Ada tidak dokter-dokter Indonesia yang membuat Tim untuk aksi kemanusian seperti ini. Apa aksi sosial yang diluncurkan Indosiar dengan tembang kenangan itu termasuk kerja sosial seperti yang dilakukan oleh dokter australia ini.
Pasti akan banyak kelompok masyarakat yang terbantu dan dapat menikmati langsung layanan sosial seperti ini. Semakin banyak Tim dokter Indonesia yang mau bekerja sosial. Ada anggaran dari pemerintah dan mungkin juga sokongan dari para pengusaha sebagai tanggung jawab sosial dan ada juga sumbangan dari individu. oh...indahnya dunia dian ----- Original Message ----- From: Sunny To: Undisclosed-Recipient:; Sent: Friday, February 23, 2007 10:02 AM Subject: [mediacare] 85 Pasien akan dibedah dokter Australia http://www.indomedia.com/poskup/2007/02/21/edisi21/floresa.htm 85 Pasien akan dibedah dokter Australia Larantuka, PK Tim dokter ahli beranggotakan delapan dokter ahli bedah dari Himpunan Dokter Bedah (HDB) Australia akan kembali ke Flores Timur (Flotim) untuk melanjutkan operasi/bedah gratis terhadap 85 pasien di RSUD Larantuka. Kedatangkan tim dokter ini merupakan kegiatan lanjutan dari operasi tahap I yang sudah digelar tanggal 1 - 9/12-2006 di Flotim. "Pasien yang belum ditangani 85 orang. Mereka siap dioperasi tahap II karena telah melewati pemeriksaan tahap I tahun 2006. Tim ini akan tiba di RSUD Larantuka, Sabtu (24/2-2007) sampai dengan Minggu (4/3-2007). Kali ini tim dokter Australia tidak menerima pendaftaran pasien baru dengan alasan singkatnya waktu. Mereka hanya melayani 85 pasien yang tersisa tahap I tahun lalu," kata Direktur RSUD Larantuka, dr.Yoseph Usen Aman, kepada Pos Kupang di Larantuka, Sabtu (71/2-2007). Dijelaskan, 85 pasien tersebut menderita usus turun (hernia), usus buntu (apendiks), gondok (struma), batu kandung kencing/kemih, pasien yang cacat akibat luka bakar dan jenis tumor lainnya. Kegiatan kemanusiaan ini akan dibantu tim medis dan paramedis RSUD Larantuka yakni dr. Cor Udjan, dr. Made dan dr. Asty Lebao. Tentang jenis penyakit menonjol ke-85 pasien, dokter Yos mengatakan, paling banyak hernia (usus turun). Penyebabnya, terjadi kelainan biologis pada rongga perut bagian bawah penderita. Akibatnya, jika terjadi tekanan ke bawah dalam rongga perut seperti mengangkat barang berat, mengejan, menangis atau berteriak terlampau lama, ususnya akan turun ke bawah. Penderita harus dibedah untuk dikembalikan ususnya yang turun ke tempat semula dan lubang/tempat usus biasa turun dijahit agar tertutup. "Usus turun karena di dalam perut manusia ada rongga sehingga usus gampang turun lewat rongga-rongga itu. Kalau tidak dioperasi, maka usus tersebut turun-naik maka bisa menimbulkan kematian. Untuk mencegah harus ditangani lebih dini," ujarnya dokter Yos. "Biasanya para orangtua di kampung mengatakan pusat yang menonjol ke depan karena saat lahir orangtua salah potong ari-ari. Itu tidak benar. Yang benar tanda bahwa usus anak turun/keluar ke pusat. Itu harus segera dioperasi. Kalau tidak suatu saat akan terasa sakit kalau tidak bisa keluar-masuk lagi," kata mantan Diretur RSUD Kalabahi, Kabupaten Alor itu. (art) __________ NOD32 2076 (20070222) Information __________ This message was checked by NOD32 antivirus system. http://www.eset.com
