Pertama, Prilaku umat tidak lepas dari ajaran sang ulama. Jika ulama
mampu mengedepankan nilai-nilai toleransi dan tidak mengajarkan
ajaran-ajaran yang bersifat provokatif atau yang menimbulkan berbagai
prejudice di antara umat, maka niscaya peristiwa-peristiwa semacam ini
dapat diminimalisasi.

Kedua, Keseriusan pemerintah dalam membangun keharmonisan antar umat di
negara ini sangat menentukan. Kasus-kasus semacam ini seharusnya segera
ditindaklanjuti oleh pemerintah.

Ketiga, Masyarakat harusnya makin mawas diri terhadap ulah
kelompok-kelompok "radikal" yang mengusung simbol-simbol agama demi
melegalkan kekerasan. "Preman Agama" jauh lebih berbahaya daripada
"Preman Pasar Senen"

Keempat, Pemerintah perlu menetapkan satu hari khusus bertajuk "Hari
Keharmonisan Umat Beragama" di negara ini, sehingga setidaknya dalam
setahun ada agenda nasional untuk berbicara tentang pentingnya membangun
keharmonisan hubungan antar agama.

Kelima, Pemerintah sebaiknya mengganti Menteri Agama menjadi Menteri
Hubungan Antar-Agama. Biarkan urusan agama masing-masing menjadi
urusannya sendiri. Pemerintah cukup mencampuri urusan dialog antar agama
saja.

Keenam, Sebaiknya digelar acara berskala nasional dan serentak di semua
provinsi, kabupatan/kota madya, kecamatan, hingga kelurahan dan RT/RW
yang diisi dengan Dialog Antar Agama (bukan Debat Antar Agama).

Butuh dana besar untuk semuanya itu, tapi kata Pak Dokter, lebih baik
mencegah daripada mengobati!

Mari belajar dari kasus Ambon dan Poso

Wassalam,

www.oyr79.com <http://www.oyr79.com>




--- In [email protected], "Maya Sianturi" <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:
>
> Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ...
>
> Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang sedang dibangun
dibakar
> massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres seperti pelacuran,
> perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan aktifitas mereka.
Tetapi
> sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat menjadi pribadi yang
melayani
> Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari ini tidak satupun
mereka
> yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. Sangat prihatiin
dengan
> kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang tidak mau tahu
tentang
> kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan.
>
> Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus supaya Tuhan Yesus
berbelas
> kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran serta keadilanNya.
Kita
> terus berdoa supaya saudara seiman kita yang mengalami penganiayaan
boleh
> terus diteguhkan imannya. Dan mari kita terus memperjuangkan kebebasan
> beragama yang merupakan hak asasi manusia.
>
> Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan pikiran dan wawasan yang
luas
> yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini ingin maju, kita
harus
> belajar bersikap adil dan benar. Karena yang saya takutkan, bukan
penindasan
> terhadap umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang siap dituang atas
> kebebalan bangsa ini. Jangan-jangan sudah mulai dituangkan dengan
banyaknya
> bencana dan kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Pembalasan Tuhan
jauh
> lebih mengerikan. Penindasan akan keKristenan hanya membawa akibat
positif
> bagi keKristenan yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah kekristenan sudah
> membuktikan hal ini.
>
> Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, belajar saling
menghargai
> keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika.
>
> Merdeka!
> MS
>
>
>
> On 3/8/07, ~YOGHA [EMAIL PROTECTED] wrote:
> >
> > Forward :
> >
> > Gangguan terhadap gereja-gereja di Bandung dan
> > sekitarnya tak pernah berhenti .Walaupun sudah ada
> > Perber 2 Menteri yang konon katanya akan menghentikan
> > gangguan tersebut ternyata tak mempan apa-apa . Kini
> > menteri agama sendiri terseret isu ketidak beresan
> > dalam masalah urusan pengiriman haji sehingga jangan
> > harap menteri dapat berfungsi dengan baik apalagi
> > melindungi gereja-gereja kecil, yang dganggu
> > orang-orang tak bertangung jawab .
> > Dalam lampiran Anda dapat membaca laporan seorang
> > wartawan yang telah mengunjungi gereja-gereja di
> > Bandung dan sekitanya dan laporan tersebut telah pula
> > dimuat dalam Tabloid Gloria dari Kelompok Jawa Pos,
> > Surabaya edisi terakhir .
> > Saya terpaksa mengirim surat ini pada Anda sekalian
> > karena tadi pagi saya menerima telpon dari Ibu Pendeta
> > Hennoch dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia
> > (GSPDI) di komplek Permata Cimahi, Desa Tani Mulya,
> > Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung.(Dari jalan tol
> > Cikampek menuju Bandung keluar di Padalarang) Ibu
> > Pdt.Hennoch mengatakan didinding rumah-rumah disekitar
> > mereka kini ada tulisan-tulisan yang berbau SARA
> > seperti "Yesus Orang Gila", "Yesus Tukang Bual" dsb
> > .Sungguh hal ini sangat memiluhkan hati karena
> > pemerintah setempat kelihatannya tidak berbuat apa-apa
> > untuk mencegah kejadian yang memalukan ini .
> > Ibu Pdt.Hennoch mengatakan bahwa pihak gereja-gereja
> > disana sudah diminta datang oleh pihak Koramil
> > setempat namun tanggal pertemuan belum ditentukan
> > dengan pasti. Mungkin perteman akan diadakan Sabtu
> > atau Minggu mendatang (tanggal 10 atau 11 Maret yad).
> > Menurut Ibu Pdt. Hennoch pihak Koramil bukannya
> > melindungi gereja-gereja disana tapi malah ikut
> > menekan pihak gereja ditempat mereka .
> > Saya usulkan supaya Anda meghubungi Ibu Pdt.Hennoch
> > untuk mendengar sendiri tentang keadaan gereja-gereja
> > di Permata Cimahi melalui nomor telpon beliau
> > 022-6623180 atau HP 0856-225-1782
> > Anda juga boleh menghubungi Bp Pdt.Danny L dari Gereja
> > Sidang Jemaat Allah (GSJA) diwilayah yang sama dengan
> > nomor HP 08122-154-282
> > Saya juga memohon kesediaan Anda untuk bersiap-siap
> > meliput acara pertemuan antara pihak gereja dengan
> > Koramil pada hari Sabtu atau Minggu yang akan datang .
> > Anda akan diundang melalui SMS untuk acara tersebut .
> > Wassalam,
> > Theophilus Bela
> > Ketua Umum, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ)
> > Sekjen, Indonesian Committee on Religions for Peace
> > IComRP
> > Duta Besar Perdamaian (Ambassador for Peace)
> > HP 0816-180-6644 fax 021-4265903 email :
> > [EMAIL PROTECTED] <theo_bela%40yahoo.co.id>
> >
> >
> >
>


Kirim email ke