Sebetulnya niat mengenai SI ini pasti suci, murni dan
bagus. Tetapi sekarang ini kita sudah hidup dan
mengarungi era yang sarat kontak antara bangsa-bangsa.
Kita tidak bisa lagi bersifat steril atas pengaruh
kiri dan kanan, muka dan belakang. Salah-salah kita
menjadi manusia-manusia super kuper yang jadi mainan
bangsa-bangsa lain. 

Bahkan kalau sekadar menuruti nasehat nenek-moyang,
mungkin kita akan habis digencet peradaban yang datang
silih berganti. Lihatlah contoh misalnya bagaimana
pesan perintah sesepuh Batak: Alo hamu si bontar mata
na jaluk marabit. Artinya: Lawan si mata putih yang
berpakaian terbalik!. Maklumlah, nenek moyang orang
Batak memakai pakaian dari atas. Orang bule, yang kala
itu adalah Belanda penjajah itu  memakai celana
pantalon seperti kita sekarang ini,  dari bawah.

Jadi bentuk tatanan sosial yang diatur berdasarkan
prinsip-prinsip agama akan mengalami banyak kesulitan,
kecuali bagi sebuah negara yang kecil, atau murni
dihuni oleh satu ras, atau seluruh penduduk menganut
satu agama, atau memang sejak lama sudah  dilandasi 
satu pola budaya dan yang penting memiliki kekayaan
alam.

Sudah barang tentu dengan kemiskinan kita sekarang ini
dan di masa datang, hampir dipastikan bangsa kita akan
lebih banak mengekspor manusia-manusia pekerja (TKI).
Padahal agar manusia-maunsia pekerja yang kita
hasilkan ini jangan sampai tidak punya kesempatan
kerja di luar sana karena kalah bersaing dengan
bangsa-bangsa lai. Jangan lupa manusia-manusia
Indonesia yang saat ini (sebagian besar) disejajarkan
indeks Kualitas manusianya dengan Myanmar dan
negara-negara Afrika tidak lebih merosot lagi sampai
tak mampu hanya sekadar menyeruakkan kepala di antara
kompetisi bangsa-bangsa.

 


--- Y Rakhmat <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> SI yang akan diberlakukan di NAD akan dapat menyebar
> ke seluruh Indonesia. Sesuai dengan ceramah AB
> Ba'asyir bahwa instansi penjara adalah "primitif",
> kalau ekspansi ini tidak segera dicegah, seluruh
> bangsa Indonesia akan khawatir sekali karena kita
> akan mengenal hanya hukuman cambuk, potong tangan,
> rajam dan pancung!
>   
> 
> Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
>              
>
http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=284843&kat_id=23
>    
>   Non-Muslim Jangan Khawatir Syariat Islam
> 
>   Banda Aceh -RoL--  Seorang ulama Provinsi Nanggroe
> Aceh Darussalam (NAD) Tgk H Ibrahim Bardan
> menyatakan, warga non-Muslim tidak perlu khawatir
> terhadap pemberlakuan undang undang Syariat Islam di
> daerah itu.
>   "Syariat Islam yang diberlakukan secara kaffah
> (menyeluruh) di Aceh menjunjung tinggi HAM, dan
> bukan teroris atau radikalisme," katanya dalam di
> pondok Pesantren Lamcot Bayu, Kecamatan Darul
> Imarah, Kabupaten Aceh Besar, Sabtu. 
>   Dalam tausyiah saat membuka Musyawarah besar
> Himpunan ulama dayah (Pesantren) Shalifiah se
> Provinsi NAD, ia menegaskan, syariat Islam itu
> sendiri memiliki tujuan untuk membentuk jiwa setiap
> pribadi Muslim taat kepada perintah Allah SWT. 
>   Dikatakannya, dalam menjalankan syariat Islam
> secara kaffah itu juga tidak lepas dari bagaimana
> memperkuat sistem pendidikan di Aceh, sehingga
> lembaga pendidikan umum tersebut dapat berjalan dan
> bernuansa Islami. "Seharusnya Pemerintah
> instruksikan ke lembaga pendidikan umum di Aceh
> tentang bagaimana penerapan Syariat Islam kepada
> anak-anak seperti yang selama ini dilakukan di
> pondok-pondok Pesantren," katanya.
>   Ibrahim Bardan yang lebih dikenal dengan sebutan
> Abu Panton itu menyatakan, jika lembaga pendidikan
> umum daerah berjuluk Serambi Mekah tersebut
> kekurangan guru agama, maka pondok Pesantren siap
> membantu staf pengajar bidang agama Islam. 
>   Di pihak lain, ia juga menyatakan, para ulama juga
> siap bekerjasama dengan seluruh elemen masyarakat
> untuk mengawal syariat Islam kaffah berjalan di
> provinsi ujung paling barat Indonesia itu.  Dia
> mengajak seluruh organisasi Islam di Aceh untuk
> bersama-sama saling mengisi dan membantu dalam upaya
> membangun umat sesuai dengan tuntunan syariat Islam
> di daerah tersebut.
>   "Mari kita bersama-sama mengawal syariat Islam
> sebagai upaya memberdayakan umat tanpa melihat
> perbedaan terhadap masalah-masalah kecil yang
> bersifat sunnah," tambah Tgk H Ibrahim Bardan yang
> juga Ketua Umum Huda Provinsi NAD.antara/mim
> 
> 
>   
> 
>          
> 
> 
>  
> ---------------------------------
> Be a PS3 game guru.
> Get your game face on with the latest PS3 news and
> previews at Yahoo! Games.



 
____________________________________________________________________________________
Cheap talk?
Check out Yahoo! Messenger's low PC-to-Phone call rates.
http://voice.yahoo.com

Kirim email ke