CUACA OH..CUACA..!

Pagi ini, Senin 12 Maret 2007, cuaca di pagi buta terlihat suram dan 
kelabu.  Mendung bergayut membayangi siluet gedung-gedung pencakar 
langit di Jakarta.  Tak lama kemudian, hujan rintik-rintik mulai 
membasahi bumi.  Meski udara terasa cukup segar, tapi ada suatu 
perasaan kurang nyaman menyelinap di hati beberapa orang yang di pagi 
itu sudah melintas di jalan raya.  Mengapa?

Setidaknya, langit yang suram kelabu, ditambah curahan air hujan 
gerimis masih membawa suasana kecil hati serta keprihatinan.  Masih 
terbayang banjir bandang melanda banyak tempat di tanah air, tidak 
terkecuali ibukota Jakarta.  Suasana sedih dan susah belum sepenuhnya 
pupus, karena bencana masih menyisakan derita bagi mereka yang 
tertimpa musibah parah.

Bagi sebagian orang yang mencari nafkah dengan mengandal pada 
mobilitas gerak, cuaca semacam ini menimbulkan kendala serta rasa was-
was.  Pergi ke mana pun, saat ini tetap memerlukan kewaspadaan 
tinggi, karena setiap saat dapat saja yang namanya musibah menerkam.  
Entah itu dalam rupa banjir, pohon besar yang tumbang, angin puting 
beliung, dan entah apa lagi.

Semangat boleh menggebu, motivasi boleh tinggi, sikap pantang 
menyerah juga boleh saja selalu membara, tapi unsur kehati-hatian 
merupakan suatu hal yang wajib dilakukan.  Sepanjang kita masih mau 
menjaga agar semangat, motivasi dan sikap pantang menyerah itu tidak 
menjadi sesuatu yang sia-sia.

Lantas, bagaimana pula menyikapi fenomena alam yang sedemikian 
berkuasanya, yang seakan tanpa ampun dan tanpa pilih bulu, dapat 
meluluh-lantakkan apa saja dan kapan saja?

Bagi kita semua, termasuk para pengusaha dan kaum profesional, 
seyogyanyalah dapat mengambil hikmah dari pengalaman pahit yang kita 
alami pada hari-hari belakangan ini.  Kita diingatkan, bahwa kita 
harus mawas diri.  Membangun prestasi tidak hanya harus di satu 
sisi.  Keseimbangan alam selalu menuntut untuk dijaga.  Jika ada yang 
material, pasti ada juga yang spiritual.  Jika membangun yang 
fisikal, harus juga diikuti dengan pembangunan mental.  Begitu 
seterusnya.

Oleh sebab itu, marilah kita kembali pada nilai-nilai yang hakiki, 
kepada nilai-nilai keseimbangan alam yang senantiasa hadir.  Bekerja, 
bekerja.. dan tidak lupa berdoa.  Ora Et Labora, bekerja dan berdoa, 
semoga Tuhan memberkati kita semua. (rh)

*** Artikel berita ini dapat Anda baca juga di portal wirausaha 
http://www.gacerindo.com, dilengkapi dengan foto.

Rusman Hakim
Pengamat Kewirausahaan
E-mail: [EMAIL PROTECTED]
Web: http://www.gacerindo.com
Blog: http://rusmanhakim.blogspot.com
Mobile:   0816.144.2792



Kirim email ke