kalau saya nggak salah di televisi pernah dibahas mengenai kasus "ijazah aspal"-nya kepala bappenas, paskah suzetta, dari universitas garut (?). mungkin ada yang bisa klarifikasi.
Posted by: "Kaniasari" [EMAIL PROTECTED] Thu Feb 22, 2007 9:13 pm (PST) ITULAH INDONESIA... ... -------Original Message----- -- From: Sunny Date: 2/22/2007 5:43:09 PM To: Undisclosed- Recipient: , Subject: [mediacare] Dirut BUMN Diduga Berijazah Palsu REFLEKSI: Tidak mengherankan kalau dirut-dirut berijazah palsu membuat bumn-bumn menjadi kerut-kerut. CENDRAWASIH POS Kamis, 22 Februari 2007 Dirut BUMN Diduga Berijazah Palsu JAKARTA- Kasus ijazah palsu tidak hanya menimpa bupati, anggota DPRD, atau DPR RI. Seorang direktur utama sebuah BUMN juga diduga kuat menggunakan ijazah palsu. Kasus itu mencuat berdasar laporan Serikat Pekerja (SP) PT Berdikari. Yang dilaporkan adalah Dirut PT Berdikari (Persero) Didik Suryohandoko Sukamto. ''Kami minta Kementerian BUMN membatalkan surat pengangangkatan Didik Suryohandoko Sukamto sebagai direktur utama PT Berdikari,'' ujar Ketua Umum SP Berdikari Kemas A. Yani Aziz di gedung DPR Jakarta kemarin. Laporan ijazah palsu tersebut disampaikan SP Berdikari kepada Men BUMN Sugiharto dengan tembusan presiden, Komisi VI DPR, sekretaris kabinet, Kapolri, dan dewan komisaris PT Berdikari. Didik jadi Dirut periode kedua BUMN bidang logistik itu berdasarkan SK Men BUMN No.Kep-147/MBU/ 2006 tertanggal 27 Desember 2006. Dalam daftar riwayat hidup Didik baik saat masuk karyawan maupun jadi anggota direksi tercatat lulusan SMU PSKD-2 Jakarta. Yang bersangkutan juga mengaku pernah jadi pejabat teras di Bimantara Group dan direktur pemasaran PT Rajawali Citra Televisi Indonesia (RCTI). ''Temuan kami, semua keterangan itu palsu,'' jelas Kemas. Dugaan pemalsuan itu sangat kuat karena ada keterangan tertulis dari SMU PSKD-2 yang menyatakan Didik hanya sampai kelas dua. Kepala SMU PSKD-2 Suryadi Prasetyo dalam suratnya tertanggal 19 Februari 2007, menyatakan Didik tidak pernah lulus dan dapat ijazah dari sekolahnya. Didik mengaku lulus di sekolah itu 1968. Namun, keterangan tertulis pihak PSKD-2, Didik masuk kelas I pada 1968. Dalam buku induk siswa tercatat Didik sampai kelas II, tapi tidak ada keterangan di kelas III dan dinyatakan lulus. ''Sangat ganjal, masak masuk tahun 1968, lalu lulus juga tahun yang sama,'' jelas Kemas. Pihak Bimantara juga membantah Didik pernah jadi karyawannya. Hal itu tercantum dalam surat Bimantara tertanggal 16 September 2002. Yang fatal lagi, Didik mencantumkan keterangan dalam riwayat hidup (CV) pernah jadi direktur pemasaran RCTI pada 1986-1992. Hal itu aneh karena RCTI baru mengudara pada 1988. Sesuai surat pihak RCTI tertanggal 26 Agustus 2002 yang diteken Kris Warsono (kabag personalia), jabatan Didik terakhbir adalah senior manager marketing. ''Sangat aneh, bagaimana seserang terpilih jadi direktur utama BUMN dengan memberi keterangan palsu dan pakai ijazah palsu,' tegas Kemas. Oleh karena itu, SP Berdikari minta Kementerian BUMN membatalkan pengangkatan Didik sebagai direktur utama. Selain menempuh langkah hukum, pekerja juga minta Didik mengembalikan uang baik sebagai gaji, bonus, maupun tunjangan lainnya yang diterima dari PT berdikari baik sebagai karyawan maupun sebagai anggota direksi. ''Kami minta uang itu dikembalikan ke perusahaan dalam bentuk tunai, jangan pakai uang palsu,'' jelasnya. Saat dikonfirmasi koran ini, Dirut PT Berdikari Didik Suryohandoko Sukamto tidak mau memberi keterangan soal laporan tersebut. ' Maaf saya lagi di rumah sakit karena orang tua saya lagi sakit keras. Jadi, lain kali saja,'' katanya. Sekretaris Perusahaan PT Berdikari Ratnawati mengaku sudah mendengar soal laporan itu. Tapi, pihaknya tidak berwenang menanggapi. ''Saya pikir itu persoalan pribadi yang tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan,' ' papar Ratnawati. (adb) ____________________________________________________________________________________ It's here! Your new message! Get new email alerts with the free Yahoo! Toolbar. http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
