Arugmen-argumen kelompok terkait itu kan bisa dihadapi dengan seribu satu 
pandangan dan pemikiran ilmiah, sosiologis, moderen, dan terutama dengan akal 
sehat (common sense). Umat di Indonesia banyak sekali loh yang telah terdidik, 
bahkan S3 dari luar negri segala.
   
  Dan sekait super market saya sih yakin disana pun orang seharusnya memakai 
akal sehat dalam "berbelanja". Lah wong karena "shopping" dalam masalah ini 
bisa berdampak kebaikan, atau mala petaka besar buat umat semua agama. 
Pendeknya buat seluruh negara ini. Jadi kita kita harus jeli pada "iklan" apa 
saja, apalagi yang terasa atau bahkan jelas jauh dari akal.
  

Mohon maaf telah nimbrung, 

salam, 

TSL

hadjar_wish <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          
Saya ulang:

Kelompok Basyir ini mungkin saja MINORITAS, tapi dilihat dari sudut
ajaran Islam mereka itu TIDAK salah.

Makanya orang Islam yang lain tidak punya argumen untuk
menyalahkannnya: kebanyakan mereka itu diam saja dihadapan kebuasan
dan kesalahan kelompok Basyir ini..

Dan kalaupun ada yang angkat bicara mereka akan segera didiamkan oleh
argumen yang dipakai oleh kelompok Basyir itu.

Jangan kita lupa: 

ajaran Islam itu kayak super market atau toko serba ada - artinya
bila anda mau biadab kayak Basyir dan pengikutnya ada argumennnya di
ajaran Islam (al-Mushaf dan hadits) anda mau toleran juga ada ayat dan 
haditsnya...

Tinggal pilih.

Dua-duanya bener.

Dan - ini juga penting - tidak ada jaminan bahwa orang yang hari ini
pasang wajah toleran akan tetap besok masih toleran...

Dia tinggal ganti ayat dan hadits.

Dari sumber yang sama.

--- In [EMAIL PROTECTED], "walsuparmo" <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Salam,
> Kelompok Basyir inilah yang MINORITAS dan hendak memaksakan 
> kehendaknya kepada mayoritas yang berfikiran sehat.Namun mayoritas 
> juga salah dan sekarang akan merasa akibatnya memelihara atau 
> melindungi macan dalam rumahnya yang sewaktu-waktu dapat menerkam 
> tuan rumah.
> Wasalam,
> Wal Suparmo.
> 
> 
> --- In [EMAIL PROTECTED], "Alamsyah M. Dja'far" <alammdj@> 
> wrote:
> >
> > Oleh : ABDULLAH UBAID/SYIRAH
> > 
> > Jakarta- Surat yang dikirim pemimpin Majelis Mujahidin
> > Indonesia (MMI) Abu Bakar Ba'asyir kepada Presiden
> > Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), di Istana Negara
> > kemarin siang (22/02), menuai kontroversi. 

Kirim email ke