jeng tantri diah ayu, kondom perempuan itu khan sebagai sebuah alternatif pencegahan HIV AIDS, sebagai alternatif pemberi kuasa kepada perempuan dalam hal hubungan seks dan juga sebagai alternatif untuk menunjukkan bahwa wanita bukanlah obyek penderita tetapi juga menjadi subyek dalam sebuah kejadian, khususnya dalam tema seks ria.
mangkanya setiap wanita kudu menyiapkan kondom2 tsb sebelum berhubungan seks kalo yang laki ngga mo pake kondom, ya yang wanitalah kudu pake kondom, atau cara lebih tegasnya kalo sama2 ngga mo pake kondom, ya udah ngga usah ngeseks lah. Tapi apa bisa yah? la kalo lagi horni tuh pada ngga peduli, emang gue pikirin yang penting asoy choy!! ngga wanita ngga laki2 sama aja..tolong dikoreksi kalo salah dan dibenarkan kalo benar... bagaimana kalo oral? ya kalo emang mo oral pake kondom bisa juga tuh, tapi belon ada yang menyarankan tuh, apa kebegoan kali yah oral pake kondom...ha..ha..jeng tantri ini bisa aja...oral kok pake kondom! ato kondom kok di-oral-in! kenyamanan dalam berhubungan seks...yang namanya pake selimut plastik apa2 ya udah pasti ngga nyaman or nikmat...kalo mo nikmat ya tanpa seutas benang punmelekat di tubuh lah aktifitas hubungan badan bisa dikata paling asoy. katanya ... pemakaian kondom perempuan adalah juga sebagai salah satu bentuk pembelaan diri terhadap kesemena2an laki utamanya di bidang yang atu ini. omong2 tentang harga, ya itulah mahalnya nilai kesehatan rp. 20,000? ngga mahal tuh, ketimbang kena penyakit kelamin toh? obatnya udah tentu lebih mahal, iya khan? kebetulan di rumah saya juga memiliki beberapa koleksi berbagai macam tipe, jenis, ukuran, warna, rasa, bau, bahan kondom baik bagi kalangan wanita, laki2, banci, lesbian, homo, bilamana anda tertarik anda bisa dapatkan infonya hidup kondom, sosialisasikan penggunaan kondom demi hidup sehat nikmat belum tentu sehat tetapi sehat itu udah pasti nikmat live in peace beachboy ----- Original Message ---- From: tantri diah <[EMAIL PROTECTED]> To: [email protected] Sent: Wednesday, February 7, 2007 6:16:42 PM Subject: Re: [mediacare] Kondom Perempuan! Saya baca kelanjutan artikel lewat link url yang diberikan. Dalam artikel tersebut disebutkan bahwa perempuan selalu menjadi orang kedua dibandingkan laki2, baik dalam hubungan sosial maupun aktivitas seksual. Menurut kutipan dalam artikel, tujuan kondom perempuan adalah memberikan kuasa pada perempuan untuk melindungi dirinya, untuk menetukan apakah ingin menggunakan kondom atau tidak, untuk menentukan dan mengambil kontrol atas keamanan dirinya. Padahal, dibalik itu pemakaian kondom sangat berguna. Kondom perempuan ini salah satu tujuan pembuatannya adalah memberi kuasa kepada perempuan untuk melindungi diri sendiri. "Seperti banyak kita ketahui, banyak perempuan yang terposisikan sebagai orang kedua, padahal mereka yang mengalami kerugian, seperti perkosaan, hamil di luar nikah dan tertular HIV," kata Pierre pada The Post. Di sisi lain, secara sosial perempuan menjadi pihak yang tidak punya kuasa memilih. Termasuk menentukan kapan akan melakukan hubungan seksual termasuk apakah hubungan seksual itu dilakukan dengan menggunakan kondom atau tidak."Selama ini, laki-laki yang menentukan apakah akan memakai kondom atau tidak, kondom perempuan merubah semua itu," katanya. Rahmat Haryono dari Badan Penanggulangan Napsa dan AIDS Provinsi Jawa Timur menilai, hingga saat ini, penggunaan kondom paling efektif untuk menanggulangi HIV & AIDS. Terutama pada kelompok masyarakat resiko tinggi, seperti pekerja seks. "Sekitar 20-30 persen penularan HIV&AIDS itu karena tidak menggunakan kondom, tapi ironisnya, pekerja seks (yang mayoritas perempuan) bukan dalam posisi yang menentukan penggunaan kondom atau tidak," katanya. Melihat hal itu, Rahmat menilai kondom perempuan sangat efektif bila disosialisasikan kepada pekerja seks. "Kalau pengguna pekerja seks tidak bersedia menggunakan kondom, maka pekerja seks bisa punya inisiatif untuk melindungi dirinya dari penularan HIV&AIDS dengan memakai kondom perempuan," jelasnya. Menurut saya alasan ini tidak tepat. Bagaimana kondom perempuan bisa memberikan kuasa pada perempuan? Kalau dibilang bahwa dengan adanya kondom perempuan, perempuan jd bisa tentukan keamanan dirinya, apa benar berlaku begitu. Kalau laki2nya tidak ingin pakai kondom, lalu juga melarang perempuannya menggunakan kondom perempuan, sama saja bukan? Bukan masalah siapa yang pakai kondom, tapi bagaimana supaya masyarakat sadar kenapa mereka perlu mempertimbangkan pemakaian kondom (karena pemkaian kondom tanpa kesadaran kesehatan juga sama saja boong, misal untuk vaginal intercourse pakai kondom, tapi saat oral tidak, sama saja bukan?) Saya rasa, ada tidaknya kondom perempuan tidak mengubah apapun jika tatanan sosial masyarakat kita tetap seperti sekarang, dimana perempuan masih sering dijadikan objek, dipandang sebagai barang., dan jka si perempuan sendiri tidak ada keinginan untuk melakukan perubahan dan membela hak-hak dirinya. PS: terlebih, masih menurut artikel yang sama, kondom ini tidak begitu nyaman untuk digunakan. selain itu harganya cukup mahal (Rp20.000 untuk 2 pieces kondom) Salam, -Dhanny- On 2/6/07, id nugroho < [EMAIL PROTECTED] com> wrote: ...Raut muka Eva Yuliawati mendadak berubah ketika dirinya melihat contoh kondom perempuan untuk pertama kali. Pelan-pelan ibu rumah tangga dua anak itu menjinjing kondom bermerk Fiesta itu dan memperhatikannya lebih dekat. "Apa kondom ini yang harus saya masukkan ke vagina? Apa tidak sakit?" katanya singkat sambil memperhatikan benda lembek itu dari segala arah. "Kayaknya terlalu besar," komentarnya. .. *Kutipan artikel berjudul Kondom Perempuan, Upaya Melindungi Perempuan yang Terkendala. Foto dan artikel selengkapnya di http://idnugroho.blogspot.com salam iman http://idnugroho.blogspot.com Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and always stay connected to friends. ____________________________________________________________________________________ Now that's room service! Choose from over 150,000 hotels in 45,000 destinations on Yahoo! Travel to find your fit. http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097
