Saya kira bung Saragih bermaksud, ngapain jauh2 ke As, di indonesia kalau 
kotbah jumatan, lebih kotor ucapan pengkotbahnya dp orang Kotbah di AS. 
Sedangkan (mungkin) maksud bung Ulil di As aja kotbah jumatannya juga sangat 
kotor, tetapi di Indonesia jauh lebih kotor lagi, maka beliau tidak mau 
terang2an menyebutkannya, asal tahu sama tahu -TST  gitu 
lho........................

donnie123s ludi hasibuan <[EMAIL PROTECTED]> wrote:            Ghuhahaha...
   
  Kotbah Sabtuan atau Mingguan juga tidak selamanya menyegarkan iman... 
kadang-kadang ngantuk dan suntuk juga. Tergantung lha...
   
  

saragih karolus <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
      Tidak usah jauh-jauh ke Amrik untuk mengetahui mutu
sebuah kotbah agama. cari aja mesjid dan gereja
terdekat. hari jumat ikut kotbah jumatan, lalu sabtu
atau minggu ikut misa atau kebaktian. 
Rasakan bedanya


--- Rudy Prabowo <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

> SUMBER BERITA :
>
http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1125
> 
> 
> PENGAKUAN ULIL ABSHAR-ABDALLA (tokoh JIL)
> 
> Saya curiga, tampaknya masjid-masjid kita kini bukan
> lagi tempat umat bisa menambah wawasan keagamaannya
> dengan cerdas, tapi justru menjadi tempat untuk
> merawat "kesemenjanaan" atau mediokrisi. Dari hari
> ke hari, umat dijejali dengan demagogi, ceramah yang
> sarat dengan klise, repetisi materi yang
> membosankan, dan kadang caci-maki yang menyuburkan
> rasa benci. 
> --- 
> Kalau mendengar khutbah di gereja-gereja Amerika
> yang disiarkan melalui TV (dikenal dengan istilah
> "televangelisme"), saya merasa, mutu khutbah
> orang-orang "kafir" itu secara umum jauh lebih baik
> ketimbang mutu khutbah di masjid-masjid kita di
> Indonesia. Retorika mereka sungguh sangat memukau. 
> --- 
> Saya curiga, tampaknya masjid-masjid kita kini bukan
> lagi tempat umat bisa menambah wawasan keagamaannya
> dengan cerdas, tapi justru menjadi tempat untuk
> merawat "kesemenjanaan" atau mediokrisi. Dari hari
> ke hari, umat dijejali dengan demagogi, ceramah yang
> sarat dengan klise, repetisi materi yang
> membosankan, dan kadang caci-maki yang menyuburkan
> rasa benci. 
> 
> Sedih melihat masjid kita seperti itu. Rupanya
> penyakit itu bukan hanya menjangkiti Indonesia. Di
> Boston pun, ceramah dan khutbah Jumat sangat tidak
> bermutu. Sama saja. 
> --- 
> Sebaliknya, peradaban yang di dalamnya terdapat
> khutbah-khutbah Jumat yang sarat demagogi dan
> caci-maki; apa yang bisa kita katakan selain ia
> sedang merosot? 
> --- 
> Bagaimana peradaban yang sakit secara "spiritual"
> dan rohani bisa melahirkan karya-karya besar seperti
> "The City in History" karya Lewis Mumford, misalnya?
> 
> --- 
> Dengan Qur'an dan hadis, umat Islam merasa telah
> "unggul" di atas umat-umat lain. Kitab Suci kita
> anggap kanon atau Kanon dengan "K" besar. Padahal
> setiap bangsa mempunyai kanon-nya sendiri-sendiri.
> Bangsa yang sehat dan maju adalah mereka yang
> terus-menerus melahirkan kanon, tanpa henti, tidak
> melulu mengandalkan kanon yang mereka anggap "suci"
> dan menutup segala kanon 
> 
> 
> SALAM..
> 
> 
> ---------------------------------
> Looking for earth-friendly autos? 
> Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos'
> Green Center. 

__________________________________________________________
8:00? 8:25? 8:40? Find a flick in no time 
with the Yahoo! Search movie showtime shortcut.
http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#news



    
---------------------------------
  Be a PS3 game guru.
Get your game face on with the latest PS3 news and previews at Yahoo! Games.  

         

 
---------------------------------
Don't be flakey. Get Yahoo! Mail for Mobile and 
always stay connected to friends.

Kirim email ke