Minta nomer yuuuukk.... Di jaman SDSB, Porkas dan Undian berhadiah lainnya dulu, buku tafsir mimpi itu adalah salah satu komoditi lokal yang sangat laku keras di lingkungan tempat saya berada, dan koran-koran yang semacam Dobrak, dll dll - saya lupa- itu sibuk memuat oret-oretan yang kalau ditafsirkan bisa untuk menjadi sumber nomer jitu untuk di pasang di undian-undian semacam itu. Saya pun kadang ikut mengamati, tidak ikut main sih, sekedar mengamati saja karena hobi saya dari kecil, dari orok malah, itu mengamati dan mengamati. Ibu saya termasuk salah satu yang hobi dengan penafsiran kode dan nomer ini, ya, kata beliau utak utik angka biar otak nggak mandeg, beku dan jadi pikun. Hmm, nenek saya almarhum juga suka main sedikit, yaa dulu di jaman itu judi pacuan Kuda Singapura cukup aman untuk dimainkan dan mereka juga ikut main, sekarang rasanya sudah tidak lagi karena si Mama sudah sibuk dengan cucunya dari koko ku, cucu laki-laki pertama dari anak yang paling dia sayang, tambah lagi dia juga lagi ke Amrik, melihat kelahiran cucunya dari anak perempuan kesayangannya, jadi main nomer sudah tinggal kenangan buat kami sekeluarga. Sejak kecil saya hidup di lingkungan yang penuh dengan mistik, ada medium atau dikenal dengan istilah Tang ki dan ritual kemasukan dewa itu disebut Lok Tung atau Lok Tang dan di kota saya itu ada dua Dewa yang terkenal Dewa Sukong atau Sukung yang Tang kinya benama si Otak, dan lalu Nenek Gunung Kawi atau Mbah Gunung Kawi, mediumnya saya tidak tahu namanya karena kami memanggil beliau dengan sebutan Ama saja, karena memang beliau itu sudah tua tapi orangnya sangat baik hati. Dalam berjalannya waktu dan sampai saya SMA, kehidupan klenik dan mistik ini masih terus mengikuti saya dan ada beberapa orang Tang ki lain yang pernah saya temukan dan ajak ngobrol. Saya menikmati saja pertemuan itu dan tentunya kebiasaan saya atau hobi mengamati ini masih terus saya lakukan, dan mungkin sampai hari ini juga masih. Ada salah satu Tang ki yang lalu sempat menjadi guru saya sebentar, yaa cuma satu - dua kali pertemuan dan lalu beliau bilang ke saya, agar saya belajar ilmu dunia dengan serius, kuliah dan bekerjalah dengan baik. Ilmu seperti ini katanya, sudah tidak jamannya lagi untuk dipelajari dan saya (menurut beliau) mesti rajin-rajin belajar, siu lien hanya sekedarnya saja, kata beliau begitu. Dari perjalanan itu, saya menemukan bahwa ada beberapa kategori medium dan medium yang paling rendah itu biasanya akan sangat menderita selama proses Lok Tung. Mereka ini akan tidak sadar dan seperti tertidur atau bahkan seperti pingsan. Yang terakhir ini seringkali tidak bisa lok tung selama beberapa hari sampai seminggu sesudah lok tung terakhirnya. Kadang, ada yang bisa jadi meninggal atau sakit parah karena memaksa diri untuk lok tung. Bagi medium-medium yang cukup kuat, biasanya mereka itu cuma akan seperti tertidur dan sesudahnya, mereka itu akan normal lagi dan tidak banyak masalah bagi kesehatan mereka. Dan untuk medium-medium yang tingkat tinggi biasanya mereka sebetulnya tidak bisa disebut medium lagi, karena Dewa atau mahluk suci yang biasanya meminjam tubuh mereka itu tidak lagi menempel dan menggantikan kesadaran mereka dalam interaksi untuk memberikan pertolongan ke orang-orang yang membutuhkannya. Medium-medium atau Tang Ki yang termasuk tingkat tinggi ini akan seperti berdialog dengan Dewa yang mendampingi mereka seperti mendengarkan suara musik di telinga mereka dengan ear phone atau head phone dan pertanyaannya via suara hati atau bisikan batin. Anda mungkin akan bertanya, bagaimana caranya dari yang rendah ke yang tinggi. Ya, nanti akan terjawab sampai akhir cerita ini. Salah satu medium yang paling tinggi tingkatannya yang pernah saya temui adalah guru saya itu dan beliau itu kalau berjumpa dengan saya selalu akan berbahasa inggris, walaupun beliau itu tidak pernah kursus, tidak pernah tamat SD juga dan tidak pernah tahu soal bahasa inggris sama sekali. Tapi kalau saya lagi main ke rumahnya, beliau pasti akan berbahasa inggris ke saya, menurut suheng saya di situ atau murid beliau yang sudah lama belajar, si guru meminta tolong ke salah satu dewanya yang orang bule untuk membisikkan bahasa inggrisnya ke si guru. Tapi sampai hari ini saya tidak pernah tahu apa alasan si guru untuk melakukan itu ke saya dan saya selalu lupa nanya hehehehe. Masih menurut si suheng itu, begitu masuk ke lingkungan rumah beliau, kami musti ekstra hati-hati