Bagaimana jalan pemikirannya untuk sampai pada kalimat terakhir Anda? Dari kalimat saya yg mana? Coba silakan copy and paste kalimat2 dari email2 saya yang menyatakan saya mendukung poligami.
Saya tunggu. ----- Original Message ----- From: marthajan04 To: [email protected] Sent: Monday, February 26, 2007 4:55 PM Subject: [mediacare] Jangan samakan Christopher dengan anjing - Re: Poligami Ade Armando Terbukti sampai sekarang tidak ada follow up-nya, berarti upaya Husna kurang mendapat dukungan dari perempuan Indonesia sendiri, alias mereka nrimo saja. ============================================ sebagian kecil nerimo tapi bagian yang lebih besar lagi malah mendukung. mengapa mendukung? banyak wanita2 yang ber-cita2 jadi istri kedua , ketiga dst. asal suaminya itu kaya daripada hidup bersama pemuda yang masih kere. salahnya juga terletak pada budaya masyarakat indonesia sendiri terutama masyarakat di pulau Jawa (Jawa dan Sunda) yang menilai harga wanita itu dari kekayaan suaminya. istri yang kesekian bahkan gundik2 orang kaya lebih dihargai, dihormati, di-sanjung2, di- elu2kan (bukan di kamu2kan maksudku), dibanggakan sebagai teman dll. dari pada istri pertama/satu2nya pemuda kere. ini juga sulit disalahkan perempuannya sebab banyak juga (contohnya aa gym) sebagai pemuda kere mengawini teh ninih, sama2 bekerja giat tau2 sudah kaya kawin lagi. jadi nomor satu disalahkan itu masyarakatnya. kedua salah laki2 buaya binalnya ketiga salah bini keduanya yang mata duitan keempat salah bini pertamanya yang tidak punya harga diri ini saya salahkan sebab membuat lelaki jadi tidak merasa bersalah poligami. jadi kalau ada wanita yang mendukung poligami ya pasti kalau dia itu ber-cita2 atau sudah jadi istri kedua atau ibunya itu adalah istri kedua. kemungkinan Debbie Sumual masuk salah satunya. MJ --- In [email protected], "Debbie Sumual-Patlis" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > So what gitu kalo udah tinggal di Amrik 30 tahun? > Trus kenapa kalo udah 30 tahun di sana masih makan nasi? Perlambang cinta ibu pertiwi? > Ih gila ya, gak penting banget! So low gitu loh! > > Emang sih it is a sad country, karna orang2nya pada asik ngeributin urusan pribadi orang. > WOI MAS, bukannya pemikiran org2 di Amrik itu pada sebodo teing ama urusan orang? > Lha, elo ngapain aja 30 tahun di sana kagak belajar hal yg satu itu? > > > > ----- Original Message ----- > From: Deddy Mansyur > To: [EMAIL PROTECTED] > Sent: Monday, February 26, 2007 9:25 AM > Subject: [mediacare] Jangan samakan Christopher dengan anjing - Re: Poligami Ade Armando > > > > Oom Danny Boy, > > You and I are so lucky. > > We have been outside Indonesia for a long time. Oom di Belanda bertahun-tahun dan saya juga di amrik selama 30 tahun. Mentalitas kita sangat berbeda dengan kehidupan manusia Indonesia yang tinggal di Indonesia. Seperti baru-baru ini, contoh saja, Oom kirim foto Grup Ferrari Indonesia majang-majang dijalanan di Indonesia......what the F _ _ K is this, uh???????? Sudah tahu Indonesia punya hutang banyak sekali, KKN dimana-mana, DPR bejat dengan studi banding, preman bunuh orang, merampok bank, TKW diperkosa di Arab, korban lumpur panas nggak ada yang belain, Adam Air who cares, sarjana-sarjana kagak punya pekerjaaan, gang Cendana masih hidup nyaman masih menikmati duit colongan dll, dsb, etc., and so forth...........and........IT IS A SAD COUNTRY...... > > Saya saja sempet di "SEMPROT" sama beberapa anggota milis