Apa generasi ini masih akan sempat mengalami seorang Ibu Presiden atau Ibu 
Wapres RI akan mendukung sepenuhnya Hindu Book Fair, Christian BF, Buddhist BF, 
Kejawen BF, Confucian BF, Agnostic BF, Shaman BF, Secular BF, Ath ... ah sekian 
dulu saja lah........
  

"B.DORPI P." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
          http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=285028&kat_id=23
   
  Senin, 05 Maret 2007  21:29:00

  Ibu Wakil Presiden Buka Islamic Book Fair

Jakarta-RoL--Islamic Book Fair (IBF) merupakan event tahunan yang selalu 
mendapat sambutan hangat berbagai pihak. Demikian pula dengan gelaran IBF tahun 
ini, yang mendapatkan dukungan penuh dari Ibu Wakil Presiden Republik 
Indonesia, Mufidah Jusuf Kalla.
 
Dukungan penuh Ibu Mufidah Kalla diwujudkan dengan kehadirannya dalam pembukaan 
IBF pada akhir pekan lalu, di Istora Senayan Jakarta. Dalam kesempatan itu, Ibu 
Wakil Presiden RI akan membuka secara resmi gelaran IBF yang telah memasuki 
tahun keenam. 
 
Hadirnya Ibu Wakil Presiden merupakan sebuah apresiasi positif terhadap 
penyelenggaraan IBF dan upaya memasyarakatkan budaya membaca di kalangan 
masyarakat. Sebab IBF yang digelar pada 3 hingga 11 Maret 2007 menjadi sarana 
yang mudah bagi masyarakat untuk mengakses pengetahuan. 
 
Dalam siaran pers yang diterima Republika menyebutkan, sejumlah tokoh perbukuan 
dan Islam hadir dalam sejumlah acara tersebut. Mereka adalah KH. Sukri 
Zarkasih, Prof. Dr. Quraish Shihab, KH. Abd. Gymnastiar, Teh Ninih, Ahmad 
Gozali, , Ust. Khozin Abdul Faqih dan Moh Karebet. Penulis buku dan artis pun 
menyemarakkan IBF, yaitu Asma Nadia, Golagong, Neno Warisman ,Anneke Putri, 
Wulansari Psi, Shahnaz Haque, Ratih Sang, Mediana Hutomo, Marissa Haque, Rano 
Karno, Yana Julio, Zaskia Adya Mecca, Habiburrahman El Farazy, Prof. Dr Laude 
Kamaludin dan Ery Seokresno. 
 
Panitia juga akan menghadirkan penulis internasional yakni Khaled M Abou El 
Fadl, seorang penulis Islam yang tinggal di Amerika Serikat. Ia adalah profesor 
hukum Islam di Fakultas Hukum UCLA,AS.
 
Melalui IBF masyarakat didorong untuk segera melakukan perubahan signifikan 
atas kebiasan membaca. Sebuah perubahan yang membuat mereka semakin giat untuk 
membaca. Meninggalkan citra lama di mana minat masyarakat untuk membaca begitu 
minim. 
 
Ketua Panitia IBF, Tatang Sundesyah, mengatakan tak berlebihan bila panitia 
pada IBF tahun ini mengusung tema Indahnya Syariah dalam Kehidupan. Ini adalah 
harapan bagaimana buku yang merupakan sumber khazanah pengetahuan mampu 
mencerahkan dan menggerakkan masyarakat. Tentu tergeraknya mereka untuk kembali 
pada hukum-hukum dan mengakui kebesaran Tuhannya, dalam menciptakan sebuah 
peradaban.
 
''Jadi khazanah pengetahuan yang diaplikasikan dalam tatanan kehidupan 
masyarakatnya akan selaras dengan fitrah manusia,''katanya. Tatang mengatakan, 
penerapan syariah Islam selama ini telah mendapatkan sambutan yang begitu luas, 
misalnya dalam bidang perbankan. Perbankan syariah telah tumbuh dengan baik. 
 