karena apa pun yang kita pikirkan, si guru pasti akan tahu dan bisa repot kalau beliau tahu kita sedang berpikir tidak benar atau pikiran kotor. Si Suheng itu pernah disuruh menyapu seluruh lantai Vihara dan semua meja dewa di vihara itu gara-gara pikirannya masih terbayang adegan "About Last Night"nya dia dengan salah seorang perempuan yang dia kenal. Sesudah itu, oleh si guru dia di hukum dengan musti makan sayur doang selama seminggu alias vegetarian, duh, diamput kata dia.. hehehee. Semenjak itu kalau baru pikiran kotor, dia akan menjauhkan diri dari si guru dan baru berani datang kalau sudah reda dan bisa mengendalikan dirinya, walaupun tidak sering dia bisa menyelamatkan diri dengan cara begitu karena toh kalau si guru memanggil dia tidak punya pilihan lain kecuali muncul, hehehee. Selama saya main ketempat guru yang satu ini, ada beberapa kasus di mana tang ki yang mengalami konslet alias hampir koit karena tubuhnya tidak kuat menjadi medium lalu di rawat inap di tempat beliau dan setelah menjalani terapi laku vegetarian dan meditasi menatap lilin dan dupa-berganti-ganti, lalu tengah hari bolong, pas jam dua belas sampai jam satu, si tangki ben ko it itu di suruh meditasi di depan altar terbuka, tepatnya di bawah terik matahari dan di bawah altar - kalau tidak salah Giok Hok Shang Tee- dan lalu dia di guyur air sambil meditasi. Kata si guru ini terapi ilmu matahari namanya, dia menyedot sinar matahari - energi yang- tapi dibantu oleh air, biar nggak gosong, ya maklum, hampir ko itnya dia itu karena yang nya hampir habis di serap oleh energi yin si mahluk. Mungkin ini yang menyebabkan banyak ahli spiritual yang melarang orang-orang yan yang bertanya kepadanya untuk tidak menjalani kehidupan sebagai medium ini, mungkin. Dari pengamatan dan juga dari cerita guru saya yang memberikan terapi ilmu matahari itu, saya lalu mengerti bahwa untuk bisa menjadi medium tingkat tinggi, seseorang itu mestilah menjalani latiha meditasi dan juga menjaga laku serta kalau bisa berpantang makan daging. Makin baik meditasinya atau istilah beliau Siu To (menyimpan golok- energi dari meditasi itu dianalogikan sebagai golok). Si tang ki yang diterapi itu, akhirnya di kirim pulang dan baru boleh melaksanakan tugas lagi sesudah beristirahat selama tiga bulan dan melatih diri dengan teknik yang diajarkan oleh guru kepada beliau, dan sampai hari ini kami tidak tahu lagi bagai mana kisahnya, tapi saya kira beliau sudah aman dan cukup berkembang. Sebetulnya ada dua lagi tipe mediasi yang sebetulnya lebih rendah dari yang terendah itu tadi dan di antaranya adalah semacam kerasukan baik yang disengaja atau pun tidak dan kedua adalah permainan semacam jelangkung. Kerasukan yang disengaja itu biasanya adalah tataran awal menjadi medium dan dalam beberapa aliran kebatinan, proses ini biasanya merupakan bagian dari pelatihan bagi si murid entah itu untuk menjadi medium atau juga untuk memperoleh pemahaman-wangsit atau wahyu saya tidak tahu pasti namun yang pernah saya lihat adalah si medium yang baru belajar ini biasanya cuma menggeram-geram saja seperti harimau atau singa yang tidak tahu mau berlaku apa dan lalu lepas dan si medium ini sadar kembali. Kalau yang kerasukan anda tentu tidak asing lagi dan sebetulnya juga seseorang itu kerasukan bukannya tanpa sebab dan juga tanpa arti atau tujuan. Sering kali kerasukan itu karena ada sesuatu yang dilakukan oleh baik yang kerasukan atau orang terdekatnya dan perbuatan itu tidak pada tempatnya alias melanggar hak orang lain atau juga melanggar norma yang berlaku di masyarakat itu. Jelangkung ini sebetulnya terletak di antara dunia medium dan dunia tenaga dalam, kenapa demikian. Ini karena ketika media yang disajikan itu ditempati oleh roh atau energi yang tidak kasat mata itu, pergerakannya itu mirip dengan teknik merasakan getaran yang umum dilatih di berbagai perguruan tenaga dalam yang ada di indonesia, baik yang ternama maupun yang tidak dikenal oleh orang banyak alias cuma untuk kalangan sendiri. Bedanya hanya kalau di dalam tenaga dalam itu getaran atau gerakan dari getaran yang dirasakan itu bukan karena energi itu berwujud mahluk tidak kasat mata,melainkan dari sensisitifitas dari si penekun untuk menemukan getaran yang dia tuju, kalau di dalam jelangkung, si pelaku seringkali hanya sekedar perantara alias tukang pegang bakul-tudung saji hehehehehe. Permainan jelangkung ini sangat umum di indonesia, terutama sekali di pulau jawa dan sumatera