Bung Wido, citra agama Islam bisa buruk lewat komentar2 asbun tipis logika (bahkan 'null argumentation') oleh mereka2 yang sering mengatas-namakan atau menyandang simbol2 Islam spt Thoha Abdulrahman. Demikian pula citra Hidayatullah.
Pak Ustadz Thoha, jangan cuma reaktif dong, ttp juga kreatif dg pola pikir logis. Saya tanggapi komentar2-nya yang menurut saya asbun sbb: --- In [email protected], "Wido Q Supraha" <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > Thoha Abdurahman: "Kolom Agama di KTP Jangan Dihilangkan" > > Senin, 12 Maret 2007 > > Tokoh Muslim di Jogjakarta meminta kolom status agama yang ada pada Kartu > Tanda Penduduk (KTP) tetap dicantumkan alias tidak dihapus > > Hidayatullah.com--Tokoh Muslim di Jogjakarta, Thoha Abdurrahman, berpendapat > sebaiknya kolom status agama yang ada pada Kartu Tanda Penduduk (KTP) tidak > dihapus, dan membiarkan format identitas diri seperti yang sudah ada selama > ini. > > "Saya tidak setuju dengan wacana penghapusan kolom agama pada KTP itu, lebih > baik justru status agama seseorang diperjelas dengan tetap mencatumkannya > dalam KTP," kata Ketua Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Provinsi Daerah > Istimewa Jogjakarta (DIJ), Ahad (11/3). L: Mana argumentasi ttg manfaat 'bertambah jelas'nya agama seseorang? > Menurut dia, penghapusan kolom agama, tidak > menjamin akan terbebas dari diskriminasi atau > potensi menimbulkan perpecahan maupun konflik horizontal. L: Mana data dan fakta yang mendukung ucapan2-nya? Justru data dan fakta2 memberikan banyak contoh2 perlakuan diskriminatif akibat keberadaan kolom agama (mis. sweeping thd mereka yang kolom agama di KTP tertentu). > "Justru dengan tanpa pencatuman status agama > seseorang dalam KTP, akan dimanfaatkan oleh > seseorang untuk membuat onar terutama di daerah > konflik, karena dapat bebas bolak-balik tanpa > dicurigai," ujarnya. L: ???? Asbun yang memalukan. Gimana sih redaksi Hidayatullah kok tulisan asbun begini bisa lolos? Jangan2 anggota2 redaksinya samimawo :-) Boleh atau tidak boleh bolak-baliknya seseorang kan dilihat dari identitasnya, bukan oleh agamanya? Kalau dilihat dari identitasnya, seseorang berasal dari luar Ambon (tak perduli Islam atau Kristen) datang ke Ambon, ya pantas dicurigai. > Menurut dia, penghapusan diskriminasi maupun > konflik horizontal tidak mesti harus mengorbankan > diri dengan menghilangkan status agama pada KTP. L: Eee, ee, e, DIRI siapa yang diKORBANkan? Ini pola pikir ndak pernah belajar nulis ttp asbun. Menghindari ekses2 buruk, sekecil apa pun ekses2 tsb, merupakan pedoman umum dalam penetapan suatu kebijakan. > yang penting adalah penyadaran agar tidak ada > perlakuan diskriminatif yang berpotensi menimbulkan konflik. L: Kalau cuma 'penyadaran', tak perlu ada polisi dong. Cukup diberi kesadaran agar masing2 warga tidak berbuat jahat. > "Sebenarnya konflik yang terjadi di sejumlah > daerah di Indonesia disebabkan oleh ulah dan > campur tangan pihak asing yang menginginkan > bangsa ini terpecah belah. Mestinya seluruh > bangsa harus mewaspadai semua itu," > katanya. L: He, he, he akhirnya kembali menyalahkan pihak 'asing'. Kalau pola pikir prejudice dimiliki secara BERSAMA-SAMA oleh banyak orang, maka diagnosa yang paling tepat: mereka ter'brain-washed'. > Ia mengatakan, jika semua umat menjalankan > ajaran agama dengan baik diyakini tidak akan > terjadi konflik. L: Ya, ya ya, juga tak ada maling, tak ada koruptor, tak perlu ada polisi, dst. > Umat Islam menjalankan syariat Islam dengan benar > dan baik maka mereka akan menghindari konflik dan > sikap diskriminatif (DELETED) > karena syariat Islam memang tidak mengajarkan > pertikaian maupun konflik antarumat L: Logika yang sama dari pak Ustadz 1. Umat Islam menjalankan syariat Islam dengan benar dan baik maka mereka akan menghindari KORUPSI karena syariat Islam memang tidak mengajarkan KORUPSI. 2. Umat Islam menjalankan syariat Islam dengan benar dan baik maka mereka akan menghindari MENCURI karena syariat Islam memang tidak mengajarkan MENCURI. Tolong carikan negara dg hukum SI dan dengan keadaan morat-marit spt Indonesia (beda kaya dan miskin sangat tinggi) tetapi warganya tak ada yang korupsi atau mencuri. Korea Utara? Cina? Salam
