USAHAKAN AGAR KERAJAAN BBM DISOMASI, DENGAN BEBERAPA ALASAN. PERTAMA, KALAU SOMASI TERJADI MAKAN MASYARAKAT AKAN MERASA TERANIAYA OLEH KEKUASAAN OTORITER SEPERTI OTORITARIANISME MILITER ORDE BARU. KEDUA, SOMASI AKAN MENINGKAT KEPERCAYAAN MASYARAKAT KEPADA ACARA KERAJAAN BBM DAN MENINGKATKAN CITRA SERTA RATING KERAJAAN BBM KARENA TERANIAYA ITU. KETIGA, KALAU SAMPAI DISOMASI, PARODI POLITIK AKAN MENJADI TONTOTONAN NYATA PENGUASA VS RAKYATNYA SENDIRI.DAN PASTI YANG TERANIAYA ITU AKAN MENDAPAT DUKUNGAN MASYARAKAT LUAS, SEMUA MEDIA DAN TOKOH-TOKOH MASYARAKAT. TERNYATA, TIDAK BEDANYA DENGAN OTORITARIANISME ORDE BARU, YANG PENGUASANYA SUKA BILANG KEBEBASAN BERPENDAPAT DIPERLUKAN, YANG DITAMBAH DENGAN EMBEL-EMBELI "YANG BERTANGGUNG JAWAB." DAN SEMUA ORANG TAHU BAHWA "BERTANGGUNG JAWAB" ITU BERARTI TIDAK BOLEH MENYENTIL PENGUASA. KALAU SAMPAI MENYENTIL PENGUASA, KALAU ITU BERASAL DARI MEDIA, MAKA DEPPEN AKAN TURUN TANGAN. KALAU DARI NONMEDIA, AKAN BERHADAPAN DENGAN LAKSUS. JADI UCAPAN PERLUNYA KEBEBASAN BERPENDAPAT DAN BEDA PENDAPAT RUPANYA HANYA UNTUK TEBAR PESONA. MAJU TERUS KERAJAAN BBM. JANGAN TAKUT. MASYARAKAT LUAS DAN MEDIA AKAN BERADA DI BELAKANG DAN SAMPING ANDA. MERDEKA!
-- BDG KUSUMO <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Di Czech TV maupun CNN selalu ada parodi terhadap > banyak sekali politisi, > yang membuat pemirsa geli setengah mati. > Di Indonesia? Well, "lain ladang, lain belalang - > lain lubuk, lain ikannya"! > Berbeda dengan di Negeri Belanda, sayang di Ceko > tidak ada TV Indonesia yang masuk di Kabel TV. > Banyak tertawalah, baik untuk kesehatan. > Salam, bdg > > ----- Original Message ----- > From: B.DORPI P. > To: !B.DORPI P. > Sent: Friday, March 02, 2007 1:31 AM > Subject: Re.: MENKOMINFO GERAH REPUBLIK MIMPI "Tokoh > Mana Yang Terhina?" > > > http://www.indomedia.com/bpost/032007/2/depan/utama8.htm > > Jumat, 02 Maret 2007 02:57 > > MENKOMINFO GERAH REPUBLIK MIMPI "Tokoh Mana Yang > Terhina?" > > "Apa yang paling berkesan ketika Bapak mengingat > demonstrasi mahasiswa?" "Saya ingat tapos!" > "Tapos...? Oh, itu tapol Pak!" > > "Apakah Bapak dendam dengan para mahasiswa?" "Saya > tidak ada dendam daripada mahasiswa. Demonstrasi itu > sehat..." > > Demikianlah sepotong tanya jawab Penasihat Presiden > Republik Mimpi, Effendi Gazalli dengan Pak Suharta > dalam acara Republik Mimpi News.Com yang ditayangkan > Metro TV beberapa pekan lalu. Tayangan parodi > politik yang menghadirkan mantan-mantan presiden dan > wakil presiden RI itu memang sarat joke yang > mengocok perut pemirsa. Tak heran jika acara itu > kian melejit popularitasnya. > > Bahkan saking ngetopnya, khusus wawancara Suharta > yang merupakan duplikat mantan Presiden Soeharto > tersebut sempat ditayang ulang pada episode > berikutnya. > > Sayang, meski kian digandrungi pemirsa, ada saja > pihak yang kurang sreg. Pun dengan Menteri > Komunikasi dan Informasi (Menkominfo) Sofyan Djalil, > yang mengaku kesal dibuatnya. Dia mengancam akan > melayangkan somasi. "Saya akan pelajari dulu > tayangan itu. Kalau memungkinkan saya akan > melayangkan somasi. Apakah bagus ke masyarakat atau > tidak," ujar Sofyan di Gedung DPR, Jakarta, Kamis > (1/3). > > Meski mengaku baru akan mempelajari, namun secara > pribadi Sofyan menilai tayangan itu sangat > berpotensi merusak pemikiran masyarakat