Betul Raden Ayu, kata orang untuk naik ke surga ada dua cara: - Beramal - Memanjat tumpukan kertas hasil seminar Indonesia.
Yang Indonesia butuhkan bukan siapa pandai berslogan Pancasila, tapi siapa bisa melaksanakan kebebasan beragama, kemanusiaan beradab, kebangsaan broadminded, kedaulatan rakyat dan keadilan sosial. Yang dibutuhkan Indonesia bukan kelompok posko banjir, tapi orang yang mampu mencegah banjir. Yang dibutuhkan Indonesia bukan S1, S2 dan S3, tapi orang yang mau memuliakan Indonesia secara Total Football-nya Johan Cruijff alias tidak gontok-gontokan, tidak korup dan tidak jam karet. Apakah pemimpin-pemimpin yang ingin memuliakan RI (bukan memuliakan Palestina atau Arab Saudi atau China atau Belanda) ada di Indonesia? Belum tentu, sampai sekarang sih belum kelihatan :-(. Salam hangat, Danny Lim, Nederland --- In [email protected], radenayu asli <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > MEMANG ANEH. MAU CARI PEMIMPIN ATAU MEMBUTUHKAN > AKADEMISI? RONALD REAGAN, YANG KALAU TAK DIBATASI > KONSTITUSI AS BISA MENJADI PRESIDEN UNTUK PRIODE > KETIGA, TERNYATA JUGA GAK PUNYA IJASAH S1. TAPI DIA > BERHASIL MELAKSANAKAN TUGAS SEBAGAI PRESIDEN NEGARA > ADIDAYA. PAK HARTO MALAH GAK PUNYA IJAZAH SMU.YANG > SEKARANG DI RI PUNYA GELAR DOKTOR, TAPI LIHAT AJA > EKONOMI KITA, ANGKA KEMISKINAN BERTAMBAH, PENGANGGURAN > MENINGKAT! KUNCINYA, YANG DIBUTUHKAN ADALAH SEORANG > PEMIMPIN YANG TEGUH (STRONG LEADERSHIP), BUKAN > AKADEMISI, NANTI BISA HANYA WACANA, WACANA. TERIMA > KASIH, SEKEDAR URUN REMBUG. > > > > --- Sunny <[EMAIL PROTECTED]> wrote: > > > Refleksi; Bersyarat S1 berarti negara seribu bencana > > tidak akan memiliki presiden dari kelas bawah > > seperti Evo Morales [Bolivia] dari Bolivia atau Luiz > > InĂ¡cio Lula da Silva [Brasilia]. Dengan lain kata > > dimarginalisasikan hak demokratis rakyat lapisan > > bawah. Jayalah neo-Mojopahit! > > > > > http://www.republika.co.id/online_detail.asp?id=286483&kat_id=23 > > > > Kamis, 15 Maret 2007 22:00:00 > > > > Syarat S1 Capres akan Jadi Pembahasan Krusial di DPR > > > > Laporan: Yusuf Assidiq > > > > Jakarta-RoL--Persyaratan agar calon presiden dan > > anggota parlemen harus berpendidikan sarjana [S1] > > seperti tercantum dalam draf RUU Pilpres versi > > Pemerintah, diperkirakan akan menjadi masalah > > krusial dalam pembahasannya. Prasyarat tersebut > > dipastikan akan membuat polemik baru di DPR. > > Dikatakan oleh Sekjen Forum Masyarakat Peduli > > Parlemen Indonesia, Sebastian Salang, menganggap > > jika masih sekedar usulan, persyaratan minimal > > sarjana itu boleh-boleh saja. Akan tetapi dirinya > > memprediksi hal tersebut bakal menjadi masalah > > krusial apabila sudah sampai pada tahap pembahasan > > di DPR."Pasti akan terjadi perdebatan alot, karena > > banyak hal akan menjadi pertimbangan," tandasnya di > > Jakarta, Kamis (15/3). > > > > Sejauh ini dia belum melihat bahwa usulan itu adalah > > untuk menjegal calon presiden tertentu. Tapi dia > > meminta agar pemerintah memperhatikan hal tersebut > > dengan seksama mengingat persyaratan pendidikan > > formal harus juga dilihat dari realitas yang ada di > > masyarakat. > > > > "Kalau kita lihat kenyataanya, maka prasyarat > > sarjana itu belum cocok. Pemerintah sendiri baru > > bisa menerapkan program pendidikan dasar 9 tahun. > > Jadi idealnya kalau mau dibatasi, ya SMP, sebab > > kalau sarjana kok terlalu tinggi," ujarnya lagi. > > > > Maka dari itu, dia meminta Pemerintah supaya jangan > > hanya melihat sisi pendidikan formal. Karena selama > > ini pengalaman menunjukan banyak politisi yang tidak > > punya gelar formal cukup mampu menunjukkan > > kualitasnya dan tak kalah dengan para profesor atau > > doktor. "Sehingga jangan menyederhanakan persoalan > > semata-mata dilihat dari gelar," katanya. > > > > Bahkan Sebastian khawatir jika standar itu > > diterapkan, praktek jual beli ijazah palsu akan > > semakin marak."Kita lihat bahwa kasus ijazah palsu > > tidak hanya terjadi di DPR dan DPRD tetapi juga > > dalam beberapa kali Pilkada. Sekarang 'kan tidak > > sulit untuk memperoleh ijazah, orang tidak perlu > > susah-susah belajar untuk itu," dia menambahkan. > > > > Pada kesempatan terpisah, Ketua Fraksi PAN DPR, > > Zulkifli Hasan juga kurang sependapat dengan syarat > > capres atau anggota dewan harus sarjana, terlebih > > jika dimaksdkan untuk menjegal capres > > tertentu."Kalau seperti itu, kita tidak bisa > > memahami syarat tersebut, tapi sejauh ini kita belum > > melihat kecenderungan ke arah sana," kata dia kepada > > pers. > > > > Menurutnya, dalam berpolitik, sebenarnya bukan > > syarat pendidikan formal yang diutamakan, melainkan > > dukungan maupun kepercayaan yang diberikan > > masyarakat. Sebab tidak ada jaminan bahwa seseorang > > yang memiliki gelar akademis lantas bisa diterima > > oleh masyarakat. Oleh karenanya, pihaknya akan tetap > > melihat perkembangannya ke depan. > > > > pur > > > > > > > > _____________________________________________________________________ _______________ > Don't get soaked. Take a quick peek at the forecast > with the Yahoo! Search weather shortcut. > http://tools.search.yahoo.com/shortcuts/#loc_weather >
