SUARA PEMBARUAN DAILY
--------------------------------------------------------------------------------

Penyebutan Keturunan China Diminta Diganti Tionghoa
[JAKARTA] Menteri Hukum dan HAM Hamid Awaluddin setuju digantinya istilah 
keturunan China menjadi Tionghoa, dalam Keputusan Presiden (Keppres) Nomor 
67 Tahun 1958. Hal itu dinilai sejalan dengan Rancangan Undang-Undang (RUU) 
Anti Diskriminasi Ras dan Etnis yang tengah dibahas bersama DPR.

Hal itu disampaikannya seusai rapat pembahasan RUU ADRE, Rabu (7/2), di DPR. 
"Dia (Hamid) mengatakan pada dasarnya penghapusan istilah keturunan China, 
dan diganti dengan Tionghoa bisa dilakukan," kata Wakil Ketua Pansus ADRE, 
Albert Yaputra dari Fraksi Partai Demokrat (FPD).

Menurut Albert, tanggapan Hamid itu bisa memberikan kesan positif bagi 
investor, terutama dari China. "Artinya pemerintah telah memberikan respon 
yang baik," ucapnya.

Namun, bagaimana penggantian istilah itu akan dilakukan, masih akan dibahas 
dalam ra- pat lanjutan pembahasan ADRE. "Setidaknya Menteri Hukum dan HAM 
sudah setuju," ujarnya.

Ditambahkan Albert, penghapusan istilah keturunan China itu sejalan dengan 
semangat RUU ADRE, yang pembahasannya mulai dilanjutkan kembali, setelah 
sebelumnya sempat terhenti karena dianggap banyak materi yang sudah diatur 
pada UU lain.

Dinilai pembahasan hanya terfokus pada masalah ras dan etnis. Diusulkan 
kemudian soal diskriminasi diperluas tidak hanya pada ras dan etnis, tapi 
juga penghapusan berbagai bentuk diskriminasi, sehingga mayoritas fraksi 
akhirnya sepakat untuk melanjutkan pembahasan RUU ADRE.

Perluasan materi itu menurut Nursyahbani Katjasungkana, anggota Panitia 
Khusus (Pansus) RUU ADRE dari Fraksi Partai Kebangkitan Bangsa (FPKB), juga 
diterima oleh pemerintah. "Pemerintah juga fleksibel. Pada prinsipnya tidak 
ada persoalan," katanya.

Menurut Yaputra, perluasan materi disepakati karena diskriminasi memang 
bukan hanya terjadi atas masalah ras dan etnis, tapi juga gender, agama, dan 
budaya. "Kita ingin agar semua bentuk diskriminasi ditiadakan," tandasnya. 
[B-14]



--------------------------------------------------------------------------------
Last modified: 8/2/07 

Kirim email ke