Biarlah Pena Berbicara

: untuk seorang teman di hari pers nasional

Marilah kita mengajak pena berbicara
barangkali ada kesan atau keluhan
yang sekian lama ingin disampaikan
bahkan mungkin juga pengakuan dosa
sebab dalam setiap tetesan tinta 
sebab dalam setiap lembaran kertas
selalu ada kepentingan yang ingin ikut berbicara
apalagi ketika kelangsungan hidup
begitu tergantung pada limpahan iklan
kemurahan pihak pemasang advertorial.

Menebarkan prestasi tanpa peduli hak orang lain 
tak lebih dari sebuah kebusukan
Menorehkan prestasi dengan perkosa hak orang lain 
tak lebih dari sebuah kebatilan

Marilah kita mengajak pena berbicara
barangkali ia sendiri juga lelah
karena tinta kering belum terlunaskan
tapi tak elok untuk dibicarakan
karena dia berhati pendekar
petarung di ruang yang agung
bersenjata lebih tajam dari pedang.

Greentower, 9 Februari 2007
Setiyo Bardono

Setiyo Bardono

Kirim email ke