Seperti ayam dan telur, pak Martin, yang mana duluan? Menjadi negara 
bersih dulu lalu menjalankan sistim SoFi-nummer, atau menjalankan 
sistim SoFi-nummer agar negara menjadi bersih? Saya tidak tahu kapan 
sistim SoFi-nummer mulai dijalankan di Belanda sini, tapi sering 
membaca kehancuran VOC di Hindia Belanda dulu itu salah satunya 
akibat korupsi. Lalu VOC diambil-alih oleh pemerintah Belanda dan 
dibereskanlah korupsi itu oleh pemerintah Belanda. Jadi korupsi 
bukan sesuatu yang mustahil dibereskan, kuncinya terletak pada ada 
tidaknya political will peemrintah Indonesia, seperti kata pak 
Martin di bawah ini. Herannya, kenapa ya pemerintah Indonesia tidak 
punya political will untuk membenahi negaranya sendiri?

Di Belanda boleh dibilang tidak ada korupsi, wong Belanda termasuk 
negara terbersih di dunia. Korupsi kecil-kecilan mungkin ada juga, 
tidak ada yang 100% kedap air, bukan? Tapi pelakunya pasti sering 
kencing di celana sebab belum apa-apa sudah ketakutan tertangkap.

Kita yang di luar negeri (apalagi yang sudah WN luar negeri) cuma 
bisa bilang "Indonesia negara merdeka, dus merdeka berbuat apa saja, 
termasuk merdeka menangani atau membiarkan korupsi merajalela".

Salam hangat, Danny Lim, Nederland

--- In [email protected], Martin Widjaja <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya baru baca artikel ini setelah saya posting menanggapi posting 
dr Mas Kukuh.
> 
> Kayaknya kali ini Mas Danny effektif sekali memberi resep supaya 
kita nggak
> jadi terlalu apriori pada orang lain...Cuma situasinya beda sekali.
> Pemberlakuan sistim nomor tunggal buat KTP,SIM,No Pajak dll sudah 
dijalankan
> di banyak negara yg terkenal bersih termasuk Singapore yg sangat 
menelanjangi
> data2 pribadi kita.
> Kalau saja ini bisa diberlakukan di Indonesia [ mungkin ada aja 
negara yg mau
> membiayai system ini dengan loan bahkan mungkin hibah ]  wah nggak 
perlu apriori
> atau terus ber praduga macam2 dah kita, kecuali yah si petugas 
pajak...[ memang tugasnya.]
> 
> Tapi melihat political will dan tantangan yg sangat berat yg 
dihadapi
> SBY dan para petinggi negara ini, gambaran Mr Danny tsb hanyalah 
soal mimpi..
> Bayangkan soal UU Pembuktian terbalik dan perlindungan konsumen 
kan juga
> mimpi hingga sekarang, dan yg sangat parah, para lawmakres [ DPR ] 
kita
> yg mati2an nge blok UU itu [ jaman GD jadi presiden ]
> Sekali lagi kalau udah begini, kita hanya bisa berucap, nasib 
bangsa ini lah ...
> 
> Salam , martin - caracas
> 
> 
> 
> 
> ----- Original Message ----
> From: Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]>
> To: [EMAIL PROTECTED]; mediacare mediacare 
<[email protected]>
> Sent: Thursday, February 22, 2007 2:21:41 PM
> Subject: [mediacare] Re: [KincirAngin] Essay - Sebuah prasangka 
terhadap teman yang kebetulan anggota DPR
> 
> Dengan adanya internet, pembandingan gaji seseorang dengan 
mobilnya gampang
> sekali. Di Belanda misalnya, Dinas Pajak mencatat di komputernya 
berapa
> pajak yang dibayar seseorang, maka akan diketahui penghasilannya 
(gaji atau
> keuntungan perusahaan). Komputer Dinas Pajak dikopel dengan 
komputer Polisi
> Lalu Lintas yang punya catatan nomor polisi mobil. Maka orang yang 
gajinya
> kecil tapi punya mobil Mercedes pastilah menggelapkan pajak atau 
mendapat
> uangnya dari praktek kriminal. Pengkopelan database Dinas Pajak 
dan Polisi
> Lalu Lintas itu legal, diatur oleh UU Belanda. Kuncinya SoFi-
nummer, sejak
> mbrojol dari perut sampai gamepoint, seseorang di Belanda memiliki 
sebuah
> SoFi-nummer. Pemerintah tinggal mentik SoFi-nummer seseorang, maka 
seluruh
> riwayat hidupnya akan terbaca di monitor. Misalnya pernah menikah 
berapa
> kali dengan siapa, alamatnya di kota apa, bekerja di mana, pernah 
dihukum
> atau tidak dll.
> 
> Mengapa Indonesia tidak mau mencontek sistim SoFi-nummer Belanda 
untuk
> mengganyang korupsi? Walahualam.
> 
> Salam kincir, Danny Lim, Nederland
> 
> ----- Original Message -----
> From: "Satrio Arismunandar" <[EMAIL PROTECTED]>
> To: "news Trans TV" <[EMAIL PROTECTED]>; "student EMBA"
> <[EMAIL PROTECTED]>; "Begundal Salemba"
> <[EMAIL PROTECTED]>; "PJTV PJTV" 
<[EMAIL PROTECTED]>;
> "Cikeas Cikeas" <[EMAIL PROTECTED]>; "mediacare mediacare"
> <[email protected]>; "pantau" <pantau-
[EMAIL PROTECTED]>; "AJI INDONESIA"
> <[EMAIL PROTECTED]>; "Kincir Angin" 
<[EMAIL PROTECTED]>;
> "Forum Kompas" <[email protected]>
> Sent: Thursday, February 22, 2007 11:49 AM
> Subject: [KincirAngin] Essay - Sebuah prasangka terhadap teman yang
> kebetulan anggota DPR
> 
> 
> > Essay - SEBUAH PRASANGKA TERHADAP TEMAN, YANG KEBETULAN ANGGOTA 
DPR
> >
>


Kirim email ke