http://www.jurnalperempuan.com/yjp.jpo/?act=berita%7C-770%7CX

Jumat, 9 Februari 2007
Kesehatan Perempuan Ketika Banjir 
Jurnalis: Henny Irawati

Jurnalperempuan.com-Jakarta. Kementerian Pemberdayaan Perempuan menghimbau agar 
relawan atau aktivis yang membantu korban banjir memberikan bantuan yang 
benar-benar menjadi kebutuhan perempuan. Pembalut misalnya. Setelah himbauan 
ini dilaksanakan, ketika turun di lapangan masih ada yang terlupa oleh mereka. 
“Kantung plastik,” ungkap Atas Hendartini Habsjah, ketika ditemui di kantor 
Yayasan Jurnal Perempuan, kemarin (8/2). Begitulah kebutuhan perempuan 
diperlakukan. Kalau tidak ditiadakan, dia hanya dipenuhi sepotong-sepotong. 

Kantong plastik yang sepertinya sepele itu ternyata sangat berguna untuk 
membungkus pembalut yang telah dipakai. “Kalau tidak disediakan, itu akan jadi 
masalah juga,” jelas perempuan yang aktif di Yayasan Kesehatan Perempuan ini. 
Mulai Selasa (6/2) lalu pengumpulan dilakukan. Selain itu, yang paling 
menyedihkan, tambah Atas, adalah susahnya mencari air bersih untuk perempuan 
yang sedang haid. “Untuk minum saja tidak ada.” Padahal, kalau tidak dibasuh 
dengan air bersih maka keadaan itu akan mengundang bakteri dan virus. 

Lebih lanjut Atas menjelaskan, kesehatan reproduksi bukan hanya terbebas dari 
penyakit tetapi juga ketertekanan mental. “Ditemukan seorang ibu di 
satu-satunya bangunan untuk pengungsian,” kutip Atas dari sebuah tanyangan di 
televisi, “ternyata baru 3 hari yang lalu ia melahirkan.” Ia menyayangkan 
kenapa ibu tersebut tidak dirawat saja di Puskesmas, tempat ia melahirkan. 
Padahal, Puskemasnya itu tidak jauh dan, kebetulan, tidak terendam. 

“Bicara soal kesehatan dan pendidikan selalu ada aspek sosialnya,” tegas ibu 
yang 20 tahun bergerak di bidang kesehatan itu. Perlakuan yang diberikan pada 
ibu yang baru melahirkan tersebut bukan tidak mungkin akan menambah Angka 
Kematian Ibu yang sudah sedemikian tinggi di Indonesia. Apalagi kemudian 
diketahui ibu tersebut sakit panas. 

Ibu yang sedang menyusui pun terancam berada dalam kondisi yang 
mengkhawatirkan. Lagi-lagi menyitir siaran televisi yang ia saksikan, Atas 
bercerita tentang ibu-ibu yang mendatangi dengan menggendong anaknya. Mereka 
mengeluh tidak mendapat susu. 2 hari ini mereka juga tidak dapat menyusui. 
“Stres menghadapi banjir itu juga bisa menghambat keluarnya ASI.” 

Masih banyak lagi situasi perempuan yang terancam akibat datangnya banjir. 
Sebut saja perempuan yang sedang hamil tua, perempuan yang sedang menjalankan 
Keluarga Berencana, dan sebagainya. Deret panjang ini masih akan bertambah 
dengan kesehatan reproduksi non-fisik lainnya. Misalnya pelecehan atau 
perkosaan (vaw-violence againts woman) yang terjadi di tenda-tenda pengungsian, 
“berdasarkan International Conference on Population and Development (ICPD) yang 
digelar pada tahun 1994 vaw termasuk 9 item yang mendapat perhatian dalam 
kesehatan reproduksi perempuan,” jelas Atas. 

Ketika ditanya kenapa penanganan perempuan sering luput, Atas juga menyampaikan 
keheranannya. “Banyak manual sudah diterbitkan. Tapi pelaksanaannya selalu 
mendapat hambatan,” ucapnya tak habis pikir dan tanpa menganalisa lebih 
lanjut.* 



Web:
http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

Klik: 

http://mediacare.blogspot.com

atau

www.mediacare.biz

Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
[EMAIL PROTECTED]
 
Yahoo! Groups Links

<*> To visit your group on the web, go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

<*> Your email settings:
    Individual Email | Traditional

<*> To change settings online go to:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/join
    (Yahoo! ID required)

<*> To change settings via email:
    mailto:[EMAIL PROTECTED] 
    mailto:[EMAIL PROTECTED]

<*> To unsubscribe from this group, send an email to:
    [EMAIL PROTECTED]

<*> Your use of Yahoo! Groups is subject to:
    http://docs.yahoo.com/info/terms/
 

Kirim email ke