KA dan Mediacare gara-gara saya kasih komentar soal Ade. What I said was just, "He is a horny man...." Ada yang ngamuk sama saya. Mereka pikir saya punya pikiran yang dangkal, perhaps goblok who knows.... > > My point is: > > Oom Danny Boy, you know it and I know it......I don't kiss your ass, right? > Ada juga orang yang cemburu sama saya karena saya deket sama Oom Danny dalam cara berfikir. Saya juga ada yang nggak cocok sama Oom Danny Boy. Misalnya: Oom demen banget makan keju di Belanda dan saya kagak demen sama keju. Saya hanya demen makan RICE RICE RICE walaupun sudah berpuluh-puluh tahun di amrik. Ini contoh bahwa kita juga punya perbedaan but that does not mean we can't work together to build NKRI. Semuanya harus dimulai dengan MENTAL, WATAK, MORAL, CARA PERPIKIR dll manusia Indonesia. We are soooooo lucky to live outside Indonesia - you di Belanda dan saya di amrik. Di Indonesia, bener-bener sadis mutu kehidupan mereka. Rakyat kecil habis disiksa. Ada orang bilang sama saya, " What do you know about building NKRI, you don't care......." I DO CARE. Baru-baru ini saya set up program Self-Defense Karate For Women yang dijalankan oleh Dinda dan program tersebut berjalan dengan lancar di Jakarta. Bulan Juli ini saya akan ada di tanah air untuk memberikan Sel-Defense Combat Karate Seminar untuk anggota Kopassus. > > You see, I care for Ibu Pertiwi walaupun sudah 30 tahun tinggal di amrik......and I still eat RICE. > > Got that? > > Oss! > > Jesus loves you. Buda loves you. Allah loves you. Konghucu loves you. Hindu loves you. > > I love you all. > > Let's work TOGETHER to build NKRI. > > sensei deddy mansyur > university of houston > www.uh.edu/shotokan > http://www.isska.com/HoustonShotokan/pages/index.html > > > Riza menutup emailnya dengan kalimat "jangan lakukan pada orang lain, apa yang anda tidak ingin alami ketika anda pada posisi orang lain tersebut" > Namun kita tidak mendengar keluhan istri pertama yang dimadu. Ibu Fatmawati dulu marah-marah namun tetap tidak mau bercerai dari Soekarno. Bila disidangkan di Belanda, hakim akan bilang "Lho yang dirugikan saja tidak memberontak, kok orang lain yang mencak-mencak?" > > Orang Indonesia 'tuh mesti belajar keluar dari budaya nrimo- nya. Dikorup ya nrimo, kebanjiran ya nrimo, rumahnya di Porong jadi Pompei ya nrimo, dimadu ya nrimo. Saya pribadi TIDAK SETUJU poligami, terutama karena saya Katolik. Tapi di Indonesia de facto berlaku dua macam pasal UU, yaitu pasal yang mengatur Kantor Catatan Sipil dan pasal yang mengatur Kantor Urusan Agama. Pertanyaan saya tetap sama: "siapa berani menolak/menghapus KUA?" Kelihatannya tidak ada yang berani, semuanya ya nrimo saja. Belum lama berselang, rekan kita Husna Mulya dari Koalisi Perempuan bilang akan berdemo menentang poligami, saya bilang ketika itu: "Yang mesti dicecar KUA". Terbukti sampai sekarang tidak ada follow up-nya, berarti upaya Husna kurang mendapat dukungan dari perempuan Indonesia sendiri, alias mereka nrimo saja. > > Bila bangsa Indonesia bisa berapi-api membebaskan diri dari penjajahan kolonial Belanda di tahun 1945, mengapa kini tidak bisa membebaskan diri dari korupsi, poligami, aparat pemerintah yang lalai/loyo dll.? Bukankah lembaga legislatif yang mewakili rakyat sudah tersedia, bahkan ada dua macam di Indonesia, satunya DPR lainnya DPD? Mengapa mereka tidak berupaya menghapus KUA? Kemungkinan besar karena mereka nrimo juga ya. Apakah anggota Kincir Angin juga