Pak Danny,

Sedkiti tambahan. Memang sekarang begitu, tetapi lain sekarang lain djaman 
doeloe. Pada djaman doeloe, kalau dikirim foto ke orang tua atau familie di 
Belanda isterinya melajoe berpakaian kain kebaya jarang ditampilkan, hanya ayah 
dan anak-anak yang blond saja, hal ini bisa dilihat pada cerita-cerita tempo 
doeloe  yang kadang-kadang muncul dengan gambar di Volkskrant atau NRC 
Handelsblad. Pernah ada artikel di salah satu koran Belanda  dikatakan bahwa 
1/3 penduduk Belanda itu berdarah "Melayu".

Salam.



  ----- Original Message -----
  From: Danny Lim
  To: KincirAngin
  Cc: Media Care ; PMKRI Petojo
  Sent: Tuesday, March 13, 2007 9:06 AM
  Subject: [mediacare] Mijn vrouw is Indisch




  www.ikenindonesie.nl


  MIJN VROUW IS INDISCH
  Maurice & Jessy

  "Mijn vrouw is Indisch" adalah artikel menarik terbaru (dalam bahasa Belanda) 
di www.ikenindonesie.nl. Di jaman penjajahan banyak terjadi pernikahan antara 
orang Belanda dan orang Hindia-Belanda, itu bagus. Setelah Indonesia merdeka, 
terjadi pernikahan antara orang Belanda dan orang Indonesia, itu juga bagus. 
Namun apakah pernikahan lain bangsa, dan tidak jarang juga lain agama, tidak 
menimbulkan problem? "Tidaaaak ........ " ujar Maurice dan Jessy seperti koor.

  Maurice (orang Belanda) telah menulis dalam bahasa Belanda perkenalan, 
pertunangan dan pernikahannya dengan Jessy, gadis Tionghoa-Indonesia asal 
Surabaya, khusus untuk pembaca www.ikenindonesie.nl. Selamat membaca.

  Salam hangat, Danny Lim, Nederland
  www.ikenindonesie.nl



Kirim email ke