Maksudnya Mas Radityo menyorot artikel advertorial, atau minimal pro pemasang iklan, namun akhirnya menjadi perusakan nama baik, menjadi menghina media lain, menjadikan kita semua ini kanibal.
seperti kasus Ade Armando, semua berbondong-bondong menyerbu kanibal, tirani kelompok, sebetulnya semua Koran, tentunya ingin dibilang Pro-pemasang iklan, sudah pasti, namun tentu masih dalam koridor teknologi, pengetahuan masyarakat. saya dulu bekerja di HP Indonesia, tiap hari ada liputan teknologi komputer, besok printer, besok PDA, besok all-in-one, itu biasa, mau tanya kemana tentang info produk baru kalau bukan ke manufacturer? bagus artikelnya ditulis untuk pengetahuan masyarakat, salam, Goenardjoadi Goenawan --- In [email protected], billy von daperste <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Lho Mas Radityo ini baru tahu yah? Bukannya sudah > sejak dulu KOMPAS seperti ini.... > Payah sampeyan, ketinggalan jauh > > salam > bvd > > > --- radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Menurutku, inilah artikel terpendek sepanjang > > sejarah Harian KOMPAS. Artikel itu tersusun dari 3 > > kalimat saja, dengan belasan kata. Lalu apa yang > > bisa didapatkan oleh para pembaca dari secuil > > artikel basa-basi itu? > > > > Sementara secara besar-besaran KOMPAS rutin memuat > > "artikel" soal apartemen kelas atas, mobil mewah, > > ponsel, Microsoft, peluncuran piranti lunak terbaru, > > seremonia dan bentuk kemewahan lainnya. Padahal > > kerap terdengar KOMPAS anti menonjolkan promosi > > produk, kalau tak mau pasang iklan. Semua ulasan > > produk itu tak dicantumkan sebagai advertorial, > > pariwara, dan istilah lainnya. Iklan gelap? > > Walahualam...... > > > > Karena cukup banyak berita "basa-basi", lama > > kelamaan para pembaca KOMPAS ya membacanya hanya > > sekadar untuk basa-basi belaka. Kalau begitu, saya > > sarankan Harian KOMPAS perlu mengubah slogan > > kebanggaannya menjadi "Amanat Hati Nurani Biro > > Iklan", bukan "Amanat Hatinurani Rakyat". > > > > > > > > > > =========================================== > > > > Perempuan Termarjinalkan > > > > > > > http://www.kompas.co.id/kompas- cetak/0702/24/Politikhukum/3338108.htm > > > > > > Sebanyak 41 peraturan daerah di Indonesia masih > > diskriminatif terhadap > > kaum perempuan serta kelompok minoritas, seperti > > homoseksual, > > transjender, dan transseksual. Aturan itu > > menyebabkan eksistensi mereka > > terus termarjinalkan. Pendiri Arus Pelangi, Widodo > > Budi Darmo, > > mengemukakan itu di Palembang, Kamis (22/2). (lkt) > > > > > > > > > > > > --------------------------------- > > Access over 1 million songs - Yahoo! Music > Unlimited. > > > > > _____________________________________________________________________ _______________ > Get your own web address. > Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. > http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL >
