Saya juga pernah mengikuti suatu milis yang bernama
new-alamanda-84. Lalu salah satu co moderator pinjam
uang ke saya, banyak jumlahnya, tapi akhirnya dia
tidak mau membayar karena tidak bisa bayar. SAya
sindir2 dia di milis. Tapi saya masih tutupi aibnya,
apa akibatnya? Wah..saya ditendang..dikeluarkan tanpa
memberi tau. Tapi saya bisa masuk kembali...dengan
menghack..ha..ha..akhirnya mereka kaget, saya bisa
hack..n milis itu ditutup per kemarin n ganti nama. 

Betul..kata Anda, yang menjadi moderator milis itu
juga sehari2 adalah seorang utopist..bermimpi ini itu
dan lain2..dan memang tidak punya kuasa. Begitu
berkuasa, liat khan apa yang mereka bisa lakukan?

Betul..katak dalam tempurung n sewenang2...padahal
yang utang siapa ya..?

Salam damai,
--- ddinasty_a04 <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> Milis selain sebagai sebuah wadah diskusi, menambah
> wawasan dan 
> saling mengisi, disana juga bisa dipakai sebagai
> wadah menilai 
> integritas seseorang, baik untuk anggoita biasa dan
> terlebih untuk 
> moderatornya, tentunya menjadi moderator dituntut
> untuk "sempurna", 
> dalam arti sanggup memahami SETIAP jengkal perbedaan
> yg ada didalam 
> milis tersebut, termasuk didalmyan dua point yg
> ditulis oleh saudara 
> Danny Lim, didunia ini tidak ada satu aturan mainpun
> yg tidak bisa 
> direvisi dan apalagi dikritisi, adanya kritisi dan
> revisi merupakan 
> sarana mutlak untuk menuju pembaruan guna menuju
> kevel yg lebih 
> tinggi (kesempurnaan), bisa dibaca; sbg konsep yg
> adil dan bisa 
> diterima oleh semua insan yg terkait didalamnya,
> itulah makna 
> demokrasi yg sejati, yg bersih dari interest pribadi
> termasuk 
> didalamnya mengarahkan selera publik ke arah selera
> sang moderator.
> 
> Kalau ´jabatan´ sbg moderator di milis saja sanggup
> membuat manusia 
> bersikap adigung adiguna (semena-mena), apalagi
> kalau jabatan 
> tersebut di milikinya didunia nyata yg jelas-jelas
> kekuasaan 
> tersebut legitimed secara hukum,saya percaya manusia
> model Farid 
> Gaban ini akan lebih diktator dan akan berbuat
> apasaja untuk 
> menyingkirkan setiap gerakan atau ide yg tidak
> sejalan atau tidak 
> sesuai selera dia.
> 
> Saya memang tidak menjadi member milis jurnalis,
> tapi membaca 
> sekilas keluhan saudara Dimas rasanya sudah cukup
> untuk melihat 
> duduk perkaranya, saya kira kasusnya Dimas tidak
> bisa disamakan dgn 
> kasusnya rekan Manneke di milis Kincir Angin,
> typical Farid Gaban 
> tidak sama persis Dn saudara Danny Lim, persamaan
> barangkali sama-
> sama mengidap "phobia kekuasaan", penyakit ini
> biasanya dimiliki 
> oleh mereka-mereka yg dalam dunia nyata tidak pernah
> memiliki 
> kekuasaan atas orang lain, karena itu mereka jadi
> shock begitu 
> mendapat kekuasaan (maaf kalau rekan Danny Lim
> tersinggung, ini tak 
> lebih hanya bentuk sebuah kritik, nothing personal).
> 
> 
> Terakhir, kasus-kasus kesewenang-wenangan
> manusia-manusia berkuasa 
> seperti ini harus tetap didengungkan di Indonesia,
> karena realita 
> menunjukkan lebih banyak pemimpin (pemegang
> otoriter) yg tidak 
> mengerti apa itu demokrasi, mereka kerapkali biased
> kalau sudah 
> biacara soal hukum dan kekuasaan, buat mereka, yg
> berkuasa berarti 
> berhak membuat hukum (aturan), sungguh menggelikan
> pandangan 
> demokrasi model katak dalam tempurung seperti ini.
> 
> Peace, 
> 
> 
> 
> 
> 
> 
> 



 
____________________________________________________________________________________
Bored stiff? Loosen up... 
Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.
http://games.yahoo.com/games/front

Kirim email ke