Sibuk banget sih. Valentine Day-nya uda lewat. Kalau ngga mau ngerayain 
mendingan tahun depan aja protesnya.
  Lagian ngga perlu diributin, yang melarang kan baru di Aceh, tar kalau di 
seluruh Indonesia V-Day dilarang untuk dirayakan baru kita ributin. Kasihan 
Santo Valnetine, dia ngga bisa tidur di peristirahatan terakhirnya, karena hari 
peringatannya dijadikan bahan beradu argumentasi.
  salam sayang selalu dan semoga kasih selalu menyertai hati kita
  

debbie sumual <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
            Wah Pak, gak pernah tuh denger ada yang mau ML aja pake nunggu 
momen Valentine's Day. Mau ML, mah ML aja. 
   
  Malah yang baru saya baca di salah satu majalah wanita adalah anak2 remaja 
perempuan rame2 bersumpah setia kepada ayah mereka untuk tetap bertahan perawan 
sampai hari pernikahan. Mereka mengenakan cincin yang digrafir "I'll Wait".
   
  Satu hal lagi Pak, kayaknya Bapak lupa bahwa manusia ini punya akal budi yang 
bisa membuat dia berbuat atau tidak berbuat, berpikir atau tidak berpikir. 
Apakah dengan dihapuskannya Valentine's Day lalu orang2 tidak ngeseks sebelum 
nikah? 
   
  Soal gimmick, apa sih yg gak jadi gimmick di dunia ini? Sinterklas itu 
gimmick natal agar anak2 berbuat baik karena nanti bisa dapat kado dari 
Sinterklas. Bahkan baju barupun juga gimmick seolah lebaran belum lengkap 
tanpanya. Kartu2 ucapan juga gimmick. Bapak bilang ucapan kasih sayang adalah 
gimmick, berarti termasuk sungkem dan salam2an?
   
  Jangan buruk muka cermin dibelah.
  Jangan sibuk menuding dan menyalah2kan lingkungan. Again, kita kan punya  
akal budi sendiri.

Edo Bassalwa <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Megapa Valentine Days patut untuk dilarang ?
1/. Untuk mem-brain-wash otak manusia tanpa disadari,
perlu software khusus untuk menstimulasikan nya, a.l:
software human-right issue, democracy, liberalization,
freedom dan yang lebih halus lagi melalui software
gKASIH SAYANGh yang dibungkus demkian rapih dengan
gimmicks berupa hadiah, bunga, pesta, ucapan kasih
sayang, ciuman sampai hadiah keperawanan untuk sang
kekasih (pernah dengar dengar tidak issue semacam itu
?). Begitu halus terbungkus dalam kata yang indah
gKASIH SAYANGh yang di promosikan lewat hari kasih
sayang gVALENTINE DAYSh &#8211; cepat atau lambat
akan merusak otak kita dan tanpa kita sadari kita akan
ter-brain-washed untuk menghalalkan apapun pelanggaran
kuktur, susila, agama dan tradisi kita, dan mungkin
pelanggaran hukum. 

2/. Tanpa Valentine Days pun &#8211; dahulu kala, kita
bisa survive dengan baik. Mengapa kita harus
meng-adaptasi suatu kebiasaan baru yang tidak ada
nilai positif nya, dan bahkan tanpa kita sadari, akan
mem-brain-wash pendirian kita ? Apakah dengan tidak
merayakan Valentine Days, kita akan rugi atau menjadi
kekurangan sesuatu ? Tidak bukan ?

3/. Cepat atau lambat kebiasaan semcam itu akan
membuat kita selalu bermain di Grey Area, atau kita
tidak bisa lagi membedakan apa yang pantas dan boleh
sesuai kultur kita &#8211; ketika kita sudah
sedemikian dalam terjebak dalam kerangka gValentine
Daysh atau apa pun namanya software pem-brain-wash
tsb. Kita yang biasanya bisa mebedakan mana yang benar
dan yang salah (mana yang hitam dan mana yang putih),
lambat laun kita akan dibiasakan bermain didaerah
ABU-ABU, alias yang hitam pun &#8211; ya boleh lah
asal jangan terlalu hitam, extreme-nya:
nanti kita akan memperbolehkan anak gadis kita untuk 
memberikan keperawanan nya kepada teman pria nya, cuma
karena ingin ikutan gValentine Daysh. Tidak
mustahil hal tsb.akan terjadi pada kita semua.

4/. Kalau Valentine Days itu betema positif dan
sportif, tentu kita akan menerima nya. Seperti tema
dalam olahraga (bulutangkis misalnya). Kita diajarkan
untuk melihat hitam diatas putih suatu proses 
kompetisi, ada hitungan yang jelas, ada aturan main
yang transparant, ada wasit, penjaga garis, ada
penotnon yang bisa melihat hitam putih bahwa proses
ini berjalan benar. Tapi dengan hal semacam Valentine
Days, kita digiring untuk berpola pikir di daerah
abu-abu, tanpa rambu dan norma yang jelas. Pada akhir
nya kita akan tersesat sendiri.

Nah selanjut nya pikirkan lah sendiri !

Edo.

