Aduh,, Bung Jhonny, 
Danny Lim kan cuma bisa petantang petenteng di milis, biasalah efek
samping usaha ganti kulit yang gagal :-). 
Diketawain sa Belanda juga ga kerasa sama dianya.

Heiran butul iki 'sejarawan' satu itu, tiap hari tiada lain tiada
bukan bisanya cuma nyanjung2 Belanda. Dia kagak sadar bahwa politik
penjajahan Belanda dulu juga mengakibatkan penderitaan berkepanjangan
buat kalangan seetnisnya: orang Indonesia keturunan Cino(*).

Etnis ini dibikin menderita beridentitas 'banci' (istilah Ben
Anderson) oleh politik kolonial Belanda, lewat politik jahat segregasi
rasialnya.... Lha piye 'sejarawan' satu ini nyanjung2 bangsa yang
pernah bikin orang2 seetnisnya menanggung akibat politik busuk itu:
sampai sekarang di sana-sini masih dianggap (dan menganganggap diri)
etnis tamu di negerinya sendiri, dan kita semua sudah tahu apa
akibatnya!! 

Kita orang sudah lama ketawa geli tiap kali baca ulahnya
menjilat-jilat itu, tapi ya piye yo, dia punya 'kelainan' ngono..... 

I.

(*)Identitas Danny Lim memang membingungkan: kadang ngaku sebagai
orang Belanda, tanah airnya Belanda (dengan semboyannya yg kesohor
itu: "I love my new country more and more"), lain kali ngaku sebagai
orang Indonesia keturunan Cina! Tipikal (pe)ganti kulit yg gagal :-)


--- In [email protected], jhonny sitorus <[EMAIL PROTECTED]>
wrote:


> Bung, inilah uniknya konsidi negeri sy. Janganlah
> terlalu dibandingkan dg Belanda yg (konon) demokratis
> itu. 


> --- Danny Lim <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
> 
> > Media Care sih kagak mungkin bisa ditutup oleh FPI,
> > wong di sini ada 
> > banyak jagoan. 

Kirim email ke