Dear Abdul, dan mediacare,
Terima kasih anda masih peduli dengan pemberitaan kami. Artinya, masih ada
harapan dari teman-teman wartawan muda di redaksi PR terhadap kawan-kawan di
luar sana (pembaca dan pemerhati PR) untuk terus melakukan konrol dan evaluasi
terhadap pemberitaan koran kami.
Mengenai headline hari Kamis kemarin, sungguh kami pun merasa heran dengan
kebijakan redaksi, yang membuat judul dan menerbitkan berita dengan angle dan
perspektif yang seperti itu. Bagi kami sendiri, belum ada kejelasan mengapa HL
tersebut dibuat seperti itu.
Tapi, sekedar untuk gambaran, kabarnya berita tersebut dibuat sedemikian rupa
untuk "mendidik secara halus" bobotoh presib, agar tidak lagi melakukan
perbuatan serupa. Ada pro dan kontra tentang pendapat tersebut. Saya pribadi
tidak setuju dengan cara seperti itu, karena pemberitaan tersebut bukannya
mendidik, malah bisa membuat mereka (para bobotoh) menjadi besar kepala. Cara
mendidik seperti itu (menurut opini saya) ibarat mendidik anak manja dengan
cara yang memanjakan.
Ada juga yang mengatakan, kalau PR menerbitkan berita yang mengkritik perilaku
bobotoh, akan muncul risiko kantor kami "diserang" dan akan menuai protes dari
pecinta Persib. Entahlah, bagi saya pribadi alasan-alasan itu tidak masuk akal.
Yang ada di dalam pikiran saya, berita seperti itu pasti berkaitan dengan
pemasaran. Artinya, bobotoh persib yang ribuan orang itu diharapkan akan
membeli koran PR yang telah menerbitkan berita yang memuji-muji mereka.
Sungguh hina jika dilihat dari sudut pandang jurnalisme, tapi merupakan prospek
penjualan (jangka pendek) yang bagus dari sudut pandang marketing. Dalam
pertarungan dua kepentingan itu, nilai-nilai jurnalisme harus kalah di ruang
redaksi kami. Tapi perjuangan belum akan selesai.
Maafkan, hanya gambaran yang belum jelas ini yang bisa saya sampaikan saat ini.
Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit kejelasan. Sekali lagi terima kasih atas
kritik dan perhatiannya.
catatan: penjelasan ini bukan penjelasan resmi dari Pikiran Rakyat. Ini hanya
penjelasan pribadi dari seorang wartawan Pikiran Rakyat.
Zaky
abdul hermawan <[EMAIL PROTECTED]> wrote: ada
yang baca harian pikiran rakyat hari ini...? pasti
ada duooooong. ketika membaca headline koran terbesar
di Jawa barat tersebut saya terkaget-kaget. dengan
huruf warna biru mencolok tertulis 'Salut buat
"bobotoh".
inti beritanya menceritakan tentang rasa salut redaksi
PR terhadap ribuan bobotoh-pendukung fanatik Persib
bandung-yang dengan rela bersedia kembali keluar
stadion siliwangi. sebelumnya ribuan bobotoh tak
berkarcis ini menjebol pagar stadion. pertandingan
terhenti 90 menit. aneh bin ajaib. mengganggu
pertandingan kok salut... apanya yang membanggakan..?
di salah satu alineanya PR menulis
"Salutnya, saat mereka diminta untuk keluar stadion,
mereka paham dan dengan berat hati kembali ke luar
meski memakan waktu cukup lama"
berita aneh karena, jelas-jelas ribuan bobotoh itu
melanggar kenapa PR bisa salut. bukankah salut itu
sebuah kosa kata yang bermuatan kebanggaan.
saya sendiri pendukung persib bandung. tapi melihat
berita PR hari ini saya benar-benar tak habis
mengerti. seharusnya PR bisa obyektif melihat apa yang
telah dilakukan oleh para bobotoh itu kampungan dan
memalukan. seakan-akan tindakan para bobotoh tersebut
dibenarkan oleh redaksi PR.
mohon tanggapannya..................
__________________________________________________________
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/
---------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel sites to find flight and hotel
bargains.