hmm..kalo gitu, kenapa kondomnya dipakein rasa segala yah?...emang vagina
(or other hole-like place nya) bisa ngrasain wheter itu rasa (aroma) pisang,
starwberry, coklat, dll???

oke, kondom mmang bisa jadi satu alternatif untuk menjaga kesehatan , kalau
memang si pengguna saat berhubungan seksual menggunakannya untuk mengamankan
dirinya. Tapi kita tahu, bahwa aktivitas seks tidak melulu anal, ada juga
yang oral. Dan kondom pun tidak 100% menjamin bahwa menggunakannya akan
mencegah resiko penularan penyakit seksual. Jika saat seorang [engidap PMS
melakukan seks anal dengan pasangannya menggunakan kondom, tapi kemudian
melakukan oral seks tanpa kondom, sangat mugkin pasangannya akan
tertularpenyakit seksual.

Dan memang, senadainya orang2nya sendiri tidak sadar akan kesehatan, mau
dipakein kondom juga tidak akan terlalu berdampak. Kesadaran akan perilaku
seks dan interaksi seksual yang sehat menurut saya lebih penting. I am not
againts women condom, tapi hati-hati, kondom juga sebuah produk, yang harus
dijual.. dengan berbagai atribusi untuk kesehatan. Istilahnya kayak larutan
penyegar untuk panas dalam, sudah terbukti dalam riset (nanti saya cek lagi
sumber risetnya) bahwa isinya adalah air biasa. Tapi pada masanya, itu
sangat laku!

Air biasa bisa dijual seperti itu, dengan embel2 mengobati panas dalam
(istilah yang dalam dunia eksehatan juga masih bingung untuk didefinisikan).
Apalgi kalau kondom rasa coklat yah...


-dhanny-


On 2/8/07, BeachBoy BaliAsli <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  jeng tantri diah ayu,
kondom perempuan itu khan sebagai sebuah alternatif pencegahan HIV AIDS,
sebagai alternatif pemberi kuasa kepada perempuan dalam hal hubungan seks
dan juga sebagai alternatif untuk menunjukkan bahwa wanita bukanlah obyek
penderita tetapi juga menjadi subyek dalam sebuah kejadian, khususnya dalam
tema seks ria.

mangkanya setiap wanita kudu menyiapkan kondom2 tsb sebelum berhubungan
seks
kalo yang laki ngga mo pake kondom, ya yang wanitalah kudu pake kondom,
atau cara lebih tegasnya kalo sama2 ngga mo pake kondom, ya udah ngga usah
ngeseks lah. Tapi apa bisa yah? la kalo lagi horni tuh pada ngga peduli,
emang gue pikirin yang penting asoy choy!!
ngga wanita ngga laki2 sama aja..tolong dikoreksi kalo salah dan
dibenarkan kalo benar...
bagaimana kalo oral? ya kalo emang mo oral pake kondom bisa juga tuh, tapi
belon ada yang menyarankan tuh, apa kebegoan kali yah oral pake
kondom...ha..ha..jeng tantri ini bisa aja...oral kok pake kondom! ato kondom
kok di-oral-in!
kenyamanan dalam berhubungan seks...yang namanya pake selimut plastik apa2
ya udah pasti ngga nyaman or nikmat...kalo mo nikmat ya tanpa seutas benang
punmelekat di tubuh lah aktifitas hubungan badan bisa dikata paling asoy.
katanya ...

pemakaian kondom perempuan adalah juga sebagai salah satu bentuk pembelaan
diri terhadap kesemena2an laki utamanya di bidang yang atu ini.

omong2 tentang harga, ya itulah mahalnya nilai kesehatan
rp. 20,000? ngga mahal tuh, ketimbang kena penyakit kelamin toh? obatnya
udah tentu lebih mahal, iya khan?
kebetulan di rumah saya juga memiliki beberapa koleksi berbagai macam
tipe, jenis, ukuran, warna, rasa, bau, bahan kondom baik bagi
kalangan wanita, laki2, banci, lesbian, homo, bilamana anda tertarik anda
bisa dapatkan infonya

hidup kondom, sosialisasikan penggunaan kondom demi hidup sehat
nikmat belum tentu sehat
tetapi sehat itu udah pasti nikmat

live in peace

beachboy


----- Original Message ----
From: tantri diah <[EMAIL PROTECTED]>
To: [email protected]
Sent: Wednesday, February 7, 2007 6:16:42 PM
Subject: Re: [mediacare] Kondom Perempuan!

 Saya baca kelanjutan artikel lewat link url yang diberikan. Dalam artikel
tersebut disebutkan bahwa perempuan selalu menjadi orang kedua dibandingkan
laki2, baik dalam hubungan sosial maupun aktivitas seksual.

