Disamping lemah, tim ekonomi neoliberal anak Berkeley Mafia di kabinet SBY-JK 
ini terutama sangat berbahaya untuk kekinian dan masa depan Indonesia dan 
rakyatnya.

"B.DORPI P." <[EMAIL PROTECTED]> wrote:          
http://www.suarakarya-online.com/news.html?id=168709
   
  Kamis, 15 Maret 2007

   
  Surat Boediono ke Bank Dunia Bukti Lemahnya Tim Ekonomi 

  JAKARTA (Suara Karya): Bocornya dokumen surat pejabat negara (Menko 
Perekonomian Boediono) ke Bank Dunia yang minta bantuan impor beras, mengundang 
reaksi keras. 
   
  Pengamat ekonomi dari Institute for Development of Economics and Finance 
(Indef), Iman Sugema, mengatakan bahwa ada tiga poin penting yang menjadi 
catatan hitam bagi tim ekonomi Kabinet Indonesia Bersatu, dan Boediono pada 
khususnya. 
      
   "Pertama, itu artinya Boediono cs ini bosnya bukan presiden, melainkan para 
kreditur. Buktinya, meskipun sudah ditegaskan agar Indonesia jangan lagi 
bergantung pada kreditur, mereka tetap saja bikin kesepakatan dengan kreditur. 
Dan, parahnya, itu dilakukan tanpa sepengetahuan Presiden. Jangankan dapat 
izin, Presiden tahu saja tidak," kata Iman kepada Suara Karya, Rabu (14/3) 
malam. Dia sangat menyayangkan kejadian ini, yang menjadi bukti betapa Menko 
Perekonomian sama sekali tak berpihak pada petani nasional. "Ini sangat 
merugikan petani," katanya.   

  
   Kedua, kata Iman, kejadian ini telah menyadarkan publik betapa mereka 
(Boediono cs) tidak bertindak atas nama kepentingan masyarakat. "Mereka ini 
jelas-jelas antinasional. Tak penting buat mereka apakah petani akan menderita 
akibat tindakan mereka. Atau, apakah ekonomi akan bangkit atau malah 
kacau-balau," ujarnya.   
  
   Pengamat yang dikenal sangat kritis ini bahkan menegaskan, tim ekonomi tak 
ingin ekonomi Indonesia pulih. Sebab, makin terpuruk ekonomi Indonesia, negeri 
ini akan makin tergantung pada kreditur. "Jadi siapa pun yang menjadi 
presidennya, mereka akan tetap menciptakan ketergantungan pada kreditur. 
Stempel dari kreditur itu yang mereka inginkan," katanya. Setelah Indonesia 
lepas dari cengkeraman CGI, mereka malah menggandeng World Bank.   
  
   Iman menegaskan, motifnya adalah merusak perekonomian Indonesia. Tatanan 
ekonomi yang belum sepenuhnya tertata baik malah dirusak.   
  
   Ketiga, lanjut Iman, keberanian mereka (Iman menyebut mereka untuk Boediono 
cs) menelikung penguasa, khususnya Presiden SBY, sebenarnya bukan hal baru. Hal 
serupa pernah terjadi saat pemerintahan Presiden Habibie dan Megawati, yang 
ditandai dengan penjualan aset-aset negara kepada investor asing.   
      
   "Sekarang SBY yang ditelikung. Mereka memang selalu minta stempel dari 
kreditur asing untuk memperlemah posisi Presiden. Ini pola ekonomi hit man. 
Cara berpikirnya berbeda dengan rakyat. Berbeda dengan Presiden dan Wapres. 
Mereka punya pola sendiri untuk mendikte penguasa," katanya.   
      
   (Devita)   
      
      
      
   


                
---------------------------------
 What kind of emailer are you? Find out today - get a free analysis of your 
email personality. Take the quiz at the Yahoo! Mail Championship.

Kirim email ke