Biarlah Pena Berbicara : untuk seorang teman di hari pers nasional
Marilah kita mengajak pena berbicara barangkali ada kesan atau keluhan yang sekian lama ingin disampaikan bahkan mungkin juga pengakuan dosa sebab dalam setiap tetesan tinta sebab dalam setiap lembaran kertas selalu ada kepentingan yang ingin ikut berbicara apalagi ketika kelangsungan hidup begitu tergantung pada limpahan iklan kemurahan pihak pemasang advertorial. Menebarkan prestasi tanpa peduli hak orang lain tak lebih dari sebuah kebusukan Menorehkan prestasi dengan perkosa hak orang lain tak lebih dari sebuah kebatilan Marilah kita mengajak pena berbicara barangkali ia sendiri juga lelah karena tinta kering belum terlunaskan tapi tak elok untuk dibicarakan karena dia berhati pendekar petarung di ruang yang agung bersenjata lebih tajam dari pedang. Greentower, 9 Februari 2007 Setiyo Bardono Setiyo Bardono