Indonesia. > Secara filosofis, kata dia, tayangan itu sangat > buruk. > > "Masyarakat Indonesia belum punya edukasi yang bagus > untuk menerima tayangan seperti itu. Beda dengan > Amerika dimana tayangan semacam ini mendapat > perhatian masyarakat karena demokrasi di sana telah > berjalan 200-an tahun," ujar sang menteri. > > Pada kesempatan itu, Sofyan mengkritik pencetus > acara ini Effendi Gazalli yang dianggapnya tidak > memberikan pendidikan politik yang bagus kepada > masyarakat. > > "Kalau presiden dilegitimasi dan diolok-olok, mau > dibawa ke mana negeri ini. Otoritas kepala negara, > bahkan sampai kepala desa pun harus dihormati. > Presiden juga diangkat sebagai simbol kenegaraan dan > figur seluruh masyarakat Indonesia," tegasnya. > > Meski protes, namun kementerian yang dipimpinnya tak > punya hak untuk menghentikan tayangan tersebut. Itu > semua wewenang Komisi Penyiaran Indonesia (KPI). > > Tak Masalah > > Penanggungjawab tayangan Republik Mimpi News.Com, > Effendi Gazalli tak telalu ambil pusing dengan > keberatan Menkominfo. Ia pun tak keberatan jika ia > melayangkan somasi. "Silakan (somasi). Ada jalur > hukumnya, kok. Kalau mereka mau pelajari, kami juga > akan mendiskusikannya," kata Effendi yang dihubungi > via telepon, kemarin. > > Pengamat Komunikasi Politik Universitas Indonesia > (UI) ini meminta penegasan lebih lanjut dari Sofyan, > siapa tokoh yang diparodikan dalam acara itu, yang > keberatan. > > "Tolong jelaskan ke kami. Siapa tokoh nasional yang > merasa terhina. Sehingga kami bisa pertimbangkan > untuk tidak munculkan tokoh itu lagi, misalnya," > kata Effendi. > > Ia mengaku telah menghubungi istri mantan Presiden > Abdurrahman Wahid (Gus Dur), Sinta Nuriyah, yang > dalam parodi Republik Mimpi Gus Dur diprlesetkan > namanya menjadi Gus Pur. Dan nyatanya Gus Dur sama > sekali tidak terhina. > > Sebelumnya, Effendi juga telah menghubungi Megawati > Soekarnoputri. Menurutnya, mantan presiden ke-5 RI > itu justru senang dengan ucapan-ucapan Megakarti > yang mirip dengan yang selalu diucapkannya, semacam > ungkapan tebar pesona, merdeka, dan lain-lain. "Jadi > siapa yang merasa dilecehkan," katanya dengan nada > meninggi. > > Selain Gus Pur yang diperankan Handoyo, tayangan ini > juga menghadirkan tokoh-tokoh yang memparodikan para > mantan wakil presiden maupun presiden RI. Sebut > saja, Sukarti "Megakarti", Suhadi "Habibie", hingga > Abdul Muluk "Suharta". Tayangan kian hidup dengan > kehadiran sang Presiden Republik mimpi Si Butet > Yogya (SBY) dan Wakilnya Jarwo Kuat (JK). > > Effendi heran jika acara itu dipermasalahkan. > Padahal masyarakat Asia menerima kehadirannya dengan > baik. "Waktu masih tayang di stasiun televisi lain, > ini adalah acara talk show televisi terbaik di Asia. > Kami berpatokan acara ini menurut orang Asia > terbaik," kata Effendi, seraya menyatakan tetap > keukeuh akan melanjutkan tayangan tersebut. > > "Kreatifitas tak boleh dikekang. Janganlah suatu > pemerintahan hanya mau ambil popularitasnya tanpa > audit kampanye, misalnya. Karena dia tak bisa > tegakkan hukum," katanya. > > JBP/aco/mur > > > > > > > > > ____________________________________________________________________________________ Get your own web address. Have a HUGE year through Yahoo! Small Business. http://smallbusiness.yahoo.com/domains/?p=BESTDEAL
