Freeport Akar Masalah di Tanah Papua; Tutup Segera
  Siaran Pers PBHI No.   /SP-PBHI/III/2007
   
  Bermula dari insiden kekerasan di Mile 72, ketika pada tanggal 21 Februari 
2006, Tim Task Force Freeport yang terdiri dari Brimob Polda Papua Detasemen B 
Timika dan satpam Freeport yang dipimpin AKP I Ketut Surana bentrok dengan 
rakyat penambang tradisional, maka aksi massa yang disertai kekerasan terus 
terjadi, antara lain pemblokiran dan pengrusakan di Mile 72-74 Mimika Papua, 
pengrusakan Plaza 89 Jakarta 23 Februari 2006, pengrusakan  Hotel Sheraton 
Timika Papua 12 Maret 2006, dan Bentrokan 16 Maret 2006 di Universitas 
Cenderawasih Jayapura Papua.
   
  Setelah berbagai insiden-insiden kekerasan tersebut, aparat maupun rakyat 
telah korban dan  para demontran telah diadili, namun salah satu esensi dari 
akar permasalahan di Tanah Papua, yaitu Freeport masih tegak kokoh berdiri, dan 
perlawananan atas Freeport seakan mati. 
   
  Padahal persoalan yang sangat mendasar di Tanah Papua adalah eksploitasi 
sumber-sumber agraria di Tanah Papua yang menghasilkan kerusakan lingkungan 
yang sangat parah dan Orang Papua secara sistematis dan meluas ditindas, 
dimiskinkan, dan dibodohkan oleh pemerintah Indonesia, aparat keamanan 
Indonesia dan modal internasional (TNC) yang bernama Freeport. Adalah ironi, di 
tengah kekayaan sumber-sumber agrarianya yang sanggup memperkaya segelintir 
orang di New York dan Jakarta, Orang Papua mati akibat busung lapar dan 
kedinginan. Kegelisahan Orang Papua terhadap situasi tersebut di atas, bagaikan 
api dalam sekam yang sangat mudah menjadi ajang provokasi bagi tindakan 
kekerasan, yang justru menjadi kontraproduktif bagi penyelesaian damai dan 
demokratis persoalan Papua. Imbas penting dari bentrokan tanggal 16 Maret 2006 
adalah, diurungkannya rencana Sidang Istimewa DPRP dan MRP dengan agenda pokok 
membahas menutup operasi penambangan  Freeport di Papua.
   
  Untuk itu PBHI memandang diperlukannya kombinasi antara agrarian reform 
dengan security sector reform khususnya di bidang counter insurgency dalam 
rangka penyelesaian damai Papua.
   
  Maka dengan ini PBHI menegaskan: “TUTUP FREEPORT”
   
  Jakarta, 15 Maret 2007
   
   
   
  Johnson Panjaitan
  Ketua Badan Pengurus 
   
   
   info lebih lanjut hubungi
  Gunawan (Kadiv Kajian dan Kampanye)
  0815 847 45 469
      

                
---------------------------------
 Now you can have your favourite RSS headlines come to you with the all new 
Yahoo! Mail.

Kirim email ke