Status milis cuma ada empat kok: 1. Member free, posting free 2. Member free, posting moderated 3. Member moderated, posting free 4. Member moderated, posting moderated Media Care menganut no. 2, Kincir Angin menganut no. 3. yang mana lebih sewenang-wenang, moderator status no. 2 atau 3? Menurut saya ngga ada moderator yang sewenang-wenang. Yahoo menyediakan empat status di atas, moderator yang mendirikan milis tinggal pilih salah satu status. Kalau tokh mau mengomentari, mungkin kita bisa mengomentari status no. 1 dan 4 di atas. Milis yang menganut status no. 1 pastilah mission impossible, artinya milisnya bakalan menjadi kebun binatang dalam waktu satu bulan saja. Sedangkan moderator penganut status no. 4 tampaknya rada-rada paranoid. Ehm.
Member sebuah milis tentu boleh usul ke moderator untuk perbaikan milis, namun bila usulnya tidak diterima oleh moderator, ya member ybs. tidak bisa memaksa, bukan begitu? Bila memang ide member dan ide moderator tidak bisa disatukan, yang mesti keluar ya anggota, masa sih moderator yang mesti keluar dari milis yang didirikannya sendiri? Ihik. Sebuah diskusi yang menarik dan bermanfaat. Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], "ddinasty_a04" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Milis selain sebagai sebuah wadah diskusi, menambah wawasan dan > saling mengisi, disana juga bisa dipakai sebagai wadah menilai > integritas seseorang, baik untuk anggoita biasa dan terlebih untuk > moderatornya, tentunya menjadi moderator dituntut untuk "sempurna", > dalam arti sanggup memahami SETIAP jengkal perbedaan yg ada didalam > milis tersebut, termasuk didalmyan dua point yg ditulis oleh saudara > Danny Lim, didunia ini tidak ada satu aturan mainpun yg tidak bisa > direvisi dan apalagi dikritisi, adanya kritisi dan revisi merupakan > sarana mutlak untuk menuju pembaruan guna menuju kevel yg lebih > tinggi (kesempurnaan), bisa dibaca; sbg konsep yg adil dan bisa > diterima oleh semua insan yg terkait didalamnya, itulah makna > demokrasi yg sejati, yg bersih dari interest pribadi termasuk > didalamnya mengarahkan selera publik ke arah selera sang moderator. > > Kalau ´jabatan´ sbg moderator di milis saja sanggup membuat manusia > bersikap adigung adiguna (semena-mena), apalagi kalau jabatan > tersebut di milikinya didunia nyata yg jelas-jelas kekuasaan > tersebut legitimed secara hukum,saya percaya manusia model Farid > Gaban ini akan lebih diktator dan akan berbuat apasaja untuk > menyingkirkan setiap gerakan atau ide yg tidak sejalan atau tidak > sesuai selera dia. > > Saya memang tidak menjadi member milis jurnalis, tapi membaca > sekilas keluhan saudara Dimas rasanya sudah cukup untuk melihat > duduk perkaranya, saya kira kasusnya Dimas tidak bisa disamakan dgn > kasusnya rekan Manneke di milis Kincir Angin, typical Farid Gaban > tidak sama persis Dn saudara Danny Lim, persamaan barangkali sama- > sama mengidap "phobia kekuasaan", penyakit ini biasanya dimiliki > oleh mereka-mereka yg dalam dunia nyata tidak pernah memiliki > kekuasaan atas orang lain, karena itu mereka jadi shock begitu > mendapat kekuasaan (maaf kalau rekan Danny Lim tersinggung, ini tak > lebih hanya bentuk sebuah kritik, nothing personal). > > Terakhir, kasus-kasus kesewenang-wenangan manusia-manusia berkuasa > seperti ini harus tetap didengungkan di Indonesia, karena realita > menunjukkan lebih banyak pemimpin (pemegang otoriter) yg tidak > mengerti apa itu demokrasi, mereka kerapkali biased kalau sudah > biacara soal hukum dan kekuasaan, buat mereka, yg berkuasa berarti > berhak membuat hukum (aturan), sungguh menggelikan pandangan > demokrasi model katak dalam tempurung seperti ini. > > Peace, >
