratusan juta orang. Dampak 
sangat negatipnya pada Mutu Kehidupan bangsa yang malang ini. Bocah kurang 
protein dan dibodokan!
  Jadi mari kita contoh RRC, apalagi kalau ketua HAM PBB itu sudah ngerti. 
Jangan ada kemunafikan dalam persepsi humanisme. Lihat bangsa yang melata ini, 
karena korupsi yang membudaya sejak awal "pembangunan" Orba.
  TCh

"HINU E. SAYONO" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          Ketika pertama kali Pemerintah Cina memutuskan menghukum mati 
koruptor dan kemudia mengeksekusinya, Komisi Hak Asasi Manusia PBB, yang 
berkedudukan di Geneva, protes keras. Bahkan Ketuanya, seorang wanita dari AS, 
meluangkan waktu untuk bergegas ke Bejing untuk menemui para petinggi Cina guna 
menyampaikan protes kerasnya.

Protes keras Komisi HAM PBB tersebut, tentu saja, didasarkan pada hak asasi 
manusia yang bersumber dari individualisme.

Para petinggi Cina menjawab, justru menjatuhkan hukuman mati bagi koruptor 
adalah sesuai dengan kepentingan nasional, bukan berdasarkan HAM orang 
perseorangan.

"Lho kok?", tukas sang Ketua Komisi HAM.

Argumentasi para petinggi Cina secara garis besarnya adalah sebagai berikut.
Kalau para koruptor tidak dihukum mati, melainkan hanya dijatuhi hukuman 
penjara saja, anda dapat membayangkan berapa penjara yang harus dibangun. Dan 
anda bisa menghitung berapa biaya untuk menghidupi para koruptor yang 
"dipelihara" atau "dipondokkan" di rumah pondokan negara tersebut. Belum lagi 
biaya untuk menggaji para pegawai rumah pondokan negara tersebut. Karena Cina 
memiliki kemampuan penyediaan anggaran yang terbatas, dan yang masih ada warga 
Cina yang berjumlah 1 milyar lagi yang masih harus diurus, maka pelarangan atau 
penghapusan hukuman mati bagi koruptor, untuk kemudian dipondokkan di rumah 
pondokan negara tersebut, akan menyedot dana yang amat luar biasa jumlahnya. 
Hal ini berarti Pemerintah Cina secara sadar dan terprogram akan menelantarkan 
warga yang tidak korupsi. Dan itu justru melanggar HAM sebagian terbesar warga 
Cina.
Justru demi alasan melindungi HAM bagi sebagian terbesar warga Cina, maka para 
koruptor lebih baik ditembak mati saja. Kami sudah mempertimbangkan hal ini 
secara mendalam.

Ketua Komisi HAM PBB terkaget-kaget dengan argumentasi petinggi Cina yang 
ditemuinya. Setelah dipikir-pikir, kok "make sense" ya. Maka pulanglah dia 
balik ke Geneva. Dia memperoleh pelajaran baru justru di negara yang paling 
sering dicap melanggar HAM.

Itu cerita seorang pejabat tinggi Cina.

Pelajaran yang dapat diambil dari dialog para petinggi Cina dengan Ketua Komisi 
HAM PBB adalah bahwa HAM tidaklah bersifat individual. Hal ini mengingatkan 
diriku bahwa Bung Karno pernah mengatakan bahwa semua keputusan yang bersifat 
nasional harus didasarkan pada asas "Pro Bono Publico" (untuk kepentingan atau 
kemaslahatan sebagian terbesar warga bangsa).


Salam,
HES

------------------


heri latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote: dor untuk koruptor?

rrt telah menjalaninya, di tiongkok hukuman mati buat koruptor adalah 
kenyataan, di indonesia koruptor dijadikan pahlawan pembangunan. bingung gak 
tuh?

salam, hl

ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
Korupsi itu penyakit yg sudah mendarah daging ditubuh indonesia, racun nya 
cukup ganas dan sudah terlihat nyata dalam tubuh rakyat nya yg kurus loyo kumuh 
dan menggeletak mati dalam keputus asaan.

Bisakah penyakit ini diobati ?
yeah its called bang bang alias dor dor di jidat !!
hukuman mati bagi koruptor ? WHY NOT ?
pencuri yg membuat rakyat menderita sama dengan pembunuhan masal secara 
perlahan lahan...

salam' O

heri latief <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
tau gak, kita muter-muter ngomong apa aja tentang indonesia, eh ujung2nya duit 
(korupsi).

melawan banjir adalah membasmi korupsi dan membersihkan diri.

salam, hl

"HINU E. SAYONO" wrote:
Harap maklum, itu adalah proyek yang didanai oleh APBN dan APBD.
Siapa bisa bosan?

Rejeki, rejeki, rejeki........

(Sri Rejeki yang aku kenal, duluuu tinggal di Jalan Gondangdia Lama. Sekarang 
entah sudah pindah kemana.)

Kang becak wrote:
Konyol,
Membosankan.

Selalu berulang,
Sepanjang zaman.

---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
Don't pick lemons.
See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.

[Non-text portions of this message have been removed]

http://www.geocities.com/herilatief/
[EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 
Informasi tentang KUDETA 65/Coup d'etat '65 
Klik: http://www.progind.net/ 

---------------------------------
Cheap Talk? Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.

[Non-text portions of this message have been removed]

_________________________
SASTRA-PEMBEBASAN, wacana sukasamasuka sastrakitakita 
Yahoo! Groups Links

---------------------------------
Everyone is raving about the all-new Yahoo! Mail beta.

[Non-text portions of this message have been removed]

http://www.geocities.com/herilatief/
[EMAIL PROTECTED]
http://geocities.com/lembaga_sastrapembebasan/ 
Informasi tentang KUDETA 65/Coup d'etat '65 
Klik: http://www.progind.net/ 

---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

[Non-text portions of this message have been removed]

---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

[Non-text portions of this message have been removed]



         

 
---------------------------------
Bored stiff? Loosen up...
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.

Kirim email ke