waduh ini enaknya kalo ketemu Pak Manneke, sekalin dapet pencerahan, 
lumayantambah teman, tambah ilmu. 

Memang harus aku akui juga kalau kepribadian erat hubungannya dengan genetik 
dalam keluarga seseorang (meski bukan berarti penentu utama) dan sering kasus 
yang berhubungan dengan perilaku (seperti kleptomania dan kompulsi) 
diselesaikannya justru dengan CBT/cognitive behavioral therapy. 

Hanya saja saya pun sering mendengar bahamana kemudian banyak orang yang 
mempelajari ilmu kedokteran (termasuk orang-orang  yang menganut psikologi 
klinis) merasa semua dapat diselesaikan dengan otak dan genetika, termasuk 
masalah kemiskinan, penjarahan dan perang, tanpa mempertimbangkan segi-segi 
sosial dan politik. Kada jadi bete aja kalo dah ketemu dengan yang kaya gitu.

hehehehe Pak, jangan bosen ngajarin en ngingetin aku lho ya...

maria
GAYa NUSANTARA
Mojo Kidul I # 11A
Surabaya 60285
East Java-Indonesia

Phone/fax: + 62 31 591 4668
  ----- Original Message ----- 
  From: manneke 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 15, 2007 1:04 PM
  Subject: [mediacare] Re: Sorry, Manneke -



  Waduh, ini ternyata Maria toh? Saya juga minta maaf kalo gitu. Soal 
pendekatan genetik yang sangat deterministik itu, itu adalah warisan Darwin 
dari akhir abad ke 19. Sekarang, bahkan paea ahli biologi evolusi pun tak 
percaya bahwa gen berperan dengan cara sedeterministik itu. Ilmunya berkembang 
terus, karena banyaknya temuan setiap tahunnya tentang tubuh manusia. 

  Kita katakan saja bahwa penentu perilaku manusia adalah hasil dari negosiasi 
antara gen sebagai pemberi potensi, otak sebagai pengolah informasi, tubuh 
sebagai pelaksana, dan lingkungan sebagai pemantik. Semuanya memainkan faktor 
penting, dan tindakan yang diambil salah satu pihak tersebut sudah bisa 
mempengaruhi tindakan pihak-pihak lain. Hasilnya dalam bentuk perilaku tak 
pernah dapat diprediksi secara tepat. Jadi, tak perlu khawatir dengan evolusi 
dan teori genetikanya.

