Mereka takut campur tangan,  karena kuatir akan digebuk di sana  pada  waktu 
melakukan ibadah agama, dan juga  kalau mati bisa dibuang ke nereka. Jadi 
solusi yang paling mujarab ialah bungkam seribu bahasa, dan cukup TKW digelar 
"pahlawan devisa".  

Memang sulit untuk menghukum pemerkosa, karena yang diperkosa  harus mempunyai  
4  orang saksi, demikian keterangan sumberi ahli ilmu surgawi.

  ----- Original Message ----- 
  From: Edy Susilo 
  To: [email protected] 
  Sent: Thursday, March 15, 2007 3:48 PM
  Subject: Re: [mediacare] Re: Kematian TKW di Arab Saudi diduga akibat 
penyiksaan


  kasus macam begini kita sudah sering mendengarnya, sudah puluhan korban TKW 
kita yang menjadi kebrutalan orang-orang Arab yang di siksa, yang di perkosa, 
tapi sangat tipis sekali pemerintah kita turut campur tangan untuk 
menyelesaikan kasus ini apalagi MUI dan NU gak ada suaranya untuk membantu 
menyelesaikan masalah ini , apa karena Arab negara muslim.................. 
saya toh belum pernah mendengar si pelaku penyiksa dan pemerkosa di beri 
hukuman sesuai dengan syariat Islam ( bagi negara Arab )

  hadjar_wish <[EMAIL PROTECTED]> wrote:


    Berita begini atau berita TKWI yang diperkosa di Timur Tengah oleh
    majikan itu sudah tahunan kita baca di koran-koran Indonesia...

    Tapi jarang ada yang protes...

    Baik orang islam atau bukan orang islam rata-rata diam seribu basa.

    Orang Indonesia itu memang tidak biasa menghargai nyawa manusia...


    --- In [email protected], "Sunny" wrote:
    >
    > REFLEKSI: Koq tidak ada suara dari MUI & Co untuk membela
    kepentingan TKW, atau karena wanita jadi diremehkan.
    > 
    > http://www.pikiran-rakyat.com/cetak/2007/032007/14/0301.htm
    > 
    > 
    > Kematian TKW Diduga Akibat Penyiksaan
    > 
    > Ditemukan Adanya Lubang Bekas Peluru dan Luka Lebam Pada Jenazah Watem 
    > INDRAMAYU, (PR).-
    > Setelah lebih dari tiga bulan tak ada kepastian, Senin (12/3) malam
    kemarin, jenazah TKW bernama Watem (30), akhirnya dipulangkan ke
    kampung halamannya, di Blok Segeran, Ds. Margamulya, Kec. Bongas, Kab.
    Indramayu. 
    > 
    > 
    > KELUARGA membuka jenazah Watem (30), TKW warga Desas
    Sukamulya, Ke. Bongas, Kab. Indramayu setiba di kampung halamannya,
    Senin (12/3) malam. Terdapat luka lebam, bahkan ada bekas lubang di
    kaki yang diduga luka tembakan.*AGUNG NUGROHO/"PR" 
    > Namun, kematiannya semakin misterius menyusul ditemukannya sejumlah
    bekas luka lebam di sekujur tubuh korban, serta adanya sebuah lubang
    di kaki, yang diduga bekas proyektil senjata api. Untuk itu, kematian
    Watem diduga kuat disebabkan oleh adanya penyiksaan yang dilakukan
    oleh majikannya. 
    > 
    > Jenazah Watem sampai ke rumah duka pukul 22.00 WIB setelah
    diterbangkan dari Arab Saudi, Senin pagi dan sampai di Bandara
    Soekarno-Hatta pukul 16.00 WIB. Suasana haru menyambut kedatangan
    jenazah ibu muda yang meninggalkan seorang suami dan dua anak
    laki-laki itu.
    > 
    > Sokasaleh (55) dan Maryam (50), kedua orang tua Watem sempat pingsan
    begitu ambulans berhenti di depan rumah duka. Suaminya, Nurdin (35),
    bahkan menderita depresi berat dan memilih mengurung diri di dalam
    kamar bersama kedua anaknya yang berumur 5 dan 9 tahun.
    > 
    > "Sangat menyedihkan. Keluarga itu selama ini bergantung kepada
    Watem, kini dia meninggal," ujar tokoh masyarakat, M. Gozali.
    > 
    > Suasana haru makin terasa saat melihat mayatnya. Setelah kain kafan
    dibuka, ternyata banyak luka lebam di muka dan sekujur tubuh.
    "Kematiannya saya kira tidak wajar. Banyak sekali ditemukan bekas luka
    berat di tubuhnya," ujar Toni Gunawan (39), paman Watem.
    > 
    > Autopsi
    > 
    > Ikut menyambut kedatangan jenazah, Camat Bongas, Drs. Achmad Mansur
    dan Kapolsek, AKP Mashudi. Keduanya ikut jadi saksi saat mayat diperiksa.
    > 
    > Keluarga korban menyayangkan PJTKI yang memberangkatkan Watem, yakni
    PT Amri Megatama (AM) Jakarta, dimana tidak ada satu pun dari mereka
    yang datang. Selain itu, jenazah Watem hanya di bawa sponsor dan
    keluarganya dari Bandara Soekarno-Hatta.
    > 
    > Sedangkan kakak kandung Watem, Tama (36) sempat meminta jenazah TKW
    itu diautopsi. Hal itu untuk memberikan kejelasan tentang sebab-sebab
    kematian korban serta penyebab luka lebam dan lubang di kaki korban.
    > 
    > "Namun hal ini tergantung musyawarah dari pihak keluarga. maksud
    saya supaya ada kejelasan. Jika luka-luka itu benar bekas penyiksaan,
    maka harus ada yang bertanggung jawab," ujar dia.
    > 
    > Seperti diberitakan "PR" sebelumnya, keluarga menerima kabar
    kematian Watem di Riyadh, Arab Saudi itu, disebabkan bunuh diri. Kabar
    itu diperoleh dari faksimili majikannya, Haif Muhammad yang dikirim ke
    PT AM.
    > 
    > Berdasarkan faksimili yang dikirim Februari 2007, Watem bunuh diri
    November 2006. Namun, muncul kejanggalan saat keluarga menelefon ke
    Riyadh pada pertengahan Februari 2007. Karena saat itu yang menerima
    telefon adalah PRT lain di rumah sang majikan yang menjelaskan Watem
    meninggal seminggu lalu atau pada minggu pertama Februari 2007.(A-93)***
    >





    Web:
    http://groups.yahoo.com/group/mediacare/

    Klik: 

    http://mediacare.blogspot.com

    atau

    www.mediacare.biz

    ====================
    Untuk berlangganan MEDIACARE, kirim email kosong ke:
    [EMAIL PROTECTED]

    Yahoo! Groups Links








------------------------------------------------------------------------------
  Bored stiff? Loosen up...
  Download and play hundreds of games for free on Yahoo! Games.

   


------------------------------------------------------------------------------


  No virus found in this incoming message.
  Checked by AVG Free Edition.
  Version: 7.5.446 / Virus Database: 268.18.11/722 - Release Date: 3/14/2007 
3:38 PM

Kirim email ke