RESENSI BUKU Judul: Return to the Soul Perjalanan mengenal Jiwa Penulis: Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. dan Ir. Stefanus Indrayana, MBA.
MELAMPAUI JIWA DAN KEMBALI KEPADA JIWA Oleh: Audifax Setelah membaca sepintas buku Return to the Soul Perjalanan Mengenal Jiwa dari Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. dan Ir. Stefanus Indrayana, secara bergurau saya berkata pada Goenardjoadi: Mestinya anda tak hanya mengajar di Fakultas Ekonomi tapi juga Fakultas Psikologi.. Lho? Apa teori kebutuhan yang ada di buku ini bisa jadi rujukan belajar anak-anak psikologi? Bukan itu maksud saya. Apa yang menarik dalam buku Return to the Soul ini adalah bagaimana penulisnya menggunakan teori dan sekaligus berteori mengenai Jiwa dan kebutuhannya. Terlepas dari bagaimana teori yang dihasilkan dari berteorinya, tetapi keberanian untuk berteori itulah yang layak menjadi pembelajaran bagi pembacanya, terutama mereka yang sedang kuliah psikologi. Banyak dari kalangan ilmuwan hanya memamerkan kemampuan mengulang teori tetapi tidak berani berteori. Orang yang menggunakan teori kebutuhan Maslow, bisa anda temukan ratusan atau bahkan ribuan, tetapi sedikit dari mereka yang bisa berteori sendiri mengenai apa itu kebutuhan. Alhasil, orang-orang yang hanya mengulang-ulang Maslow semata ini sebenarnya tak lebih dari memamerkan sebuah ketrampilan yang jauh sebelum ada perguruan tinggi sudah dikuasai oleh burung kakatua. Di sinilah kekuatan sekaligus kelebihan penulis buku Return to the Soul. Mengutip teori memang layak dilakukan, apalagi ketika berbicara mengenai sesuatu yang sudah pernah dibicarakan terlebih dulu oleh orang lain, tetapi semata mengulang-ulang tanpa memiliki pemahaman sendiri mengenai apa yang dibicarakan, itu soal lain. Buku Return to the Soul ini dibuka oleh teori Hirarki Kebutuhan Maslow, lengkap dengan penjelasan singkat mengenai Abraham Maslow sebagai pencetusnya. Meski teori yang dihasilkan terkesan kurang update, karena tidak menghadirkan tujuh hirarki seperti terakhir ditemukan Maslow, namun penghadiran hirarki Maslow ini tetap menarik karena disintesakan dengan sejumlah data yang sebagian di antaranya merupakan pengalaman penulisnya sendiri. Di akhir buku, sang penulis juga berteori dan menghasilkan hirarki kebutuhan jiwa versinya sendiri. Seberapa argumentatif teori kebutuhan jiwa versi Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. dan Ir. Stefanus Indrayana ini? Itu bukan saya yang bisa menentukan, tetapi melainkan ketika teori ini teruji saat berhadapan dengan realita atau antitesisnya. Maka dari itu, saya lebih tertarik untuk membahas sedikit panjang mengenai keberanian berteori yang justru muncul dari orang-orang yang notabene bukan berkutat di lingkungan yang mempelajari jiwa secara intens. Return to the Soul bukan hanya ajakan kembali pada Jiwa, tetapi juga melampaui teori jiwa. Dengan cara apa? Dengan cara mengenal jiwa termasuk apa yang dibutuhkan oleh jiwa. Nasehat bijak mengatakan ada saat ketika kedudukan teori-teori diambil alih oleh realita kehidupan. Di buku inilah Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM. dan Ir. Stefanus Indrayana mengambil-alih posisi teori Maslow dalam menjelaskan kebutuhan dengan cara mengajak pembaca kembali pada pernik-pernik kehidupan riil, pada apa yang memang dialami tokoh-tokoh seperti Bill Gates, Mike Tyson hingga yang dialami sendiri oleh sang penulis, Goenardjoadi Goenawan. Melalui ajakan kembali pada Jiwa sekaligus melampaui teori jiwa inilah lantas muncul hirarki kebutuhan jiwa versi kedua penulis. Buku ini tampaknya diupayakan untuk hadir secara komunikatif. Sejumlah kutipan lagu terasa pas dihadirkan untuk berefleksi. Sayang, sejumlah kutipan lagu, meski dikutip utuh dari awal hingga akhir tapi tak dicantumkan judulnya. Kendati demikian, kelemahan itu tak membuat buku ini kehilangan arah yang ingin ditunjukkan penulisnya, yaitu bagaimana merefleksikan hidup agar mencapai puncak yaitu mencapai kesempurnaan jiwa dengan mencapai kemuliaan. Tue Feb 6, 2007 audifax - <[EMAIL PROTECTED]> Miliki Buku-buku karya Ir. Goenardjoadi Goenawan, MM.: * Menjadi Kaya Dengan Hati Nurani * Mata Air Untuk Dahaga Jiwaku * Pelangi Kehidupan Entrepreneur * Memasarkan Dengan Hati (terbit 8 November 2006) Ditulis bersama Ir. Stefanus Indrayana, MBA.: * Manajemen Berbasis Nurani (Terbit 1 Januari 2007) ____________________________________________________________________________________ Finding fabulous fares is fun. Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel bargains. http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097
