Dear Milister,- Saya termasuk anggota milis pasif disini, saya mengamati segala bentuk diskusi dari waktu ke-waktu. Mungkin saya belum cukup kemampuan untuk melakukan sharing (saya menganggap segala diskusi didalam milis cenderung kearah perdebatan).
Jujur saya sangat bingung, kenapa beberapa intelektual milis disini cenderung lebih suka mengulas masalah-masalah yang beberapa orang awam seperti saya menganggap hal tersebut bukanlah sebuah masalah yang patut diperbincangkan berlama-lama, seperti contoh kasus si Ade Armando ini. Sebagian orang menganggap Armando adalah sosok Selebritis yang layak dibicarakan (baca: di gunjingkan) dengan alasan-alasan tertentu, dan saya pribadi kebetulan juga tidak tahu menahu siapa si Armando dan kenapa sebagian dari beberapa anggota milis disini sibuk melakukan useless-thread mengenai kehidupan si Armando. Saya sangat ingin sekali sebuah topik dimana dari sini saya dapat mengambil pembelajaran mengenai berita-berita yang tentunya dilengkapi dengan dukungan "De facto of knowledge" bukan sebuah berita seputar "Omong kosong tanpa makna". Sah-sah saja memang rekan-rekan mau bicara apa didalam milis ini. Tetapi saya harap juga mempertimbangkan aspek edukatif yang rekan-rekan tulis. Ada yang sibuk berdebat ajaran agama, sibuk berbicara privasi seseorang, dan lain sebagainya. Dimana segi edukatifnya? Apakah setiap orang seperti saya disini hanya bisa memperoleh segi "Seni berdebat didalam milis" atau cuman "Seni dan teknik bergossip"? Saya dapat melihat bahwa peserta milis ini banyak berasal dari golongan akademisi, coba tunjukkan kepada kami yang ingin mendapatkan informasi yang edukatif setidaknya berita-berita (thread) yang akan menambah wawasan, bukan menambah emotional things ketika membaca berita yang rekan-rekan tulis. MEDIACARE secara harfiah menurut saya adalah kepedulian terhadap media (apapun itu), lantas apakah dengan cara seperti ini rekan-rekan menyampaikan pendapat? Bahkan net dan ettiquette bagaimana cara menyampaikan pendapat dan bagaimana cara membalas reply pun belum ada yang sesuai dengan standard RFC (Request for Comments) sehingga jawaban-jawaban (reply) tidak membingungkan pembaca, alias dapat ditelusuri awal muasal sebuah thread berlangsung. Mungkin kedepannya, diantara peserta perlu sedikit banyak belajar mengenai hal tersebut supaya tercipta suasana diskusi yang sehat dan tidak menjenuhkan. 1. http://rfc.net/rfc1855.html (bagaimana, etika menulis email) 2. http://www.huge.org/clapres/cla_7.html (bagaimana me-reply email) Salam hangat,-
