thread anda masih tertera jelas tuh, ulil mengeluarkan isi hatinya
tentang kanon islam yang masih original.
di bagian mana tulisan ulil ada kalimat/ucapan seperti itu?
ulil menyampaikan analisa tentang perbedaan isi kotbah untuk
pendidikan umat, manfaatnya nanti untuk memperbaiki hubungan
antar agama agar lebih harmonis.
sedangkan anda justeru mengipasi potensi konflik sektarian.
kalau mau konflik jangan tanggung-tanggung, temui abu bakar
basyir. kalian kan sama-sama suka jadi martir atau syahid.
biar kalian saja yang berhantam, tak perlu mengajak-ajak orang lain.
At 04:14 PM 3/7/2007, you wrote:
Bung Nugroho,
Kacamatanya dipakai dulu dong baru membaca, kalau tidak, maka akan
keliru...huahahahaa.....
Baca referensinya si Ulil :
SUMBER BERITA :
>
<http://islamlib.com/id/index.php?page=article&id=1125>http://islamlib.
com/id/index. php?page= article&id=1125
>
>
> PENGAKUAN ULIL ABSHAR-ABDALLA (tokoh JIL)
>
> Saya curiga, tampaknya masjid-masji d kita kini bukan
> lagi tempat umat bisa menambah wawasan keagamaannya
> dengan cerdas, tapi justru menjadi tempat untuk
> merawat "kesemenjanaan" atau mediokrisi. Dari hari.................
..................................................................
Nugroho Dewanto <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
bung rudy, mengutip-ngutip ulil, moqsith, dll boleh saja.
tapi sebaiknya anda kutip ucapan mereka secara utuh.
tentu sesuai konteksnya. jangan dipenggal-penggal
seenaknya. atau diimbuhi konteks yang berbeda.
saya perhatikan di beberapa milis, motif anda sangat
jauh berbeda dengan motif ulil, moqsith, dll yang sangat
toleran dan pluralis. sedangkan anda?
malicious intent yang ada dalam tulisan-tulisan anda, justeru
merusak apa yang diperjuangkan ulil dan kawan-kawan.
mari jujur pada diri sendiri.