  Tak sangka kita jumpa di mediacare. Salam,

  manneke

  -----Original Message-----

  > Date: Wed Mar 14 19:47:20 PDT 2007
  > From: "GAYa NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
  > Subject: Sorry, Manneke - Re: [mediacare] Re: Serem
  > To: [email protected]
  >
  > Wah sorry Manneke, berarti aku orangnya ge-eran hehehehe....
  > 
  > salah satu yang membatalkan niatku masuk dunia kedukteran dan banting setir 
ke dunia psikologi adalah kecenderungan melihat masalah, bahkan masalah sosial 
dapat diselesaikan dari gen, otak dan DNA. Kenapa seseorang jadi kejam, karena 
ada gen-nya, sudah tertanam dalam otak. Saya hanya punya kecenderungan berusaha 
melihat manusia sebisa mungkin tidak hanya dari gen, otak dan DNA saja (meski 
dalam ilmu psikologi ada ilmu klinis yang juga melihat otak sebagai inti dasar 
perilaku).
  > 
  > Anyway, aku tetap saja senang bahwa email saya ditanggapi, minimal saya 
tidak sedang ngomong sendirian, terima kasih sekali lagi...
  > 
  > maria
  > GAYa NUSANTARA
  > Mojo Kidul I # 11A
  > Surabaya 60285
  > East Java-Indonesia
  > 
  > Phone/fax: + 62 31 591 4668
  > 
  > 
  > ----- Original Message -----
  > From: manneke
  > To: [email protected]
  > Sent: Wednesday, March 14, 2007 2:05 PM
  > Subject: [mediacare] Re: Serem
  > 
  > 
  > 
  > Hmm...tampaknya Anda salah paham. Saya bukan mengomentari tulisan Anda, 
melainkan posting di paling bawah dari Sdr. Ati Gustiati, yang Anda tanggapi. 
Yang saya lakukan adalah melanjutkan rantai tanggapan yang sudah Anda mulai.
  > 
  > Dalam tulisan itu disebut bahwa ada narasumber bernama Taufik Nasihun, 
Dekan FK Universitas Islam Sultan Agung. Tapi, lepas dari itu semua, apa sih 
hubungannya dengan gen, otak dan DNA?
  > 
  > manneke
  > 
  > -----Original Message-----
  > 
  > > Date: Tue Mar 13 20:50:17 PDT 2007
  > > From: "GAYa NUSANTARA" <[EMAIL PROTECTED]>
  > > Subject: Re: [mediacare] Re: Serem
  > > To: [email protected]
  > >
  > > Perlu dipertanyakan juga zaman edan itu yang seperti apa? Menurut saya 
kalau menyikapi segala sesuatu dengan kacamata yang mempertahankan nilai-nilai 
dan norma yang perlu di up-date dan tidak bisa terbuka pada perubahan 
lingkungan, mungkin kita bukan masuk zaman edan, namun zaman purba.
  > >
  > > Saya senang ada yang memberikan reaksi pada pemikiran saya, meski 
bersebrangan. Jadi saya nggak cuma onani pikiran (maaf kalau istilahnya nggak 
enak untuk sebagian orang, karena saya belum menemukan kata yang mampu 
mengekspresikan sama dengan kata itu), ada yang mau merespon.
  > >
  > > Kalaupun pemikiran saya dianggap edan, saya merasa tidak, karena saya 
tidak menyarankan anak kecil dibekali kondom, namun perempuan yang sudah 
mengalami menstruasi perlu tidak sekedar dibekali pengetahuan bagaimana 
membersihkan diri saja dan konsekuensi dari perilaku seksnya, namun juga perlu 
tahu apa haknya atas tubuhnya. Bahwa seks itu sendiri adalah kenikmatan tidak 
bisa dipungkiri, lalu buat pada dibohongi apalagi ditakut-takuti, perempuan 
tidak perlu takut dengan hasratnya, namun dia harus tahu kenapa hasrat itu 
muncul dan bagaimana itu berhubungan dengan menstruasinya. Kalau dia sudah 
paham, maka dia sudah bisa berdiskusi untuk mengetahui hak atas tubuhnya, 
bagaimana dia ingin menghargai tubuhnya, dengan siapakah dia akan berbagi 
kenikmatan seksnya serta semua konsekuensinya termasuk aborsi dan segala 
konsekuensinya, bahwa dia pun punya hak atas kenikmatan itu dan kenapa seks 
yang lebih aman dengan menggunakan kondom itu penting bagi keselamatan nyawa 
dan tu buh d!
  ia!
  > serta hak tawar dalam menikmati tubuh serta seksualitasnya. Bukan dengan 
memberangus kenyamanan tubuh perempuan dan menjadikannya polisi moral dirinya 
dan laki-laki sekitarnya, kalo begini sih bagi saya seperti Taliban versi baru 
saja.
  > >
  > > nb: mungkin anda salah dengan orang lain, kebetulan saya belum pernah 
masuk fakultas kedokteran, karena saya (meski menghormati profesi dokter) tidak 
tertarik menyelesaikan masalah hanya dari seni gen, otak dan DNA, it's just not 
me. ;0)
  > >
  > > GAYa NUSANTARA
  > > Mojo Kidul I # 11A
  > > Surabaya 60285
  > > East Java-Indonesia
  > >
  > > Phone/fax: + 62 31 591 4668



   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.11/722 - Release Date: 3/14/2007 
3:38 PM

Kirim email ke