Saudara Sato, saya kutip tulisan Anda:

"Kalau isteri anda sudah boleh menggilir suami lain
selain anda, bolehlah poligami diperjuangkan sebagai
hak asasi manusia."  

Logika apa pula yang Anda kemukakan ini? Omongan Anda seperti 
kentut di siang bolong. Tidak berdasar dan berasal dari pikiran 
kosong! (kalaupun otak Anda ada isinya, barangkali isinya cuma 
pisang goreng Pontianak!)  

Saya ingin tanya pada Anda, adakah aturan poliandri (satu istri 
banyak suami) dalam al-Qur'an? Seandainya ada, detik ini juga saya 
akan tawarkan Sato Sakaki untuk dijadikan suami kedua istri saya. 
Masalahnya Tuhan tidak mengatur poliandri! Yang ada justeru aturan 
poligami. Dan aturan Tuhan sudah pasti baik, hanya kitanya saja
yang tolol tidak mampu menangkap hikmah di balik setiap aturan-Nya.

Apa yang menurut kita BAIK, belum tentu menurut Allah BAIK.
Apa yang menurut kita BURUK, belum tentu menurut Allah BURUK. 
Allah jelas lebih tahu diri kita daripada diri kita sendiri!!

Wassalam,
ApikoJM
085216569981
 






--- In [email protected], Sato Sakaki <[EMAIL PROTECTED]> 
wrote:
>
> Kalau isteri anda sudah boleh menggilir suami lain
> selain anda, bolehlah poligami diperjuangkan sebagai
> hak asasi manusia. 
> 
> Kalau sekarang poligami baru hak asasi laki-laki
> muslim dan hak asasi laki-laki pemeluk agama Mormon
> (yang dilanggar secara sewenang-wenang di AS dengan
> menjebloskan pelakunya ke penjara hehehe).
> 
> Jika anda belum tahu, kalau anda mengisi formulir
> Jawatan Immigrasi AS (sekarang barangkali on-line),
> anda melihat pertanyaan: ARE YOU PRACTICING POLYGAMY?
> Kalau anda punya isteri lebih dari seorang sebaiknya
> jawab saja: tidak. Karena kalau anda jawab: ya, maka
> hampir pasti permohonan VISA anda akan ditolak. 
> 
> --- muhamad husen <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > sudah lah.... orang lain sudah bicara tentang
> > tehnologi, nasib bangsa
> >  ini masih 'sikut-sikutan soal poligami.
> >  Orang tidak poligami itu hak masing-masing orang
> >  orang berpoligami juga hak asasi manusia
> >  bahkan orang berzina pun, sering kali bicara hak
> > asai manusia-- mereka sering kali terganggu dengan
> > razia.
> >  kenapa kita harus mengusik kebebasan orang lain
> > untuk melakukan keyakinan masing-masing
> >  kalau orang berkeyakinan poligami salah, dan pihak
> > lain poligami benar.
> >  Ya kita tentu saling menghargai perbedaaan....
> >  
> > 
> > diane palma <[EMAIL PROTECTED]> wrote:           
> >                       Maaf nih..Kalau Anda menghasut
> > mahasiswa Komunikasi UI untuk m'boikot Bang Ade,
> > saya pikir Anda salah besar.
> > Saya salah satu mahasiswa Komunikasi UI. Dan saya
> > tahu, ikatan kekeluargaan kami di Komunikasi UI
> > tidak begitu mudah dihancurkan oleh hasutan semacam
> > ini. Dan (lagi) kami juga cukup sadar diri untuk
> > tidak ikut mencampuri urusan pribadi orang lain.
> > Komunikasi UI memiliki banyak sekali dosen hebat,
> > tidak terkecuali Bang Ade. Wawasan dan pemikirannya
> > dalam materi kuliah masih kami hormati hingga kini.
> > Jadi sebaiknya Anda juga mulai belajar menghargai
> > orang lain dan tidak memperkeruh suasana dengan
> > hasutan semacam ini.
> > 
> > Cheers!
> > Okky.
> > 
> > > --- In [email protected], billy von
> > daperste
>


Kirim email ke