> "krisnawanputra" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > Yth. Pak Njoo > Wah Anda ini kok proaktif sekali ya, he he he. > Balasan email saya kepada Bapak yang berada di 'ranah privat', Anda > angkat ke 'ranah publik', tanpa konfirmasi dulu dengan saya. Jujur > saya sangat terganggu dengan posting Anda ke berbagai milis. Dalam > pemahaman dan kesadaran saya, anggota milis sangat plural dan > heterogen. Dan di situlah saya ingin menjunjung tinggi etika > hubungan dengan sesama (orang lain) apalagi hal yang dibahas sesuatu > yang bagi saya sangat sensitif. > Tapi nasi sudah menjadi bubur. >
Yang tidak tahu etika itu sebenarnya anda sendiri, karena pada dasarnya kalo anda tidak mengenal seseorang kemudian mengirimi email yang berisi hal2 yang anda anggap sangat sensitif maka anda itu tidak tahu aturan, tidak tahu adat, mengganggu dan memprovokasi orang lain yang anda kirimkan email anda. Juga anda tidak berjiwa sportif untuk berani terbuka mengirimkan pendapat anda yang sensitif tadi secara langsung dihadapkan kepada publik untuk mendapatkan tanggapan dari orang banyak. Saya sendiri seringkali dikirimi surat2 japri dimana tidak pernah saya balas. Atau kadang2 saya balas tetapi bukan mengomentari isi surat yang dikirimkan kepada saya melainkan saya menganjurkan agar tulisan2 itu dilemparkan saja kepublik karena saya tidak akan mengomentari surat2 japri, saya hanya mengomentari pendapat2 yang ada dipublik. Demikianlah, kalo ada tulisan seperti anda itu masuk kepada saya, maka saya pasti akan mengomentarinya juga dengan cara mengirimkannya ke publik untuk dinilai. Hanya pengecut saja yang menulis surat kaleng atau secara sembunyi2 menulis hal2 yang dia tahu sensitif kepada seseorang yang tidak dikenalnya melalui japri. Ny. Muslim binti Muskitawati