dan pulau-pulau lainnya di indonesia dan sekali lagi ini bisa dilakukan oleh hampir semua orang atau semua anak manusia. Hanya memang kalau yang melakukan itu hatinya bersih atau telah mencapai tingkatan batin tertentu dalam dunia spiritual, tentu roh atau energi yang umumnya masih mau untuk menempati media permainan jelangkung itu tidak akan berani muncul alias nggak bakalan muncul, entah karena takut, silau atau nggak kuat. Anak-anak indigo yang tersesat jalannya atau perkembangan batinnya itu salah jalur, seringkali masih mau bermain-main dengan urusan seperti itu dan sebetulnya dari satu sisi, permainan ini mengganggu ketenangan mahluk-mahluk kasat mata itu dan sesungguhnya juga dengan mengganggu mereka, kita telah mengabaikan rasa kasih kita kepada mahluk yang tak terlihat itu, padahal sebagai manusia yang katanya diberikan kelebihan oleh Nya, rasa kasih sayang dan empati kepada semua mahluk baik yang berwujud maupun tidak berwujud, di bumi maupun darat dan lautan, rasa kasih sayang dan menghargai itu adalah yang utama. Rasa kasih inilah yang menjadikan seseorang yang telah mencapai tataran batin tinggi itu bisa terlindungi dari bahaya dan gangguan alam lainnya, secara teknis bisa dikatakan bahwa rasa kasih mereka yang tulus itu membuat para mahluk di semua alam itu akan memberikan perlindungan dan juga bantuan,d imana dan kapan di butuhkan. Mari kita lanjut sedikit soal Jelangkung ini. Permainan Jelangkung ini biasanya di lakukan oleh orang-orang yang ini mencari nomer buntut, entah itu untuk SDSB, Porkas atau juga judi pacuan kuda singapur dan biasanya di lakukan di tempat yang tidak jauh dari makam atau kuburan orang-orang sakti di jamannya, tapi rasanya jarang di lakukan di makam atau kuburan para pemuka agama, pertama tentu itu menghina dan bisa jadi sudah keburu ditangkap oleh penjaga kompleks makam, dan kedua tentu roh orang suci yang dimakamkan ditempat itu nggak bakal datang, malah yang datang itu bisa saja adalah jin penjaga makam beliau dan lalu anda bisa sial dan dihantui sampai klenger alias pingsan, koit habis. Pernah sih ada yang mencoba melakukan ini dan lalu yang ada bukannya dapat nomer malah mereka ketakutan dan lari lintang pukang tidak karuan. Selain dengan permainan jelangkung, medium-medium yang masih rendah tingkatannya umumnya masih mau dan suka memberikan kode nomor ke orang-orang yang bertanya kepada mereka dan tentu saja hasilnya jarang yang memuaskan, kalaupun ada itu tentu sepenuhnya karena hoki si penanya, bukan karena si medium yang canggih. Untuk medium yang tingkat menengah dan tinggi, tentu saja mereka pernah diminta hal yang sama dan khususnya untuk medium tingkat tinggi, umumnya mereka akan melihat dari berbagai sisi dulu sebelum memberikan kode nomor buntut ini dan seringkali tidak diberikan. Saya tidak ingat apa guru saya di bidang ini pernah memberikan nomor ke para suheng saya, tapi sepertinya pernah tapi itu hanya ketika mereka benar-benar butuh uang untuk suatu hal yang baik dan memang jalannya sudah buntu. Kodenya diberikan melalui mimpi dan cuma sekali itu saja dan itu pun bukan karena di minta, tapi karena belas kasih beliau saja atas ke buntuan jalan muridnya yang lagi sial itu. Sebetulnya guru saya ini sama sekali tidak ingin membiasakan murid-muridnya untuk menggantungkan diri pada permainan judi semacam itu, inilah yang menyebabkan beliau sama sekali tidak mau memberikan nomor ke yang memintanya dan beliau lebih sering memberikan solusi yang lebih fisikal dan bisa dikerjakan dengan tenaga dan fisik manusia, walaupun tentu beliau akan memberikan bantuan untuk memastikan bahwa gangguan non fisikal itu tidak lalu mengganggu dan merusak upaya kerja keras dari orang yang meminta pertolongan kepada beliau. Dan beliau juga sangat marah kalau tahu murid-muridnya itu melakukan permainan jelangkung, alasan beliau sama seperti yang saya uraikan di atas, dan beliau tidak ingin melihat murid-muridnya itu mengganggu ketenangan mahluk lain yang sudah berubah bentuk menjadi energi tidak kasat mata atau sering disebut sebagai setan atau hantu... Apa anda mau minta nomor juga? Minta nomer yuuuukk....!!!???? 110307
Diskusi dan pertanyaan mohon di kirim ke japri;[EMAIL PROTECTED] http://www.friendster.com/isutjipto http://groups.yahoo.com/group/irwan_sutjipto/ http://www.friendster.com/group/tabmain.php?statpos=gdis&fid=303848 --------------------------------- TV dinner still cooling? Check out "Tonight's Picks" on Yahoo! TV.
