Seputar tayangan "terbakarnya pesawat Garuda di Bandara Adisucipto Yogyakarta" Gambar itu memang kami putar di GlobalTV, dan kami peroleh dari Reuters dan APTN (sebuah jaringan wires luar negeri), yang pada umumnya seluruh TV di Indonesia berlangganan, dengan cara membayar sangat mahal.
Nah, menjawab kegelisahan dan tuduhan Anda, dapat kami jelaskan, gambar itu memang diambil oleh seseorang yang kemudian dijual ke Chanel 7 Australia. Gambar itu kemudian diputar di MetroTV, dengan mencantumkan courtesy C7 Australia. Namun, pada saat bersamaan pihak C7 Australia menjual gambar tersebut ke dua news wires APTN dan Reuters. Kami terima uplink-an dari Reuters, pada pukul 15:00 WIB, pada Rabu, 7 Maret 2007. Kami baru memutar dalam breaking news di Global TV pada pukul 16:00 hari itu juga. Selanjutnya gambar tersebut kami putar pukul 18:00 WIB di Global Petang, 24:00 WIB di Saksi Mata, dan keesokan harinya di Sekitar Kita (seperti anda sebutkan tadi). Bahkan, sebelum Reuter melakukan uplink visual, kami terlebih dahulu telah menelpon redaksi C7 via Mr Ricardo di Australia untuk meminta visual itu. Tapi karena Mr Ricardo menjelaskan visual itu dia jual ke 2 wires itu, kami cukup mengambil dari Reuters. Jadi, kami yang berlangganan Reuters/ Kalau Anda jeli, SCTV, ANTV dan televisi lain juga memutar visual itu setelah pukul 15:00 setelah menerima uplink-an dari Reuters dan APTN. Jadi kesimpulannya, kami tidak "nyolong"...... Terimakasih, Yadi Hendriana Global-TV, Jakarta. --------------------------------- The fish are biting. Get more visitors on your site using Yahoo! Search Marketing.
