Tempo hari saya pernah memposting artikel wawancara Radio Nederland
dengan redaksi Tempo. Kalimat-kalimat sang pemimpin redaksi Tempo
pada wawancara itu adalah "kreasi" sendiri, artinya sama sekali
tidak mengikuti kaidah tata bahasa Indonesia. Kita tidak tahu mana
subyek, mana obyek, mana keterangan waktu, mana anak kalimat dll.

Hal di atas ada kaitannya dengan ke-rese-an orang Indonesia. Kita
lihat kasus yang aktuil sekarang ini, yaitu poligaminya Ade Armando.
Sesuai UU, jelas poligami diperbolehkan di Indonesia, namun amat
banyak anggota Media Care yang mengutuk AA Gym dan Ade Armando.
Tentu saja setiap orang Indonesia berhak kontra poligami, tapi yang
mesti dihantam adalah KUA yang mensahkan poligami, bukan AA Gym atau
Ade Armando yang tidak bisa berpoligami bila tidak ada KUA.

Kecendrungan membuat UU sendiri pada mayoritas orang Indonesia itu
analog dengan kecendrungan orang Indonesia membuat tata bahasa
sendiri. Belum membudaya buat orang Indonesia untuk PATUH kepada UU
dan Tata Bahasa, serta peraturan-peraturan lainnya. Korupsi, jam
karet dan gebuk-gebukan adalah contoh lain kecendrungan orang
Indonesia melanggar peraturan yang ada.

Salam hangat, Danny Lim, Nederland


MOD:

Oom DL, sekadar info dan koreksi...Mas BHM sudah lama tidak menjabat sebagai 
Pemred TEMPO. Saran saya untuk Ranesi, karena wawancara lisan, redaksi/script 
writer atau apalah namanya kan musti mengedit sebelum ditayangkan.


--- In [email protected], radityo djadjoeri <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Mohon komentar dari teman-teman untuk serangkaian kalimat di bawah
ini:
>
>   "Kapal Terbakar Usai Nonton Titanic"
>
>   (judul berita di harian Tribun Timur, Makassar)
>
>   Komentar sty:
>   Rasa-rasanya memang kurang logis, masa ada kapal yang bisa
nonton. Yang bisa nonton kan penumpang, bukan kapalnya.
>
> "Yang membawa sepeda jangan ditempatkan dalam gedung"
>   (di mesjid)
>
> "Yang membawa HP harap dimatikan"
>   (di mesjid)
>
> "Waktu chotib berkhotbah dilarang berbicara"
>   (di mesjid)
>
> "Jangan keluar sebelum diguyur"
>   (di dalam toilet)
>
>
>   Komentar Anda?
>
> sumber: sty -  guyub bahasa
>
>

Kirim email ke