Lho Mas Radityo ini baru tahu yah? Bukannya sudah sejak dulu KOMPAS seperti ini.... Payah sampeyan, ketinggalan jauh
salam bvd --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Menurutku, inilah artikel terpendek sepanjang > sejarah Harian KOMPAS. Artikel itu tersusun dari 3 > kalimat saja, dengan belasan kata. Lalu apa yang > bisa didapatkan oleh para pembaca dari secuil > artikel basa-basi itu? > > Sementara secara besar-besaran KOMPAS rutin memuat > "artikel" soal apartemen kelas atas, mobil mewah, > ponsel, Microsoft, peluncuran piranti lunak terbaru, > seremonia dan bentuk kemewahan lainnya. Padahal > kerap terdengar KOMPAS anti menonjolkan promosi > produk, kalau tak mau pasang iklan. Semua ulasan > produk itu tak dicantumkan sebagai advertorial, > pariwara, dan istilah lainnya. Iklan gelap? > Walahualam...... > > Karena cukup banyak berita "basa-basi", lama > kelamaan para pembaca KOMPAS ya membacanya hanya > sekadar untuk basa-basi belaka. Kalau begitu, saya > sarankan Harian KOMPAS perlu mengubah slogan > kebanggaannya menjadi "Amanat Hati Nurani Biro > Iklan", bukan "Amanat Hatinurani Rakyat". > > > > > =========================================== > > Perempuan Termarjinalkan > > > http://www.kompas.co.id/kompas-cetak/0702/24/Politikhukum/3338108.htm > > > Sebanyak 41 peraturan daerah di Indonesia masih > diskriminatif terhadap > kaum perempuan serta kelompok minoritas, seperti > homoseksual, > transjender, dan transseksual. Aturan itu > menyebabkan eksistensi mereka > terus termarjinalkan. Pendiri Arus Pelangi, Widodo > Budi Darmo, > mengemukakan itu di Palembang, Kamis (22/2). (lkt) > > > > > > --------------------------------- > Access over 1 million songs - Yahoo! Music Unlimited. ____________________________________________________________________________________ Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL
