Salam hangat untuk anggota milis.
Kalau saya sih melihat dari sisi perilaku dari member milis ini yang tidak konsisten di dalam menanggapi suatu topik, baik yang original maupun hasil forward dari milis lain. Bisa dilihat bagaimana respon terhadap topik diatas, begitu responsip dan langsung membentuk suatu opini bahwa apa yang di forward adalah sudah menjadi suatu fakta seutuhnya. Namun coba lihat pada topik yang mengetengahkah bagaimana usaha sekelompok umat tertentu yang mencoba membujuk anak-anak di bawah umur dari umat yang lainnya untuk pindah agama di Depok. Respon yang terjadi pada saat itu adalah langsung membentuk suatu opini bahwa apa yang ditulis dalam posting tersebut adalah suatu kebohongan belaka. Seolah-olah berita tsb hanyalah usaha untuk memecah belah antara umat beragama. Itu saja yang menjadi keheranan saya, mudah-mudahan kita bisa menilai suatu persitiwa itu dengan adil dan berfikir jernih. Terimakasih Firman --- In [email protected], "Maya Sianturi" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Prihatiin sekali dengan berita di bawah ini ... > > Saya dengar tadi malam juga asrama STT SETIA yang sedang dibangun dibakar > massa. Heran sekali, tempat-tempat yang tidak beres seperti pelacuran, > perjudian, diskotik dll dibiarkan bebas melakukan aktifitas mereka. Tetapi > sekolah teologi, gereja, tempat mengajar umat menjadi pribadi yang melayani > Tuhan dan sesama diteror, dibakar. Dan sampai hari ini tidak satupun mereka > yang membakar gereja di bawa ke meja pengadilan. Sangat prihatiin dengan > kebodohan dan kebebalan negara & bangsa ini yang tidak mau tahu tentang > kebebasan beragama yang dianugerahkan Tuhan. > > Untuk saudaraku seiman - mari kita berdoa terus supaya Tuhan Yesus berbelas > kasih atas bangsa ini dan menunjukkan kebenaran serta keadilanNya. Kita > terus berdoa supaya saudara seiman kita yang mengalami penganiayaan boleh > terus diteguhkan imannya. Dan mari kita terus memperjuangkan kebebasan > beragama yang merupakan hak asasi manusia. > > Untuk saudaraku sebangsa - mari kita upayakan pikiran dan wawasan yang luas > yang dapat menampung keragaman. Kalau bangsa ini ingin maju, kita harus > belajar bersikap adil dan benar. Karena yang saya takutkan, bukan penindasan > terhadap umat Kristen, tetapi cawan murka Tuhan yang siap dituang atas > kebebalan bangsa ini. Jangan-jangan sudah mulai dituangkan dengan banyaknya > bencana dan kecelakaan yang terjadi belakangan ini. Pembalasan Tuhan jauh > lebih mengerikan. Penindasan akan keKristenan hanya membawa akibat positif > bagi keKristenan yaitu: Semakin Berkembang. Sejarah kekristenan sudah > membuktikan hal ini. > > Mari kita semua saudara sebangsa setanah air, belajar saling menghargai > keberbedaan yang ada. Bhinneka Tunggal Ika. > > Merdeka! > MS > > > > On 3/8/07, ~YOGHA <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > > Forward : > > > > Gangguan terhadap gereja-gereja di Bandung dan > > sekitarnya tak pernah berhenti .Walaupun sudah ada > > Perber 2 Menteri yang konon katanya akan menghentikan > > gangguan tersebut ternyata tak mempan apa-apa . Kini > > menteri agama sendiri terseret isu ketidak beresan > > dalam masalah urusan pengiriman haji sehingga jangan > > harap menteri dapat berfungsi dengan baik apalagi > > melindungi gereja-gereja kecil, yang dganggu > > orang-orang tak bertangung jawab . > > Dalam lampiran Anda dapat membaca laporan seorang > > wartawan yang telah mengunjungi gereja-gereja di > > Bandung dan sekitanya dan laporan tersebut telah pula > > dimuat dalam Tabloid Gloria dari Kelompok Jawa Pos, > > Surabaya edisi terakhir . > > Saya terpaksa mengirim surat ini pada Anda sekalian > > karena tadi pagi saya menerima telpon dari Ibu Pendeta > > Hennoch dari Gereja Sidang Pantekosta di Indonesia > > (GSPDI) di komplek Permata Cimahi, Desa Tani Mulya, > > Kecamatan Ngamprah, Kabupaten Bandung.(Dari jalan tol > > Cikampek menuju Bandung keluar di Padalarang) Ibu > > Pdt.Hennoch mengatakan didinding rumah-rumah disekitar > > mereka kini ada tulisan-tulisan yang berbau SARA > > seperti "Yesus Orang Gila", "Yesus Tukang Bual" dsb > > .Sungguh hal ini sangat memiluhkan hati karena > > pemerintah setempat kelihatannya tidak berbuat apa-apa > > untuk mencegah kejadian yang memalukan ini . > > Ibu Pdt.Hennoch mengatakan bahwa pihak gereja-gereja > > disana sudah diminta datang oleh pihak Koramil > > setempat namun tanggal pertemuan belum ditentukan > > dengan pasti. Mungkin perteman akan diadakan Sabtu > > atau Minggu mendatang (tanggal 10 atau 11 Maret yad). > > Menurut Ibu Pdt. Hennoch pihak Koramil bukannya > > melindungi gereja-gereja disana tapi malah ikut > > menekan pihak gereja ditempat mereka . > > Saya usulkan supaya Anda meghubungi Ibu Pdt.Hennoch > > untuk mendengar sendiri tentang keadaan gereja-gereja > > di Permata Cimahi melalui nomor telpon beliau > > 022-6623180 atau HP 0856-225-1782 > > Anda juga boleh menghubungi Bp Pdt.Danny L dari Gereja > > Sidang Jemaat Allah (GSJA) diwilayah yang sama dengan > > nomor HP 08122-154-282 > > Saya juga memohon kesediaan Anda untuk bersiap-siap > > meliput acara pertemuan antara pihak gereja dengan > > Koramil pada hari Sabtu atau Minggu yang akan datang . > > Anda akan diundang melalui SMS untuk acara tersebut . > > Wassalam, > > Theophilus Bela > > Ketua Umum, Forum Komunikasi Kristiani Jakarta (FKKJ) > > Sekjen, Indonesian Committee on Religions for Peace > > IComRP > > Duta Besar Perdamaian (Ambassador for Peace) > > HP 0816-180-6644 fax 021-4265903 email : > > [EMAIL PROTECTED] <theo_bela%40yahoo.co.id> > > > > > > >
