Tolong dicermati mas JP : bahwa itu bukan sekedar himbauan tetapi
'menyatakan HARAM' karena :
1. tidak ada dasar hukumnya dalam Islam (=penerapan yang serampangan)
2. berasal dari keyakinan lain yang berbeda dengan nilai-nilai Islam
(=kurang paham mengenai latar belakangnya)
3. sering dimaknai dengan kebebasan mengekspresikan kasih sayang kepada
pasangan yang berlainan jenis (=yang begini juga memang tidak sejalan dengan
agama apapun dan tidak sejalan juga dengan latar belakang spirit/semangat
valentine).

Yang berupa himbauan adalah merayakannya jangan di tempat terbuka.

So.. saya menyatakan pernyataan itu tidak/kurang bijaksana dan kurang
didasari oleh pengertian latar belakang yang benar. Dan saya kira penerapan
hukum Islam yang demikian adalah kurang bijaksana.

Wassalam.



On 2/22/07, jp2success <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Apakah tidak ada nilai positif dari himbauan ini ???????

1. MPU, menyatakan haram untuk umat Islam yang khususnya yang berada
di NAD, saya rasa tidak ada yang yang salah atas himbauan tersebut,
bagi umat lain yang mau merayakannya, tidak perlu tersinggung dengan
himbauan tersebut.

2. MPU menghimbau bukannya mau report-report, akan tetapi sudah
menjadi suatu kewajiban untuk perduli, dengan masa depan generasi
mudanya (saya rasa nggak salah juga).

3. MPU juga kelihatannya lembaga yang kompetent untuk mengeluarkan
himbauan terebut (cmiiw).

Jadi tidak adakah nilai positif dari himbauan tersebut ?????????

Firman


--- In [email protected] <mediacare%40yahoogroups.com>, "Sunny"
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> http://www.antara.co.id/seenws/?id=53107
>
> Umat Islam Haram Rayakan 'Valentine's Day'
>
> Banda Aceh (ANTARA News) - Ketua Majelis Permusyawaratan Ulama
(MPU) Provinsi Nanggroe Aceh Darussalam (NAD) Muslim Ibrahim
menyatakan haram bagi umat Islam untuk merayakan "Valentine's Day"
yang dikenal sebagai hari kasih sayang tersebut.
>
> "Perayaan tersebut berasal dari agama lain dan tidak ada dasar
hukumnya dalam syariat Islam. Jadi, mengikuti perayaan hari kasih
sayang itu hukumnya haram bagi umat Islam," katanya kepada ANTARA
News, di Banda Aceh, Selasa.
>
> Pernyataan itu disampaikan doktor lulusan Universitas Al-Azhar
Kairo tersebut terkait dengan "Valentine's Day" yang akan diperingati
Rabu (14/2).
>
> Muslim menjelaskan, budaya yang diadopsi dari barat tersebut tidak
sesuai dengan ajaran Islam karena itu berbeda dengan nilai-nilai
Islam terutama dari sisi keyakinan dan pemikirannya.
>
> Selama ini Valentine's Day sering dimaknai sebagai hari kebebasan
untuk mengekspresikan kasih sayang kepada pasangan yang berlainan
jenis.
>
> Dia mengatakan, masih banyak momentum besar lainnya yang bisa
dirayakan seperti Lebaran, Tahun Baru Hijriyah dan perayaan besar
agama Islam. Semua ini perlu mendapat perhatian, bukan pada momen
yang bertentangan dengan ajaran Islam.
>
> "Saya berharap generasi muda kita bangga dengan kultur daerah
(Aceh) yang sarat dengan nilai Islami serta dapat mempertahankan
identitas dirinya. Saya juga menghimbau orangtua untuk membina remaja
agar tidak ikut-ikutan merayakan hari tersebut," tambahnya.
>
> Muslim menyerukan kepada semua pihak yang akan merayakan acara
"Valentine's Day" di NAD agar tidak melaksanakannya di area terbuka
seperti pantai dan pusat keramaian lainnya serta dapat menghormati
budaya masyarakat Aceh.(*)
>
>
> Copyright (c) 2007 ANTARA
>
>
>
> 13 Februari 2007 17:58
>

Kirim email ke