Belum lama ini Ratu Beatrix berkunjung ke Turki. Pada salah satu acara ada wanita Turki mengenakan kerudung kepala, kontan perdana menteri Turki bilang ke Ratu Beatrix "Sorry, saya tidak boleh mendampingi anda di sana, sebab UU Turki melarang pejabat negara menghadiri upacara yang ada kerudung kepalanya."
UU Turki melarang pengenaan kerudung kepala di sekolah-sekolah, di tempat-tempat lain apalagi di gedung pemerintah. Itu semua berkat bapak Turki, Kemal Ataturk. Tentu saja Indonesia berhak menentukan sendiri UU-nya, tidak harus sama dengan Turki. Lagipula Indonesia memiliki bapak bangsa sendiri yang menjadi panutan rakyat Indonesia. Bapak bangsa Indonesia pastilah bukan Kemal Ataturk. Salam hangat, Danny Lim, Nederland ----- Original Message ----- From: ati gustiati To: [EMAIL PROTECTED] ; [EMAIL PROTECTED] ; [email protected] Sent: Monday, March 12, 2007 11:27 AM Subject: [KincirAngin] Re: Apa Hebatnya dengan Syariat Islam! ( ZERO alias NEHI, alias NONE !) Kenapa harus hati2? belum siap dgn demokrasi (kebebasan berpendapat) kenapa berang ? karena tidak suka membicarakan masalah yg pelik ? karena tidak mau membuka mata akan apa sebenarnya yg menjadi penyebab kehancuran budaya dan moral pemerintah dan bangsa kita? kamu pikir dengan menutup mata kita akan memiliki perubahan ? bacalah tulisan saya dgn baik, BANYAK KELOMPOK YG MENGGUNAKAN AGAMA UTK TUJUAN POLITIK BENGIS NYA, saya tidak menyudutkan islam, saya malah sedih karena reputasi Islam sudah di aduk2, saya lahir dari keluarga muslim as well seperti kamu, orag tua kami dari tapanuli selatan, it cant be worst than that, right ? saya sama sekali bukan pendukung SI, karena mereka terorist, menteror wanita dan merugikan kebebasan wanita, kamu sudah lihat contoh2 yg dilakukan mereka terhadap kaum wanita, apakah anda wanita ? adik bungu saya penganut SI, anak gadis kecilnya dipaksa utk memakai pakaian yg tertutup disiang bolong dalam udara 100 C, ini tidak rasional ! kenapa kita tidak bisa hidup wajar ? tidak perlu takut dan merasa kaku (uptight) berbaur dengan kehidupan lain nya ? kenapa tidak melihat kehidupan dengan ambisi utk maju supaya kita semua bisa hidup layak dan nyaman seperti negara2 ketiga lain nya ? sudah lihat negara2 lain ? mereka hidup sehat dan tidak putus asa terus karena besok mrk tidak tau mau makan apa. Bila kita tidak punya nyali dan keterbukaan utk membicarakan masalah2 kita, Indonesia akan terpuruk semakin dalam, lalu apa yg bisa kita wariskan pada anak cucu kita ? dongeng seribu satu malam sebelum mereka pergi tidur ? BAH ! salam omi elubis Sri Utami <[EMAIL PROTECTED]> wrote: Hanya 2 hari kerja saya mengikuti milis ini, terus terang saya syok setelah membacanya. Saya pikir kita tidak akan membicarakan SARA melalui milis ini. Kalau memang harus, saya pikir kita harus lebih hati - hati. Bukan karena saya Muslim sehingga saya menjadi berang dengan tulisan di bawah. Karena saya pikir kesalahan dalam menterjemahkan ajaran agama terletak pada orangnya bukan agamanya. Saya harap tidak ada orang yang akan tersinggung dengan emial saya ini. ati gustiati wrote: > > Dalam kegagalan yg kita hadapi saat ini, apa menurutmu yg bisa > diberikan oleh Syariat Islam ? selama ini Syariat Islam hanya > didengungkan sebagai ajaran agama dan philosophy hidup yg ingin di > syah kan dalam panataan berbangsa dan bernegara, apa strategy > ekonomi SI ? bagaimana SI bisa mengambil alih UU yg telah disyah > kan ? apakah penyiksaan tubuh atau kesewenangan/ pemaksaan yg di > lakukan dalam ajaran SI merupakan hukuman yg bisa berlaku dalam > negara yg demokrasi? Kegagalan moral dan morat marit nya indonesia > bukan saja karena dikelola oleh pemimpin2 doyok tetapi juga karena > tumbuh suburnya kelompok2 yg menggunakan agama (terutama Islam) > utk mewujudkan ambisi politik bengis nya. > Kesimpulan nya, tak ada satu agama pun (islam, kristen, budhism, > hindu dll) yg seharusnya turut campur dalam menjalani tatanan > negara, agama seharusnya tidak bisa diikut sertakan dalam > keputusan2 politik, agama adalah silaturahmi manusia dengan yg > lain nya, silaturahmi dengan alam nya, silaturahmi dengan Tuhan > nya, silaturahmi dengan jati dirinya, silaturahmi dengan gaya > hidupnya, ingin tau bagiamana agama seseorang ? lihat saja gaya > kehidupan nya dan bagaimana mereka memperlakukan kehidupan lain nya. > Syariat Islam seharusnya di hapuskan dari budaya Indonesia, itu > bukan kebudayaan kita, itu kebudayaan zaman yg sudah hilang dari > peradaban manusia. > > salam > omie lubis > > > */Budi P /* wrote: > > Menurut perhatian gue. Sebenarnya syariat Islam diterapkan > untuk memberikan tatanan baru di negara kita. > Karena sudah TERBUKTI, dengan kondisi sekuler spt sekarang ini > negara kita gak maju maju. > Kita sudah mencoba hidup di negara sekuler dan buktinya gagal, > makanya ada yang mengusulkan syariat Islam, dan bahkan ada > beberapa pihak yang mau mengusulkan syariat Komunis atau > syariat Kristen. > > Itu kan suka-suka aja, karena dgn kondisi yang ada sekarang, > terbukti negara Indonesia gak maju. > Yang kaya tambah kaya, yang miskin tambah miskin. > kan yang kaya di Indonesia kebanyakan ............. you know lah > > On 3/8/07, *Edy Susilo* > > wrote: > > GAK ADA HEBATNYA COY.....cuma kita kembali ke JAMAN > ZAHILLIYAH aja, dengan pemikiran yang sangat sempit yang > sesuai dengan artinya yaitu ZAMAN KEBODOHAN, saya juga > memastikan bahwa umat islam indonesia juga akan > mengalami kemunduran dalam pola pikir tentang hidup saling > damai dan rukun tanpa melihat unsur SARA, ingat sabda Nabi > Muhammad SAW, "Bagiku agamaku, bagimu agamamu " (maaf kalo > salah), hal ini kurang di cerna dengan baik oleh umat > muslim di indonesia dan kurang dipahami dengan luas oleh > umatnya, karena apa sempitnya pola pikir oleh yang > mengajarnya (ustad/kyai/guru agama) dalam hal mendidik > moral umatnya, karena apa ? terlalu banyak membaca TAFSIR, > jadi siapa saja boleh dong menafsirkan > ................................................ > .