--- eka zulkarnain <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Merayakan Valentine's Day dengan diiringi
> mabuk-mabukan dan berzina (hubungan di luar nikah)
> memang haram hukumnya di dalam agama Islam. Dan itu
> tidak bisa dipungkiri dan kalau ada ulama yang
> berpandangan demikian yang biarkan saja- tentu
> mereka
> punya alasan tersendiri. Dan memang melakukan
> perbuatan apa saja yang mubazir itu memang tidak
> diperbolehkan, apalagi kondisi bangsa ini sedang
> banyak ditimpa kemalangan. 
> Saya pribadi tidak masalah dengan valentine day,
> mau merayakan silakan saja mau tidak ya ngak jadi
> masalah. Yang saya tidak sependapat adalah jika ada
> orang yang mengharamkan itu dengan kekerasan
> -misalnya
> emukuli orang-orang yang merayakan valentine. Itu
> yang
> tidak boleh, sekedar bilang valentine day itu haram,
> itu sih hanya himbauan wajar saja. Agama apapun akan
> bilang bahwa berzina itu haram dan mencuri itu
> haram. 
> Lagian itu kan cuma himbauan dan untuk
> mengingatkan. Justru mungkin kita-kita ini yang
> menanggapinya yang kebakaran jenggot. 
> Sekedar masukan saja...
> 
> 
> --- Debbie Sumual-Patlis <[EMAIL PROTECTED]>
> wrote:
> 
> > Adduuuhhh.. apa sih yg diributin? Demen amat
> > mengharam2kan. Lagian siapa elu berhak menentukan
> > haram atau halal? Apakah berbuat baik itu beda2
> > dalam agama? Don't play God.
> > 
> > Di Amrik ini banyak bgt Jewish-nya, mrk gak
> > kebakaran jenggot kok dgn menyatakan ini perayaan
> > agama lain. Ingat lho, Jewish itu bukan Kristen
> dan
> > mrk pun gemar bertengkar juga.
> > 
> > Kayaknya berhenti deh dgn sikap sok eksklusifmu
> itu.
> > Kasih sayang kan tidak mengenal ekslusivitas. 
> > 
> > Hayo, mau ngomong bahwa kasih sayang seharusnya
> > dirayakan setaip hari dan tiudak hanya pada
> > Valentine's Day? Weiii... bebek juga tau kalo itu
> > mah. Sama aja dong bahwa jasa ibu harus dirayakan
> > tiap hari dan tidak hanya pada 22 Desember. Baik
> 22
> > Des dan 14 Feb itu hanya sebagai tanda pengingat
> > aja.
> > 
> > 
> > 
> > 
> > ----- Original Message ----- 
> > From: Sunny 
> > To: Undisclosed-Recipient:; 
> > Sent: Monday, February 19, 2007 5:56 AM
> > Subject: [mediacare] Umat Islam Haram Rayakan
> > 'Valentine's Day'
> > 
> > 
> > 
> > http://www.antara.co.id/seenws/?id=53107
> > 
> > Umat Islam Haram Rayakan 'Valentine's Day'
> > 
> > Banda Aceh (ANTARA News) - Ketua Majelis
> > Permusyawaratan Ulama (MPU) Provinsi Nanggroe Aceh
> > Darussalam (NAD) Muslim Ibrahim menyatakan haram
> > bagi umat Islam untuk merayakan "Valentine's Day"
> > yang dikenal sebagai hari kasih sayang tersebut.
> > 
> > "Perayaan tersebut berasal dari agama lain dan
> > tidak ada dasar hukumnya dalam syariat Islam.
> Jadi,
> > mengikuti perayaan hari kasih sayang itu hukumnya
> > haram bagi umat Islam," katanya kepada ANTARA
> News,
> > di Banda Aceh, Selasa.
> > 
> > Pernyataan itu disampaikan doktor lulusan
> > Universitas Al-Azhar Kairo tersebut terkait dengan
> > "Valentine's Day" yang akan diperingati Rabu
> (14/2).
> > 
> > Muslim menjelaskan, budaya yang diadopsi dari
> > barat tersebut tidak sesuai dengan ajaran Islam
> > karena itu berbeda dengan nilai-nilai Islam
> terutama
> > dari sisi keyakinan dan pemikirannya.
> > 
> > Selama ini Valentine's Day sering dimaknai
> sebagai
> > hari kebebasan untuk mengekspresikan kasih sayang
> > kepada pasangan yang berlainan jenis. 
> > 
> > Dia mengatakan, masih banyak momentum besar
> > lainnya yang bisa dirayakan seperti Lebaran, Tahun
> > Baru Hijriyah dan perayaan besar agama Islam.
> Semua
> > ini perlu mendapat perhatian, bukan pada momen
> yang
> > bertentangan dengan ajaran Islam. 
> > 
> > "Saya berharap generasi muda kita bangga dengan
> > kultur daerah (Aceh) yang sarat dengan nilai
> Islami
> > serta dapat mempertahankan identitas dirinya. Saya
> > juga menghimbau orangtua untuk membina remaja agar
> > tidak ikut-ikutan merayakan hari tersebut,"
> > tambahnya. 
> > 
> > Muslim menyerukan kepada semua pihak yang akan
> > merayakan acara "Valentine's Day" di NAD agar
> tidak
> > melaksanakannya di area terbuka seperti pantai dan
> > pusat keramaian lainnya serta dapat menghormati
> > budaya masyarakat Aceh.(*)
> > 
> > 
> > Copyright © 2007 ANTARA
> > 
> > 
> > 
> > 13 Februari 2007 17:58
> > 
> > 
> > 
> 
> 
> Eka Zulkarnain
> 
> 
> 
> 
>
__________________________________________________________
> Don't pick lemons.
> See all the new 2007 cars at Yahoo! Autos.
> http://autos.yahoo.com/new_cars.html 
> 

__________________________________________________________
Any questions? Get answers on any topic at www.Answers.yahoo.com. Try it now.



  

         

 
---------------------------------
We won't tell. Get more on shows you hate to love
(and love to hate): Yahoo! TV's Guilty Pleasures list.

Kirim email ke