Mas Gun, ceramah nggak tepat sasaran. Masalahnya bukanlah soalhormat 
menghormati kepada orang tua atau bukan, tapi ini suatu bukti lain 
bahwa poligami itu lebih banyak merugikan daripada menguntungkan. 
Jadi kalau anda memberikan nasihat untuk menguburkan masalah orang 
tua, itu tidak tepat sasaran, karena yang dipermasalahkan di sini 
adalah soal dampak negatif poligami. Kebetulan saja pelaku poligami 
di email ini adalah bapaknya. Di tempat lain bisa saja pelakunya 
tetangganya, pakde nya dll.


--- In [email protected], "goenardjoadi" <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Dala hidup ini kita tidak perlu membeda-bedakan, dan mencela orang 
> lain, apalagi itu Bapak sendiri, berusahalah untuk mengerti, 
> walaupun bapak "sakit" kurang perhatian, mencari perhatian dari 
> cewek lain, namun beliau toh ayah kandung sendiri, masak kita 
> terlantarkan, kita sudah dibesarkan hingga umur 23 tahun, sudah 
> waktunya kita menanggung beban orang tua.
> 
> caranya dengan bangkit percaya diri sendiri, kuburkan masalah 
orang 
> tua, toh hidup mereka tak lama lagi, biarkan mereka melakukan 
> kesalahan, bukan tanggung jawab kita, toh mereka sudah tua.
> 
> Belajar dari kesalahan para pendahulu kita, sehingga kita bisa 
lebih 
> memperhatikan suami, dan menghargai suami, merangkulnya pada saat 
> dia jatuh, menjaganya supaya suami tidak post power syndrome, 
> sehingga mencari angin baru.
> 
> Berpikirlah positif, masih banyak orang lain yang harus kita 
tolong, 
> dengan tangan kaki kita, soal jodoh kita bisa senantiasa berdoa 
> mendapat dukungan Nya.
> 
> Jangan mencari jodoh yang hanya mengincar kecantikan atau kekayaan 
> semata, namun temukan seseorang yang jati dirinya kuat, tidak 
> cengeng mencari-cari buaian wanita. 
> 
> Apapun yang dilakukan bapak kita, tetap hormatilah orang tua, 
jangan 
> ikut campur dan memihak, berbaiklah dengan kedua orang tua, hibur 
> mereka di sisa umurnya.
> 
> salam,
> Goen
> 
> --- In [email protected], "aquary_redcrow" 
> <AQUARY_REDCROW@> wrote:
> >
> > Saya juga termasuk korban poligami. Efeknya? Umur 23 dan masih 
> sendiri
> > karena tidak percaya laki-laki. Kakak perempuan saya juga memilih
> > untuk sendiri dulu, di usia yang 25.
> >
>


Kirim email ke