Mengucapkan Selamat Ulang Tahun ke 30
  buat kawan-kawan Teater Koma.
  Senantiasa sukses.
   
  Salam,
  abdul malik
  banyumili
  jaringan informasi dan kajian budaya
  kradenan 2 no.25
  mojokerto 61324
  jawa timur
   
  NB:
  terima kasih untuk kiriman beberapa eksemplar buku "menyentuh teater" karya 
n.riantiarno kepada komunitas teater di mojokerto.
   
  TEATER KOMA
  Didirikan di Jakarta, 1 Maret 1977. 
  
Hingga 2005, sudah menggelar 107 pementasan, baik di televisi maupun di 
panggung. Sering melakukan kiprah kreatifitasnya di Pusat Kesenian Jakarta 
Taman Ismail Marzuki, TVRI dan Gedung Kesenian Jakarta.
  Perkumpulan Kesenian yang bersifat non-profit ini, mengawali kegiatan dengan 
12 seniman (kemudian disebut sebagai Angkatan Pendiri). Kini, kelompok didukung 
oleh sekitar 30 anggota aktif dan 50 anggota yang langsung bergabung jika waktu 
dan kesempatannya memungkinkan.
  TEATER KOMA banyak mementaskan karya-karya N. Riantiarno. Antara lain;
  Rumah Kertas, Maaf.Maaf.Maaf., J.J, Kontes 1980, Trilogi OPERA KECOA (Bom 
Waktu, Opera Kecoa, Opera Julini), Opera Primadona, Sampek Engtay, Banci Gugat, 
Konglomerat Burisrawa, Pialang Segi Tiga Emas, Suksesi, RSJ atau Rumah Sakit 
Jiwa, Semar Gugat, Opera Ular Putih, Opera Sembelit, Samson Delila, Presiden 
Burung-Burung, Republik Bagong.
  Juga menggelar karya para dramawan kelas dunia; The Comedy of Error dan Romeo 
Juliet karya William Shakespeare, Woyzeck/Georg Buchner, The Three Penny Opera 
dan The Good Person of Shechzwan/Bertolt Brecht, Orang Kaya Baru-Kena Tipu-Doea 
Dara-Si Bakil-Tartuffe/Moliere, Women in Parliament/Aristophanes, The 
Crucible/Arthur Miller, The Marriage of Figaro/ Beaumarchaise, Animal 
Farm/George Orwell, Ubu Roi/Alfred Jarre, The Robber/Freidrich Schiller. 
  TEATER KOMA, kelompok teater yang independen dan bekerja lewat berbagai 
pentas yang mengkritisi situasi-kondisi sosial-politik di tanah air. Dan 
sebagai akibat, harus menghadapi pelarangan pentas serta pencekalan dari pihak 
yang berwewenang. Berbagai upaya juga dilakukan lewat ‘program apresiasi’ 
(PASTOJAK, Pasar Tontonan Jakarta, yang digelar selama sebulan penuh di 
PKJ-TIM, Agustus 1997, diikuti oleh 24 kelompok kesenian dari dalam dan luar 
negeri). Kelompok senantiasa berupaya bersikap optimistis. Berharap teater 
berkembang dengan sehat, bebas dari interes-politik praktis dan menjadi 
tontonan yang dibutuhkan berbagai kalangan masyarakat.
  TEATER KOMA yakin, teater bisa menjadi salah satu jembatan menuju suatu 
keseimbangan batin dan jalan bagi terciptanya kebahagiaan yang manusiawi. 
Jujur, bercermin lewat teater, diyakini pula sebagai salah satu cara untuk 
menemukan kembali akal sehat- budi-nurani.
  TEATER KOMA adalah kelompok kesenian yang konsisten dan produktif. Juga 
tercatat memiliki banyak penonton yang setia. Pentas-pentasnya sering digelar 
lebih dari 14 hari.
   (dikutip dari teaterkoma.multiply.com-------silakan gabung dg milis:[EMAIL 
PROTECTED])

 
---------------------------------
Food fight? Enjoy some healthy debate
in the Yahoo! Answers Food & Drink Q&A.

Kirim email ke