Jangan salahkan poligaminya, karena nyatanya banyak juga
suami monogami (satu istri) yang tidak becus ngurus istri 
dan anak-anaknya. Baru-baru kawan saya telah menceraikan istrinya
karena perilakunya yang buruk (suka berhutang), menjelek-jelakkan 
suami sendiri, dan tidak pernah berterima-kasih terhadap nafkah yang 
ia terima dari suami, dan suka berbohong. 

Jangan lupa, banyak fakta bahwa tidak sedikit pula keluarga poligami 
yang kehidupannnya relatif tentram, sakinah ma waddah wa rohmah.

Kalau Anda shalat lalu perilaku Anda masih seperi orang yang nggak 
pernah shalat, seperti berbohong, mencuri, berkhlawat, dll apakah 
Anda masih percaya bahwa 'inna shalaata tanha anil fahsya wal 
munkar' (bahwa shalat bisa mencegah perbuatan keji dan munkar)??

Apakah Islam dengan demikian adalah agama yang nggak benar karena 
perilaku umatnya yang nggak benar? 

Dalam kasus Anda, sejauh pengakuan Anda, yang salah jelas ayah Anda 
sendiri yang nggak bisa berbuat semestinya yakni sebagai ayah dan 
suami poligami yang adil bijaksana. Anda bisa melakukan tindakan
 agar ayah Anda berhenti berbuat tidak benar, tidak sekedar menuding 
poligami sebagai biang keroknya. Itu adalah sebuah pemikiran yang 
kerdil dan picik!

Wassalam,
ApikoJM
085216569981





--- In [email protected], "aquary_redcrow" 
<[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>
> Saya juga termasuk korban poligami. Efeknya? Umur 23 dan masih 
sendiri
> karena tidak percaya laki-laki. Kakak perempuan saya juga memilih
> untuk sendiri dulu, di usia yang 25.
> 
> Sakit sekali, melihat ayah sembunyi-sembunyi mengambil cincin ibu
> untuk diberikan si orang ketiga.
> 
> Sedih melihat uang pensiunan ayah yang habis untuk betulin rumah si
> orang ketiga, sementara rumah kami (ibu, saya, dan kakak) bocor di
> sana sini.
> 
> Sedih sekali uang asuransi pendidikan saya harus dihibahkan untuk 
beli
> AC so orang ketiga.
> 
> Kecewa sekali ortu saya tidak bisa hadir di wisuda dengan alasan tak
> ada uang.
> 
> Mengerikan sekali ayah saya tak mau menebus foto wisuda Rp.30.000.
> 
> Masih mau mendukung poligami???
> 
> --- In [email protected], kuncaraning sari <sari_arw@> 
wrote:
>


Kirim email ke