Yang sabar aja ya, Zak... namanya juga ikon jawa barat pasti tidak luput
dari tuntutan peran dari masyarakat hehe.

salam/eld

On 16/03/07, zaky yamani <[EMAIL PROTECTED]> wrote:

  Dear Abdul, dan mediacare,

Terima kasih anda masih peduli dengan pemberitaan kami. Artinya, masih ada
harapan dari teman-teman wartawan muda di redaksi PR terhadap kawan-kawan di
luar sana (pembaca dan pemerhati PR) untuk terus melakukan konrol dan
evaluasi terhadap pemberitaan koran kami.
Mengenai headline hari Kamis kemarin, sungguh kami pun merasa heran dengan
kebijakan redaksi, yang membuat judul dan menerbitkan berita dengan angle
dan perspektif yang seperti itu. Bagi kami sendiri, belum ada kejelasan
mengapa HL tersebut dibuat seperti itu.
Tapi, sekedar untuk gambaran, kabarnya berita tersebut dibuat sedemikian
rupa untuk "mendidik secara halus" bobotoh presib, agar tidak lagi melakukan
perbuatan serupa. Ada pro dan kontra tentang pendapat tersebut. Saya pribadi
tidak setuju dengan cara seperti itu, karena pemberitaan tersebut bukannya
mendidik, malah bisa membuat mereka (para bobotoh) menjadi besar kepala.
Cara mendidik seperti itu (menurut opini saya) ibarat mendidik anak manja
dengan cara yang memanjakan.
Ada juga yang mengatakan, kalau PR menerbitkan berita yang mengkritik
perilaku bobotoh, akan muncul risiko kantor kami "diserang" dan akan menuai
protes dari pecinta Persib. Entahlah, bagi saya pribadi alasan-alasan itu
tidak masuk akal. Yang ada di dalam pikiran saya, berita seperti itu pasti
berkaitan dengan pemasaran. Artinya, bobotoh persib yang ribuan orang itu
diharapkan akan membeli koran PR yang telah menerbitkan berita yang
memuji-muji mereka.
Sungguh hina jika dilihat dari sudut pandang jurnalisme, tapi merupakan
prospek penjualan (jangka pendek) yang bagus dari sudut pandang marketing.
Dalam pertarungan dua kepentingan itu, nilai-nilai jurnalisme harus kalah di
ruang redaksi kami. Tapi perjuangan belum akan selesai.
Maafkan, hanya gambaran yang belum jelas ini yang bisa saya sampaikan saat
ini. Mudah-mudahan bisa memberikan sedikit kejelasan. Sekali lagi terima
kasih atas kritik dan perhatiannya.

catatan: penjelasan ini bukan penjelasan resmi dari Pikiran Rakyat. Ini
hanya penjelasan pribadi dari seorang wartawan Pikiran Rakyat.

Zaky


*abdul hermawan <[EMAIL PROTECTED]>* wrote:

 ada yang baca harian pikiran rakyat hari ini...? pasti
ada duooooong. ketika membaca headline koran terbesar
di Jawa barat tersebut saya terkaget-kaget. dengan
huruf warna biru mencolok tertulis 'Salut buat
"bobotoh".
inti beritanya menceritakan tentang rasa salut redaksi
PR terhadap ribuan bobotoh-pendukung fanatik Persib
bandung-yang dengan rela bersedia kembali keluar
stadion siliwangi. sebelumnya ribuan bobotoh tak
berkarcis ini menjebol pagar stadion. pertandingan
terhenti 90 menit. aneh bin ajaib. mengganggu
pertandingan kok salut... apanya yang membanggakan..?
di salah satu alineanya PR menulis

"Salutnya, saat mereka diminta untuk keluar stadion,
mereka paham dan dengan berat hati kembali ke luar
meski memakan waktu cukup lama"

berita aneh karena, jelas-jelas ribuan bobotoh itu
melanggar kenapa PR bisa salut. bukankah salut itu
sebuah kosa kata yang bermuatan kebanggaan.

saya sendiri pendukung persib bandung. tapi melihat
berita PR hari ini saya benar-benar tak habis
mengerti. seharusnya PR bisa obyektif melihat apa yang
telah dilakukan oleh para bobotoh itu kampungan dan
memalukan. seakan-akan tindakan para bobotoh tersebut
dibenarkan oleh redaksi PR.

mohon tanggapannya..................




__________________________________________________________
Never miss an email again!
Yahoo! Toolbar alerts you the instant new Mail arrives.
http://tools.search.yahoo.com/toolbar/features/mail/


------------------------------
Finding fabulous fares is fun.
Let Yahoo! FareChase search your favorite travel 
sites<http://farechase.yahoo.com/promo-generic-14795097;_ylc=X3oDMTFtNW45amVpBF9TAzk3NDA3NTg5BF9zAzI3MTk0ODEEcG9zAzEEc2VjA21haWx0YWdsaW5lBHNsawNxMS0wNw--%0A>to
 find flight and hotel bargains.




--
If you're a loser and seek to improve yourself by reading self-help books
then you're being helped by a loser. So Forget it..

Kirim email ke