Sesungguhnya saya telah berusaha menghindari dari keterjebakan debat kusir semacam ini, sebab selalu saja emosional, agitatif dan jauh dari mengkedepankan rasio, apalagi persaaan.
Tetapi, akhirnya tak sanggup diam, terlebih setelah membaca postingan 'Pria Biasa'. Kalau saya jadi Bang Ade, mungkin saya akan melakukan yang lebih dari memberi klarifikasi. Bisa saja saya cari 'Pria Biasa' dan saya minta mempertanggungjawabkan setiap tulisannya. Karena apa yang dituslikan merupakan penistaan yang teramat sangat. Menistakan harkat kemanusiaan, terutama harkat kewanitaan seseorang. Ke depan, saya berharap ikut milis ini lebih banyak mendapat pencerahan, bukan pemburaman pikiran akibat tulisan-tulisan macam kiriman 'Pria Biasa'. salam risau orang riau ahmad s.udi/www.riauterkini.com --- pak sam <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