Menurut kutipan dalam artikel, tujuan kondom perempuan adalah memberikan
kuasa pada perempuan untuk melindungi dirinya, untuk menetukan apakah ingin
menggunakan kondom atau tidak, untuk menentukan dan mengambil kontrol atas
keamanan dirinya.

Padahal, dibalik itu pemakaian kondom sangat berguna. Kondom perempuan ini
salah satu tujuan pembuatannya adalah memberi kuasa kepada perempuan untuk
melindungi diri sendiri. "Seperti banyak kita ketahui, banyak perempuan yang
terposisikan sebagai orang kedua, padahal mereka yang mengalami kerugian,
seperti perkosaan, hamil di luar nikah dan tertular HIV," kata Pierre pada
The Post.

Di sisi lain, secara sosial perempuan menjadi pihak yang tidak punya kuasa
memilih. Termasuk menentukan kapan akan melakukan hubungan seksual termasuk
apakah hubungan seksual itu dilakukan dengan menggunakan kondom atau
tidak."Selama ini, laki-laki yang menentukan apakah akan memakai kondom atau
tidak, kondom perempuan merubah semua itu," katanya.

Rahmat Haryono dari Badan Penanggulangan Napsa dan AIDS Provinsi Jawa
Timur menilai, hingga saat ini, penggunaan kondom paling efektif untuk
menanggulangi HIV & AIDS. Terutama pada kelompok masyarakat resiko tinggi,
seperti pekerja seks. "Sekitar 20-30 persen penularan HIV&AIDS itu karena
tidak menggunakan kondom, tapi ironisnya, pekerja seks (yang mayoritas
perempuan) bukan dalam posisi yang menentukan penggunaan kondom atau tidak,"
katanya.

Melihat hal itu, Rahmat menilai kondom perempuan sangat efektif bila
disosialisasikan kepada pekerja seks. "Kalau pengguna pekerja seks tidak
bersedia menggunakan kondom, maka pekerja seks bisa punya inisiatif untuk
melindungi dirinya dari penularan HIV&AIDS dengan memakai kondom
perempuan," jelasnya.

Menurut saya alasan ini tidak tepat. Bagaimana kondom perempuan bisa
memberikan kuasa pada perempuan? Kalau dibilang bahwa dengan adanya kondom
perempuan, perempuan jd bisa tentukan keamanan dirinya, apa benar berlaku
begitu. Kalau laki2nya tidak ingin pakai kondom, lalu juga melarang
perempuannya menggunakan kondom perempuan, sama saja bukan?

Bukan masalah siapa yang pakai kondom, tapi bagaimana supaya masyarakat
sadar kenapa mereka perlu mempertimbangkan pemakaian kondom (karena pemkaian
kondom tanpa kesadaran kesehatan juga sama saja boong, misal untuk vaginal
intercourse pakai kondom, tapi saat oral tidak, sama saja bukan?)

Saya rasa, ada tidaknya kondom perempuan tidak mengubah apapun jika
tatanan sosial masyarakat kita tetap seperti sekarang, dimana perempuan
masih sering dijadikan objek, dipandang sebagai barang., dan jka si
perempuan sendiri tidak ada keinginan untuk melakukan perubahan dan membela
hak-hak dirinya.

PS: terlebih, masih menurut artikel yang sama, kondom ini tidak begitu
nyaman untuk digunakan. selain itu harganya cukup mahal (Rp20.000 untuk 2
pieces kondom)

Salam,
-Dhanny-




On 2/6/07, id nugroho < [EMAIL PROTECTED] com <[EMAIL PROTECTED]>>
wrote:
>
>   ...Raut muka Eva Yuliawati mendadak berubah ketika dirinya melihat
> contoh kondom perempuan untuk pertama kali. Pelan-pelan ibu rumah tangga dua
> anak itu menjinjing kondom bermerk Fiesta itu dan memperhatikannya lebih
> dekat. "Apa kondom ini yang harus saya masukkan ke vagina? Apa tidak sakit?"
> katanya singkat sambil memperhatikan benda lembek itu dari segala arah.
> "Kayaknya terlalu besar," komentarnya. ..
>
> *Kutipan artikel berjudul Kondom Perempuan, Upaya Melindungi Perempuan
> yang Terkendala. Foto dan artikel selengkapnya di http://idnugroho
> .blogspot.com
>
> salam
> iman
> http://idnugroho.blogspot.com
>
> ------------------------------
> Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for 
Mobile<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/mail>and
> always stay 
connected<http://us.rd.yahoo.com/evt=43909/*http://mobile.yahoo.com/mail>to 
friends.
>
>


------------------------------
The fish are biting.
 Get more 
visitors<http://us.rd.yahoo.com/evt=49679/*http://searchmarketing.yahoo.com/arp/sponsoredsearch_v2.php?o=US2140&cmp=Yahoo&ctv=Q107Tagline&s=Y&s2=EM&b=50>on
 your site using Yahoo!
Search Marketing.

Kirim email ke