Memang aneh PDIP ini....
katanya partai demokrasi kenapa selalu ada formatur tunggal dan yang mau 
nyaingin Megawati dipecat ( Eros Jarot).

Katanya wong cilik kenapa arus bawah kok di tolak..kasus kader PDIP yang mau 
jadi cabup or cagub di hadang oleh Mega cs.

Katanya demokrasi juga kenapa : Kwik kian gie gak aktif lagi...malah Sophan 
Sopian mundur.. trus Roy BB Janis Arifin Panigoro ..Laksamana Soekardi

Katanya partai nasionalis cinta rakyat..kenapa kadernya banyak yang korupsi, 
narkoba...ijazah palsu ( contoh kasus Darmono K Langkawi).

Trus kenapa Megawati..Rachmati dan Sukmawati ..gak akur?

Saya lebih setuju Sophan Sopian yang dipilih jadi capres dari PDIP dibanding 
Megawati apalagi Guruh.......



ati gustiati <[EMAIL PROTECTED]> wrote:                                  Yang 
pasti PDIP adalah partai tua yg masih berkekuatan, kekalahan nya pada pemilu 
2004 dirasa cukup telak, entah bagiamana partai2 baru bisa menggiling partai yg 
sudah cukup lama ini, Mega dan kelompok elite nya tentu nya sudah cukup diberi 
kesempatan utk melihat kelemahan2 partai nya selama pemerintahan SBY ini, 
dengan home work nya diharapkan partai ini sudah bisa memiliki strategy matang 
utk tampil lagi kegelanggang percaturan politik dimasa yg akan datang.
   Saya rasa banyak rakyat (termasuk saya) yg sudah sangat jera dan bosan 
melihat kegagalan demi kegagalan dari partai2 garis depan, ingin sekali melihat 
wajah2 baru utk mencalonkan kemampuan nya dalam membenahi negri ini, sama 
sekali tidak ada pilihan lain, utk saat ini hanya PDIP lah yg sepertinya 
berpeluang utk merebut kembali kepercayaan rakyat nya.....
   is there any hope left for us  ?
    
   salam
   omie
    
   
 
 Kang becak <[EMAIL PROTECTED]> wrote:
   Bagi PDIP,
 Hasil survey kali ini menunjukkan peningkatan 4%,
 Dibanding dari perolehan suara pada hasil pemilu 2004 (18%).
 
 Hasil ini membuktikan,
 PDIP berhasil keluar dari konflik intern.
 
 Untuk ke depan,
 Ada baiknya difikirkan sebuah strategy baru.
 
 Meski sebagai ketua partai Mega berhasil,
 Ada baiknya,
 PDIP mengangkat wacana pencalonan Guruh sebagai capres.
 
 Wacana ini akan dapat mengurangi resistensi,
 Dari pihak anti Mega,
 Sementara pihak pro megapun tetap merasa aman,
 Karena Mega tetaplah orang nomor 1 di PDIP.
 
 BDG KUSUMO wrote:
 Hasil survey ini mungkin dapat menjadi trend yang harus menjadi cambuk untuk
 PDI-P agar kerja lebih keras lagi secara internal dan juga keluar. Khususnya 
 juga
 dalam mengemban beban sbg partai oposisi terbesar untuk lebih menggalakan
 upaya check and balance terhadap pemerintah.
 
 Sikon yang ada juga hendaknya dimanfaatkan seoptimal mungkin oleh semua
 kekuatan dan kelompok kebangsaan yang peduli pada pengentasan nasib dan
 kemiskinan wong cilik untuk menyatukan diri menjelang pilpres dan pemilu 
 2009,
 momentum yang dapat dipakai untuk mengarahkan jalannya negara ke tujuan yang
 positif untuk negeri, bangsa dan negara.
 
 Salam, Bismo DG
 
 ----- Original Message ----- 
 From: "Holy Uncle" 
 To: ; 
 Sent: Wednesday, March 14, 2007 5:05 PM
 Subject: [nasional-list] PDI-P's popularity surpasses Golkar, Democrat 
 Party: Survey
 
 PDI-P's popularity surpasses Golkar, Democrat Party: Survey
 
 JAKARTA (Antara): A survey conducted by the Indonesian Survey Circle (LSI)
 has shown that popular support for the Indonesian Democratic Party for
 Struggle (PDI-P) has for the first time since the 2004 general election
 surpassed that for the Golkar Party and the Democrat Party.
 
 LSI Director Denny JA said on Wednesday that of the 1,200 respondents
 surveyed, 22.6 percent gave support to PDI-P, 16.5 percent to the Golkar
 Party and 16.3 percent to the Democrat Party.
 
 He said the support given by respondents to other political parties was far
 lower than that to the PDI-P, Golkar Party and Democrat Party.
 
 Denny said the Prosperous Justice Party (PKS) had the support of 5.6
 percent, the National Awakening Party (PKB) 4.7 percent, the United
 Development Party (PPP) 3.6 percent, the National Mandate Party (PAN) 3.4
 percent, the Crescent and Star Party (PBB) 0.5 percent, the Reform Star
 Party (PBR) 0.5 percent, theConcern for the Nation Party (PKPB) 0.3 percent
 and the Prosperous Peace Party (PDS) 0.2 percent of the survey's
 respondents.
 
 The LSI director said the PDI-P had been overshadowed by the Golkar Party
 (winner of the 2004 legislative elections) and the Democrat Party (winner of
 presidential election) since 2004. (***)
 
 http://www.thejakartapost.com/detailtoplatest.asp?fileid=20070314212927&irec=0
 
 
     
                       

         
---------------------------------
Looking for earth-friendly autos? 
 Browse Top Cars by "Green Rating" at Yahoo! Autos' Green Center.  

Kirim email ke