Masyarakat, tak hanya Muslim, yang memberikan kepercayaan atas bank-bank 
syariah yang telah merebak. Bahkan sekarang, kata Tatang, perkembangan 
menggembirakan itu tak hanya berhenti pada perbankan saja. Tetapi juga diikuti 
oleh perkembangan di bidang keuangan lainnya, seperti asuransi, obligasi, dan 
lain-lain.''Bahkan non Muslim juga tertarik mengembangkannya,''katanya. 
 
Mereka tak hanya sebagai nasabah bahkan ada pula yang mengelola bidang-bidang 
keuangan syariah itu. Kondisi yang menggemberikan ini terjadi karena perbankan 
dan keuangan syariah hadir dengan konsep yang sangat menghargai arti sebuah 
keadilan, kejujuran dan transparansi. Dengan kata lain syariah hadir tidak 
semata dalam wacana, tapi memberi bukti dalam kehidupan nyata.Sehingga yang 
muncul adalah syariah sebagai sebuah keindahan sekaligus harapan akan 
terwujudnya masyarakat yang adil, makmur, aman, dan sejahtera. 
 
Tatang menambahkan, dari tahun ke tahun pelaksanaan IBF mengalami peningkatan 
yang cukup berarti. Demikian pula dengan IBF keenam ini.  Salah satu 
indikasinya adalah jumlah peserta yang kian bertambah.Tahun ini mencapai 167, 
tahun lalu hanya 162 stand saja. Jumlah penerbit juga mengalami penambahan. 
Sebelumnya hanya 107 penerbit yang ikut terlibat namun kini telah mencapai 112 
penerbit.  Mereka, kata Tatang, akan menyajikan buku-buku yang berkualitas 
serta memberikan potongan harga dari 20 hingga 70 persen. 
 
Langkah yang ditempuh penerbit tersebut, kata Tatang, merupakan sebuah 
penghargaan mereka terhadap masyarakat. Ia juga mengatakan, selain dapat 
berbelanja buku dengan harga terjangkau, masyarakat juga memilih aneka produk 
busana Muslim yang tersedia di sekitar area IBF. Gelaran IBF terdiri dari 
serangkaian acara berupa diskusi interaktif, seminar dan bedah buku, talkshow, 
lomba anak muslim, serta festival seni dan budaya Islam. 
 
Festival seni yang akan diselenggarakan panitia IBF berupa acara puncak (final) 
nasyid. Babak penyisihan telah dilakukan sebelumnya di wilayah Jakarta, Depok, 
Bogor, Tangerang, dan Bekasi. 
 
Babak penyisihan telah diselenggarakan di sejumlah kampus. Di antaranya adalah 
kampus Universitas Indonesia ( UI ) Depok mewikili wilayah Jakarta Selatan, 
Depok dan Bogor, kampus Univeritas Islam 45 (UNISMA) Bekasi mewakili wilayah 
Jakarta Timur, Bekasi dan sekitarnya, di kampus Universitas Negeri Jakarta 
(UNJ) Jakarta mewakili wilayah Jakarta Pusat, Jakarta Barat, Jakarta Utara. 
 
Selain itu, IBF keenam juga memberikan penghargaan bagi para insan perbukuan 
Islam berupa IBF Award ke-3. Katagori penghargaan adalah tokoh perbukuan dan 
buku terbaik fiksi anak, fiksi dewasa dan non fiksi. Dan untuk meningkatkan 
budaya menulis, panitia menyelenggarakan sayembara menulis, dengan tema 
Indahnya Syariah dalam Kehidupan. 
  pur
   
   
   
   
   


                
---------------------------------
 New Yahoo! Mail is the ultimate force in competitive emailing. Find out more 
at the Yahoo! Mail Championships. Plus: play games and win prizes.

Kirim email ke