nrimo, kelihatannya begitu, he he. > > Sebuah diskusi yang menarik dan bermanfaat. > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland > > > Dear Danny, > > Provokasinya menarik akan tetapi argumen yang dibangun Danny melupakan satu faktor penting yaitu peradaban. Manusia purba yang hidup di gua memang mempraktekkan apa yang dikatakan Danny, pejantan yang secara fisik besar mendapat "hak" untuk mengawini banyak batina sehingga komunitas purrba tersebut dapat bertahan menghadapi manusia purba maupun hewan purba lainnya. Akan tetapi pada saat sekarang manusia tidak berada dalam periode survival bakan jumlah manusia mengancam survival dari bumi dan karenanya harus dikendalikan. > Soal poligami memang multi dimensi akan tetapi kita dituntut untuk membangun kepekaan terhadap berbagai aspek lain seperti keberlangsungan dunia, penghargaan terhadap hak asasi dan martabat manusia, serta terutama hukum besi dalam etika sosial "jangan lakukan pada orang lain, apa yang anda tidak ingin alami ketika anda pada posisi orang lain tersebut". > > Jabat erat, > Riza > > Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > --- In [email protected], "Danny Lim" wrote: > > Alam telah mengatur sedemikian rupa agar khewan tidak punah, > karenanya sang jagoan menjadi kepala regu dan boleh menebarkan > spermanya ke banyak betina. Anak-anak yang lahir dari sperma jantan > jagoan diharapkan akan menjadi jagoan pula, sehingga jenis khewan > itu tidak punah. Coba kalau yang mengawini banyak betina itu monyet > kerempeng, 'kan anak-anak monyetnya bakalan kerempeng semua, ya > nggak? Sekali kehujanan saja mati semuanya. > > Tapi manusia bukan khewan, jadi tidak bisa diukur dari otot > khewannya, melainkan dari budi pekertinya. Pertanyaannya: apakah > anak-anak dari orang yang berpoligami bakal lebih rese dari anak- > anak yang papinya bermonogami? Kalau ya, maka KUA mesti ditutup. > > Fenomena ini menarik untuk diamati lebih jauh, misalnya dengan > mengamati tokoh-tokoh top/teladan/berjasa Indonesia, apakah berasal > dari papi yang berpoligami atau papi yang bermonogami? Kasarnya, > apakah ada relasi antara prestasi anak-anak dengan situasi poli/mono > papinya? Contoh yang saya lihat, Megawati Soekarnoputri berasal dari > papi poligamis, tokh Megawati bisa menjadi presiden Indonesia. Dus > kesimpulannya? > > Salam hangat, Danny Lim, Nederland > > --- In [email protected], apiko joko mulyono > wrote: > > > > Bung Moderator... > > Supaya adil, loloskan juga postingan saya ini. > > > > Saya juga bisa berbicara tentang poligami Mas Ade Armando dengan > mengambil hikmah kehidupan binatang. > > > > Untuk Mas Ade, saya sarankan jangan samakan Christoper dengan > anjing. Menurutku, Christopher lebih layak disamakan dengan monyet > Yaki. Anda tahu monyet Yaki? Itu adalah sebuah komunitas monyet yang > hidup di salah satu pedalaman rimba di Sulawesi. Kalau malam mereka > naik ke pohon-pohon, saat pagi hingga sore mereka turun ke tanah > mencari makan. > > > > Salah satu perilaku yang menarik dari kelompok Monyet Yaki ini > adalah dalam soal hak dan kewajiban si pemimpin monyet. Monyet yang > berperan sebagai leader ini punya kewajiban sebagai pelindung, > penjaga, pengayom, pembela monyet-monyet yang jadi anggota > kelompoknya yang terdiri dari monyet2 betina dan monyet anak-anak, > serta monyet pejantan dan mungkin monyet yang sudah tua renta dari > ancaman dalam maupun luar kelompoknya. > > > > Sebagai imbalannya, monyet leader