Kultur Birokrasi Feodal Perlu Dirombak


Kultur birokrasi di Indonesia dirasakan masih feodal. Aparat birokrasi lebih 
banyak melayani penguasa dan mengawasi rakyat ketimbang melayani rakyat jelata. 

Pandangan itu disampaikan anggota Komisi II Agus Condro Prayitno dari Fraksi 
Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan ketika ditemui di sela-sela pembahasan 
Rancangan Undang-Undang Pelayanan Publik di Gedung DPR, Rabu (7/2). "Birokrasi 
kita itu masih warisan kolonial. Mereka lebih melayani raja atau Belanda 
ketimbang rakyat. Ini belum berubah sampai sekarang," ucap Agus Condro. 

Fraksi Kebangkitan Bangsa dalam persandingan Daftar Inventarisasi Masalah juga 
mengusulkan lahirnya UU ini didasari sebuah misi memperbaiki orientasi dan 
kultur kinerja aparatur pemerintah dan lembaga pelayanan publik yang selama ini 
lebih cenderung menganut filosofi "minta dilayani", bukan "siap melayani". 

RUU Pelayanan Publik adalah usul inisiatif pemerintah. RUU tersebut sedang 
dibahas Komisi II DPR dan Kementerian Negara Pendayagunaan Aparatur Negara. 
Dalam rangka mencari masukan, Komisi II DPR mengundang Komisi Ombudsman 
Nasional dan Yayasan Lembaga Konsumen Indonesia. Rapat dipimpin Ketua Pansus 
Sayuti Asyathri dari Fraksi Partai Amanat Nasional. 

Dalam draf RUU usulan pemerintah, pelayanan publik didefinisikan sebagai 
kegiatan atau rangkaian kegiatan dalam rangka pemenuhan kebutuhan dasar sesuai 
dengan hak sipil setiap warga negara dan penduduk atas suatu barang, jasa, dan 
atau pelayanan administrasi yang disediakan penyelenggara pelayanan publik. 
(SUT) 

Sumber: Kompas - Kamis, 08 Februari 2007 


++++++++++


Untuk berita aktual seputar pemberantasan korupsi dan tata kelola
pemerintahan yang baik (good governance) klik
http://www.transparansi.or.id/?pilih=berita

Untuk Indonesia yang lebih baik, klik
http://www.transparansi.or.id/

Masyarakat Transparansi Indonesia (MTI)
Jl. Polombangkeng No. 11 Kebayoran Baru Jakarta Selatan 12110
Telp: (62-21) 727-83670, 727-83650
Fax: (62-21) 722-1658
http://www.transparansi.or.id


========================================================
The Indonesian Society for Transparency 
http://www.transparansi.or.id 
E-mail: [EMAIL PROTECTED] 

Kirim email ke