Bacalah di url ini mengenai principles of democracy.
Pelajarilah dan simaklah dengan baik principles of democracy tsb. Semoga
sesudah anda simak, pelajari dan mengerti, maka anda tidak akan mengeluarkan
kata2 yang anda utarakan didalam posting anda tsb., Sebab disitu kelihatan
sekali anda tidak mengerti apa sebenarnya berdemokrasi.
Demokrasi seperti pengertian anda, yang hanyalah mengikuti keinginan
mayoritas, itu sama saja dengan hukum rimba, siapa kuat dia menang.
Di demokrasi, hamnya semua orang di junjung tinggi, baik orang itu adalah
mayoritas ataupun minoritas.
Demokrasi itu sangat rapuh. Kekuatan suatu demokrasi di suatu negara
tergantung dari pada keinginan dan ketekatan SELURUH rakyatnya untuk terus
waspada didalam melanggengkan demokrasi di negara tsb., (ingat, hamnya semua
orang harus dilindungi). Dan ini hanya bisa terlaksana jika ada sistim check
and balances di dalam bentuk pemerintahan negara tsb. Ada pemisahan diantara
judikatif, eksekutif dan legislatif.
Kalau pada suatu waktu rakyat terbuai oleh seorang pimpinannya,umpamanya,
maka bisa saja kesempatan digunakan oleh pimpinan tsb. untuk menjadi pinpinan
yang otoriter, dimana dia menyalah gunakan kekuasaan, dimana dia kemudian
merebut kekuasaan dari badan2 yang lain. Jika ini terjadi, maka ini sudah bukan
suatu negara yang demokratik. Contoh adalah Hitler, yang dipilih oleh
rakyat, kemudian karena dibuai dengan orasinya maka diapun menjadi diktator dan
Jerman menjadi negara polisi.
fery zidane <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
loh ini kan mekanisme demokrasi yg katanya dari barat itu.
kalau mayoritas lewat pelmilu menginginkan itu berarti anda adalah salah satu
minorotas yg tdk menginginkan, so monggo ikuti mekanisme yg ada atau sementara
selama 5 tahun anda mesti keluar dl dr Indonesia.
silahkan bagi umat kresten utk membuat itu..kalo mampu..kalo menang pemilu,
tapi apa ada sistem syariat kresten.
bung PELTU EDI...jaman jahiliyah beda dg jaman Islam yah.... klo baca sejarah
yg cermat donk