ini punya hak mengawini semua > monyet betina yang sudah layak dikawini. Terserah dia mau pilih yang > mana yang disukai. Sementara itu monyet pejantan lain yang hanya > berstatus anggota kelompok, harus puas hanya dengan satu pasangan. > Kalau ingin merebut hak yang dimiliki pimpinan, dia harus mampu > mengalahkan si monyet leader. Dia harus berani bertempur mengadu > nyawa atau terusir dari kelompoknya. > > > > Nah, kalau Christoper lalu merenung-renung dan berkesimpulan > bahwa Ade Armando juga adalah monyet, lantaran kekuatan seksualnya > yang--bisa jadi--melebihi Christoper yang harus puas dengan satu > wanita, ya so what gitu looh? Tapi harus diingat, jika merujuk pada > perilaku monyet Yaki, maka Christoper adalah monyet yang > kemampuannya pas-pasan, alias the looser monkey.... > > > > Sementara Mas Ade adalah monyet yang punya kemampuan leadership > yang layak diapresiasi secara positif. Dan memang, Mas Ade selama > ini boleh dibilang punya citra yang baik di masyarakat. Tulisan- > tulisannya punya bobot serta bisa mempengaruhi perilaku orang. Saya > belum pernah dengar, Mas Ade tukang main perempuan. Begitu dia main > sama perempuan lain---selain mbak Nina tentunya--- perempuan itu > adalah istri keduanya, yang sah dia gauli....yang akan mendapat > pahala jika dia 'campuri' , dia 'gauli', dia 'intimi'.... > > > > Dan saya memaknai kehadiran Citra dalam kehidupan Mas Ade adalah > sebagai hadiah dari Tuhan atas prestasinya berperan dalam dunia fana > ini. Mas Ade sendiri menyebut poligaminya sebagai takdir. Jadi itu > sangat terkait dengan keyakinan Mas Ade tentang campur tangan Tuhan, > yang tidak bisa diganggu-gugat. > > > > Jadi apa yang salah dengan poligami Mas Ade? Apa karena > poligaminya sama cewek cantik? Yang namanya laki-laki kalau mau > nikah (apakah nikah pertama, kedua, ketiga, atau keempat) biasanya > yang jadi kriteria utamanya adalah karena kecantikannya. Dan itu sah- > sah saja bukan? Apa ada aturan yang mengharamkan menikah dengan > wanita karena kecantikannya? Gak ada!! > > > > Emangnya ada laki-laki normal kayak Christoper atau Mas Ade atau > saya nikah dengan wanita yang giginya 'mrongos' alias tonggos, > matanya juling dan berbibir sumbing? Ya mikir-mikir dulu kecuali > kalau dia janda tua kaya raya yang sudah divonis dokter tiga bulan > lagi tewas karena kanker payudara....atau kecuali dia adalah sosok > perempuan yang sangat cerdas, soleh dan baik hati... > > > > Saudara Christoper sebaiknya berhenti menulis kata-kata yang > kurang membangun hubungan persaudaraan menuju arah yang positif. > Semakin Anda mengirim tulisan nggak bermutu, semakin orang tahu > seberapa tinggi mutu Anda sebagai manusia. > > > > Lama-lama orang sepakat, Christoper memang hanya layak jadi > monyet Yaki yang tidak punya hak mengawini banyak betina. Alias the > looser Yaki....:) :) > > > > Wassalam, > > ApikoJM > > > > > > Christopher Nommensen wrote: > > Dear Moderator... > > > > Mohon loloskan email saya ini.. > > karena pernyataan saya bersifat ilmiah, bukan emosional :-) > > > > Bung Ade menyatakan saya adalah anjing.... > > Mmm.... itu berarti adapersamaan antara saya dan anjing... > > Mmm... saya berpikir.. apa persamaan saya dan anjing... :-) > > > > Setelah melalui perenungan... > > Saya menemukan jawabannya... > > > > Ternyata Bung Ade lah yang sama dengan anjing... > > Sama-sama suka memasukkan penisnya ke lebih dari satu pasangan > > > > :-) > > > > Salam Kesegaran > > >
